HomePernikahan10 Larangan Saat Mengobrol dengan Istri
couple talk, source: psychologies.co.uk

10 Larangan Saat Mengobrol dengan Istri

Pernikahan 0 0 likes 343 views share

Perempuan adalah makhluk yang sangat verbal. Mereka memiliki kemampuan berbicara yang sangat mengagumkan. Mereka juga memiliki kemampuan mengeluarkan kosa kata yang jauh lebih banyak daripada kaum laki-laki. Itulah sebabnya, perempuan sering disebut sebagai ‘makhluk cerewet’ atau sering saya sebut sebagai ‘makhluk verbal’. Sudah banyak studi yang mengungkapkan faktor-faktor penyebab kondisi tersebut.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Neuroscience itu menyatakan, kemampuan verbal kaum perempuan itu disebabkan oleh tingkat senyawa kimia yang disebut FOXP2 dalam otak mereka lebih banyak daripada laki-laki. FOXP2 adalah semacam “protein bahasa”, yang memegang peran penting dalam perkembangan kemampuan berbahasa. Rata-rata perempuan berbicara 20.000 kata sehari, sementara laki-laki hanya mengeluarkan 7.000 kosa kata setiap harinya.

Menjadi Pendengar yang Baik

Justru karena perempuan sangat banyak berbicara, maka mereka memiliki kebutuhan untuk didengarkan lebih banyak dibandingkan dengan kaum laki-laki. Bayangkan saja, mereka memiliki ‘kondisi natural’ yang sangat verbal, ingin banyak mengobrol, ingin mengungkapkan perasaan hati, maka bagaimana kondisi jiwa mereka jika memiliki suami yang tidak mau mendengarkan semua pembicaraannya? Situasi ini akan sangat menyiksa para istri.

Karena istri adalah makhluk yang sangat verbal, maka ada kebutuhan untuk didengarkan yang harus dipenuhi oleh istri. Para suami hendaklah memberikan kesempatan yang leluasa kepada isteri untuk bercerita apa saja, berkeluh kesah apa saja, menceritakan apa saja. Suami harus menyediakan waktu dan suasana yang nyaman bagi istri untuk berbicara, dan harus menampung serta merespon pembicaraan istri dengan bijak.

Berikut 10 larangan ketika istri tengah asyik mengobrol atau berbicara kepada suami:
1. Jangan menyela pembicaraannya
Ketika istri tengah asyik berbicara, jangan menyela pembicaraannya. Suasana jiwanya akan rusak atau terganggu jika omongannya selalu anda sela.

2. Jangan emosi saat mendengar pembicaraan atau keluh kesahnya
Kadang suami cepat tersulut emosi atau marah atau muncul ego dirinya, saat istri mulai berbicara atau curhat. Apapun isi curhatnya, dengarkan dulu. Itu menjadi bagian dari penyaluran perasaan istri yang akan membuatnya lega. Jangan cepat marah atau emosi hanya karena mendengar curhatan istri yang menurut suami ‘nggak banget’ atau bahkan ‘gak bermutu’.

3. Jangan menyuruhnya diam saat ia sedang asyik bercerita
Biarkan istri anda berbicara hingga tuntas dan selesai bahannya. Itu akan sangat melegakan perasaannya. Anda tidak perlu cemas dan khawatir bahwa anda tidak mampu memberi solusi dari masalah yang ia sampaikan. Sering kali istri curhat adalah untuk melepas beban, bukan semata soal mencari solusi.

4. Jangan menampakkan wajah tegang atau kaku kepadanya
Sering kali istri curhat adalah untuk melepas beban, bukan semata soal mencari solusi. ‘Kesalahan’ banyak kalangan suami adalah ketika mereka merasa terbebani dengan curhat istri karena khawatir tidak bisa memberikan penyelesaian masalah. Dampak dari perasaan dan beban itu, suami menghadapi obrolan istri dengan wajah yang tegang dan kaku. Wajah yang tidak ramah, atau bahkan wajah yang marah.

5. Jangan membuang wajah darinya saat ia bicara kepada anda
Saat berbicara atau mengobrol, akan sangat menyenangkan bagi istri apabila anda tampak bersungguh-sungguh mendengarkannya. Salah satu bentuk kesungguhan anda mendengar pembicaraannya adalah menghadapkan wajah dan tubuh kepadanya.

6. Jangan ditinggal tidur saat istri asyik bicara
Jika anda sedang mengobrol sambil rebahan atau berbaring, usahakan untuk terus menyambung dan mendengarkan pembicaraan istri. Jangan sampai anda tinggal tidur padahal istri masih asyik berbicara. Ketika istri sadar anda sudah tertidur karena mendengar dengkur anda, ia akan merasa sakit hati karena anda tidak mempedulikan omongannya.

7. Jangan ditinggal menelpon, menerima telpon, berbalas pesan SMS, BBM, email, Line, WhatsApp atau fitur komunikasi lainnya
Silent-kan HP anda, atau bahkan jauhkan gadget dari tempat anda mengobrol bersama istri. Jangan biarkan teknologi mengganggu kenyamanan komunikasi anda dengan istri.

8. Jangan ditinggal membaca koran atau menonton acara televisi 
Letakkan koran, majalah atau buku, dan matikan televisi. Duduklah yang manis berdua dengan istri. Bersikap santai saja dan jangan membiarkan istri anda merasa sakit hati karena dikalahkan oleh koran dan televisi. Istri lebih berhak mendapat perhatian dari anda.

9. Jangan ditinggal berbicara dengan orang lain 

10. Jangan ditinggal pergi atau jalan-jalan 

Demikianlah sepuluh larangan saat berbicara dengan istri. Dengarkan dengan seksama semua pembicaraan istri. Dengan curhat dan berbicara leluasa, istri akan merasa lega. Jika istri merasa lega, ia akan optimal melayani suami. Ia merasa dicintai oleh suami. Dengan demikian istri akan bertambah baik dalam melayani dan berbakti kepada suami.