HomePernikahan5 Langkah Tetap Bersahabat dengan Pasangan
Love-Couple-Wallpapers

5 Langkah Tetap Bersahabat dengan Pasangan

Pernikahan 0 0 likes 505 views share

Oleh: Indra Pramesti*

Sahabat sejati tidak akan terpisahkan, mungkin oleh jarak, tapi tidak dalam hatinya. Sahabat dalam sebuah pernikahan bukanlah konotasi yang negative. Sahabat dalam sebuah pernikahan  adalah menjalin rasa pertemanan yang menjadi janji ketika pasangan memulai hubungan suami-istri. Sahabat dalam pernikahan adalah berteman sepanjang hidup. Namun adakalanya pasangan melupakan arti pentingnya mempertahankan rasa bersahabat itu. Padahal hubungan yang dapat bertahan lama hanya terjadi apabila rasa pertemanan dan persahabatan itu menghiasi hubungan itu sendiri.

Dan selayaknya berteman yang sederhana, berikut adalah lima langkah sederhana untuk menciptakan dan mempertahankan sebuah hubungan persahabatan dalam pernikahan.

1. Jadikan momen sekecil apapun menjadi pengalaman yang berharga

Pikirkan kembali ketika kita menjalani bulan madu. Ketika semua hal tentang pasangan kita terlihat sangat indah dan menawan. Kita tidak peduli dengan rambutnya yang berantakan, kritikan-kritikan tajamnya yang justru terdengar lucu, hingga bagaimana caranya menatap kita. Namun berjalan setahun hingga dua tahun dalam hubungan tersebut, tak bisa dipungkiri jika momen-momen kecil tersebut tak lagi semenawan sebelumnya. Tanpa kita sadari ada cela yang muncul diantara momen kecil itu.

Di saat seperti inilah mempertahankan rasa bersahabat dalam sebuah pernikahan menjadi sangat penting. Pasangan yang ingin menjalani hubungan jangka panjang hendaknya memahami hal-hal kecil sebagai momen yang sangat penting yang menunjukkan kita masih selaras dengan dunianya.

Seorang istri menanyakan dimana ia meletakkan kacamata bacanya. Sementara itu sang suami yang tengah asyik membaca majalah hanya mengangkat bahu sambil melanjutkan bacaannya.

atau

Seorang suami yang menaruh majalahnya, kemudian merespon, “Aku tidak tahu. Coba cari di sekitar tumpukan buku di ruang makan. Terakhir kali aku melihat kamu membaca di situ.”

Dua kasus diatas salah satunya menunjukkan bahwa seorang suami yang menyelaraskan diri dengan istrinya. Ia menyempatkan diri mendengarkan dan merespon yang membuat sang istri merasa diakui dan didengarkan.

2. Utarakan perasaan yang tulus pada pasangan Kita

Apakah kita melakukan kegiatan yang menyenangkan di waktu senggang? Tidak perlu dengan memaksakan diri menyukai hal yang hanya disukai oleh pasangan kita, tapi mengalahlah sekali waktu untuk ikut menikmati hal tersebut, dan ajaklah pasangan kita melakukan sebaliknya di lain kesempatan.

Terbuka untuk melakukan aktivitas yang mungkin tidak pernah terbayangkan untuk kebahagiaan sebuah hubungan. Dari hal itu sebuah pasangan justru malah bisa dengan segenap hati menikmatinya. Tujuannya bukan untuk membuat kita menyukai hal yang pasangan kita sukai, tapi menghabiskan waktu bersama – melakukan hal yang disukai oleh pasangan kita.

3. Jadikan semua hal kecil adalah langkah positif

Menanggapi pertanyaan dan menyadari ekspresi wajah pasangan kita adalah hal kecil yang paling signifikan yang dapat menguatkan dan mempertahankan sebuah hubungan. Kegiatan sehari-hari seperti mencuci piring, mencuci baju, menonton TV, atau memasak bersama adalah beberapa kegiatan yang dapat memperdalam sebuah hubungan. Dari kegiatan tersebut sebuah pasangan dapat saling bercerita tentang apa yang mereka lakukan pada hari itu, atau hanya sesederhana mengetahui perasaan hati pasangan.

Bukankah indah jika melipat baju bersama atau duduk bersama ketika makan malam dan saling berbincang tanpa menghiraukan telepon genggam masing-masing? Dengan begitu terciptalah sebuah hubungan emosional yang sehat.

4. Jadikan persahabatan tanpa syarat

Ketika kita memikirkan sahabat terdekat kita, mungkin kita akan menyadari beberapa hal yang dapat menghilangkan ikatan persahabatan. Dalam benak seorang individu, hal tersebut pasti terjadi, tapi Kita tetap menerima sisi negatif sahabat kita tersebut dan tetap berteman dengannya.

Lakukanlah hal serupa pada hubungan pernikahan kita. Setiap pasangan pasti memiliki kekurangan dan dari kekurangan tersebut tidak sedikit yang merasa gerah dan tidak menerima. Sadarilah bahwa hal itu wajar dan setiap orang memiliki opini yang tidak selamanya sama.

Masalah dalam bekerja, masalah dengan anak-anak, atau masalah antar anggota keluarga adalah hal yang dapat mengikis hubungan itu. Adakalanya kita harus senantiasa memahami dan menunjukkan support sebagaimana kita ingin menerimanya.

5. Selalu berada di samping pasangan

Selalu berada di sisi pasangan apapun yang terjadi. Tunjukkan ketulusan dan tidak pernah membiarkannya merasa sendiri. Timbulkan suasana yang nyaman ketika pasangan kita merasa kesulitan dalam pekerjaan atau hubungan bermasyarakat.

Sama halnya dengan pertemanan, persahabatan dalam sebuah pernikahan adalah jalinan yang harus dipupuk dan dijadikan prioritas. Menciptakan pengalaman yang bermakna, saling menunjukkan ketulusan dan selalu berada di sisi pasangan adalah hal yang dapat memperkuat hubungan pernikahan. Jadikan hal tersebut agar terhindar dari perpecahan dalam pernikahan.

Lalu sekuat apa persahabatan dalam pernikahan Anda?

ilustrasi: hvac2000.com

*Pengajar dan penulis lepas yang tertarik dengan isu pendidikan, bahasa dan seni kreatif, serta gender equality. Sekali waktu dapat ditemui di pramestey.tumblr.com.