HomePernikahanAgar Tetap Setia dengan Pasangan
20479821_10154987461008789_8928520670661105017_n

Agar Tetap Setia dengan Pasangan

Pernikahan 0 1 likes 137 views share

AGAR TETAP SETIA DENGAN PASANGAN

 

Oleh : Ummu Rochimah

 

Setelah pembahasan godaan-godaan kesetiaan dalam pernikahan kesatu hingga kempat sebelumnya, sampai lah kini pada godaan kelima, yaitu kehadiran pihak ketiga. Pihak ketiga bisa berupa perempuan atau laki-laki lain yang hadir di antara pasangan suami istri, atau dikenal dengan istilah perselingkuhan. Bahkan di jaman now ada juga jenis perslingkuhan dengan gadget. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan makna selingkuh, yaitu (1) suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; (2) suka menggelapkan uang; korup; (3) suka menyeleweng.

Godaan kesetiaan berupa perselingkuhan ini umumnya terjadi karena adanya akumulasi dari godaan-godaan sebelumnya yang tidak segera diselesaikan. Berbagai kondisi dan situasi yang muncul dari jenis godaan kesatu hingga keempat dapat menjadi penyebab hadirnya pihak ketiga ini. Maka setiap pasangan suami istri harus waspada terhadap semua gejala-gejala yang muncul sebagai awal dari terjadinya perselingkuhan.

Kehadiran orang ketiga dalam suatu pernikahan harus dimaknai sebagai sebuah virus yang siap menggerogoti kesehatan pernikahan itu sendiri. Maka hal harus dilakukan dalam menghadapinya adalah dengan membuang virus tersebut, bukan sekedar mengobati penyakit yang muncul. Seberapa pun besarnya upaya mengobati penyakit akibat virus tersebut, namun bila sumbernya tidak dibuang hanya akan mengakibatkan berulangnya penyakit tersebut. Ia akan muncul kembali pada masa-masa yang akan datang.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan dalam pernikahan, misalnya kekecewaan terhadap pasangan yang tidak terselesaikan, harapan-harapan dalam pernikahan yang tidak segera terwujud, terjadi kelelahan yang terus menerus tanpa jeda, mengalami kebosananan dalam hubungan dengan pasangan, termasuk dalam urusan ranjang. Bila hal ini tidak segera ditangani oleh suami istri, tidak tertutup kemungkinan akan muncul godaan kesetiaan lain berupa perselingkuhan sebagai puncak dari semua godaan-godaan sebelumnya.

Banyak hal yang dapat menyebabkan munculnya perselingkuhan dalam rumah tangga, namun di sini hanya akan dibahas sedikit mengenai sebab munculnya perselingkuhan karena fenomena zaman kekinian berupa media social. Sebagaimana diketahui bersama, dengan adanya media sosial saat ini dunia sudah begitu mudah terhubung, baik secara jarak maupun waktu. Orang-orang yang secara jarak terpisah puluhan bahkan ratusan kilometer dengan teknologi masa kini dapat berkumpul dalam satu wadah yang sama dan berhubungan secara real time, berkomunikasi dengan mudah dalam satu grup WA, LINE, facebook dan lain-lain.

Mereka yang sudah berbilang tahun tidak pernah bertemu, seperti teman semasa SD, SMP, SMA, kuliah dapat kembali bertemu dalam sebuah grup reuni dan berkomunikasi layaknya orang yang tidak pernah terpisahkan.

Pada satu sisi, fenomena ini membawa pengaruh positif yaitu berupa tersambungnya silaturahmi di antara mereka. Namun pada sisi lain tidak menutup kemungkinan munculnya pengaruh negatif, yaitu memunculkan kembali kenangan-kenangan masal lalu yang terkadang sudah harus dikkubur dan dibuang jauh-jauh agar tidak mengganggu perjalananan pernikahan.

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai kebiasaan-kebiasaan dalam ber media social yang daapt mengakibatkan munculnya gangguan dalam pernikahan berupa perselingkuhan,

Stalking Akun Mantan

Kata stalking merupakan kata yang muncul belakangan ini dalam dunia pergaulan. Berasal dari bahasa Inggris stalk yang bermakna mengejar atau mengikuti. Jadi stalking di sini dapat dimaknai dengan aktivitas mengikuti atau mengejar akukn mantan dnegan tujuan ingin tahu. Pengen tahu aktivitas kesehariannya, pengen tahu apa yang disukainya, pengen tahu bagaimana kehidupan rumah tangganya (bila sudah berumah tangga) dan lain-lain.

Kebiasaan ini tidak boleh diperturutkan, harus segera dihentikan. Ketika sudah menikah, berbagai urusan soal mantan sebaiknya tak pernah diungkit lagi. Sekalipun itu hanya stalking akun media sosialnya. Kalau memang ingin tetap menjaga komunikasi, sebaiknya dilakukan seperlunya saja. Tidak perlu sampai pengen tahu dengan semua aspek kehidupannya yang sekarang.

Segera akhiri segala bentuk komunikasi dengan mantan yang tidak perlu, jangan beri kesempatan kepada diri dari celah sekecil apapun, semisal ‘say hello’ di media sosial yang nantinya dapat membuka celah-celah lain.

Mengumbar Keromantisan di Media Sosial

Kebiasaan ini juga salah satu penyebab munculnya godaan kesetiaan dalam rumah tangga. Misalnya,  seseorang mengunggah foto bersama pasangannya yang paling romantis di media social, lalu melihat ada mantannya yang me-like foto itu. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam prasangka, misalnya dengan like itu lalu muncul ingatan-ingatan masa lalu sehingga menjadi gelisah, bahkan parahnya lagi hal ini bisa memicu konflik dan masalah dengan pasangan sendiri. Ketika pasangan melihat dan mengetahuinya muncul kecemburuan dan ketidak sukaan dengan hal itu. Terjadilah pertengkaran yang sejatinya tidak perlu terjadi bila hal itu tidak dilakukan.

Jadi ada baiknya kalau mau mengunggah sesuatu yang romantis, pastikan masih dalam tahap wajar dan di-share ke orang-orang yang memang sudah dikenal dengan baik. Tidak menggunakan privacy public, atau bila perlu gunakan ‘hanya saya’.

Selalu Ingin Tahu dengan Kehidupan Rumah Tangga Orang Lain

Kalau sekadar cari inspirasi, ya boleh lah. Tapi jangan sampai kebablasan sangat ingin tahu dengan kehidupan rumah tangga orang lain yang ada di media sosial. Bila tidak hati-hati, yang muncul kemudian adalah terus membanding-bandingkan pasangannya dengan pasangan orang lain. “Kenapa dia nggak seperti si itu?” “Kenapa dia nggak bisa bersikap kayak si anu?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Hal-hal semacam ini pada akhirnya bisa membuat hubungan dengan pasangan jadi nggak nyaman.

Demikian beberapa hal yang dapat menimbulkan godaan-godaan kesetiaan dalam rumah tangga. Semoga kita dapat menghindari semua penyebab tersebut sehingga rumah tangga kita tetap menjadi rumah tangga yang harmonis sepanjang masa.