HomeParentingAyah Harus Banyak Dialog dengan Anak
dad3

Ayah Harus Banyak Dialog dengan Anak

Parenting 0 0 likes 403 views share

Selama ini berkembang pemahaman dan kebiasaan di tengah masyarakat kita, bahwa mendidik dan mengasuh anak adalah tugas seorang ibu. Ayah hanya membantu saja, namun ibulah yang harus mendidik anak sepenuhnya. Dampak dari pemahaman seperti ini tampak dalam berbagai fenomena kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Perhatikan contoh fenomena berikut.

  • Jika ada undangan dari sekolah untuk menghadiri pertemuan orang tua murid dengan guru, yang paling banyak datang adalah ibu-ibu. Waktu ditanya, kemana suami mereka, jawabannya : suami sibuk kerja. Namun ketika pertemuan dibuat pada hari libur, yang datang tetap ibu-ibu.
  • Pada saat acara pengambilan raport semester atau kenaikan kelas, tampak yang paling banyak datang adalah ibu-ibu.
  • Ketika acara Seminar Parenting dengan tema pendidikan anak, yang memenuhi ruang adalah ibu-ibu
  • Yang lebih telaten dan betah menemani anak belajar saat di rumah adalah ibu.

Beberapa fenomena tersebut hanyalah contoh dari pemahaman tentang tugas mendidik dan mengasuh anak adalah ibu. Padahal jika kembalikan kepada ajaran agama, pendidikan anak adalah kewajiban bersama antara suami dan istri, atau antara ayah dengan ibu. Kedua belah pihak memiliki beban tanggung jawab yang seimbang dalam mendidik dan mengasuh anak, karena pada dasarnya anak memerlukan sentuhan pendidikan, pembinaan, pengasuhan dari kedua orang tua.

Bahkan jika dicermati secara lebih dalam, legenda dan simbol pendidikan anak yang diabadikan dalam Al Qur’an dan sering menjadi kajian di berbagai majelis ilmu adalah Luqman Al Hakim. Sampai dijadikan nama surat dalam Al Qur’an, yaitu surat Luqman. Beliau adalah orang salih yang menyampaikan metode pendidikan anak, dan menjadi pelajaran penting bagi semua umat manusia beriman. Legendanya adalah Luqman, bukan istrinya Luqman. Ini menandakan peran ayah yang sangat penting dalam mendidik anak.

 Dialog Orang Tua dengan Anak dalam Al Qur’an

Lebih jauh lagi, Al Qur’an mengisyaratkan pentingnya dialog ayah dengan anak, jika dihitung dari jumlah ayat tentang dialog orang tua dengan anak yang diabadikan di dalam Al Qur’an. Sangat menarik studi yang dilakukan oleh Sarah binti Halil bin Dakhilallah Al-Muthiri terkait tema ini. Sarah menulis tesis berjudul “Hiwar Al- Aba’ Ma’a Al-Abna Fil Qur’anil Karim wa Tathbiqatuhu At-Tarbawiyah”, atau Dialog Orang Tua dengan Anak dalam Al-Quran Karim dan Aplikasinya dalam Pendidikan.

Sarah mencatat, Al-Qur’an memuat dialog orang tua dengan anak dalam 17 tempat yang tersebar di 9 surat. Perinciannya, dialog ayah dengan anak sebanyak 14 tempat; dialog ibu dengan anak sebanyak 2 tempat, dialog kedua orang tua dengan anak (tanpa nama) sebanyak 1 tempat. Berikut akan saya nukilkan rincian detailnya.

Pertama, Dialog Ayah dengan Anak dalam Al Qur’an

Sarah mendapatkan 14 tempat dalam Al Qur’an yang berisi dialog ayah dengan anak. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:

  1. QS. Al Baqarah 130 – 133 = kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya dan dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  2. QS. Al An’am : 74 = kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya.
  3. QS. Hud : 42 – 43 = kisah dialog Nabi Hud As dengan anaknya.
  4. QS. Yusuf : 4 – 5 = kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya.
  5. QS. Yusuf : 11 – 14 = kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  6. QS. Yusuf : 16 – 18 = kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  7. QS. Yusuf : 63 – 67 = kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  8. QS. Yusuf : 81 – 87 = kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  9. QS. Yusuf : 94 – 98 = kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  10. QS. Yusuf : 99 – 100 = kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya.
  11. QS. Maryam : 41 – 48 = kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya.
  12. QS. Al-Qashash : 26 = kisah dialog Syaikh Madyan dengan anak perempuannya.
  13. QS. Luqman : 13 – 19 = kisah dialog Luqman dengan anaknya.
  14. QS. Ash-Shaffat : 102 = kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan anaknya, Ismail.

Kedua, Dialog Ibu dengan Anaknya

Ternyata, kisah dialog ibu dengan anaknya hanya ditemukan di dua tempat saja, yaitu pada dua surat berikut :

  1. QS. Maryam : 23 – 26 = kisah dialog Maryam dengan janinnya.
  2. QS. Al-Qashash : 11 = kisah dialog Ibu Musa dengan anak perempuannya.

Ketiga, Dialog Kedua Orang Tua dengan Anaknya

Adapun dialog kedua orang tua dengan anaknya, dijumpai dalam satu tempat saja, yaitu dalam QS. Al-Ahqaf : 17 yang memuat kisah dialog kedua orang tua dengan anaknya tanpa disebut namanya.

Pelajaran Penting Untuk Pendidikan Anak

Dari seluruh perincian tersebut, tampak dialog ayah dengan anak memiliki porsi paling banyak. Hal ini memberi motivasi tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Hal ini menandakan bahwa pengasuhan dan pendidikan anak bukan hanya urusan ibu. Namun harus ada peran seimbang dari kedua orang tua.

Ayah harus menyempatkan waktu untuk banyak berdialog dengan anak-anak, karena itu adalah bagian penting dalam proses pendidikan dan pengasuhan anak. Ayah tidak boleh diam dan menyerahkan semua komunikasi dengan anak hanya kepada ibu. Pendidikan anak harus menjadi tanggung jawab yang seimbang antara ayah dengan ibu karena anak memerlukan sosok keduanya. Keseimbangan peran dari ayah dan ibu akan memberikan andil besar bagi keberhasilan pendidikan anak-anak.

Maka jangan diam dan pasif wahai ayah, karena Al Qur’an mengajak kita untuk banyak berdiskusi dengan anak.

Resources :

http://www.almaktabah.net/vb/showthread.php?t=23939

http://search.shamaa.org/FullRecord.aspx?ID=34709