HomeKesehatanCara Tepat Perkenalkan Makanan Padat Pada Bayi
pexels-photo-206347

Cara Tepat Perkenalkan Makanan Padat Pada Bayi

Kesehatan 0 6 likes 352 views share

Oleh: Giovani Rukmi*

Setelah usia 6 bulan, sudah saatnya bagi anak memasuki masa-masa transisi perpindahan dari ASI ke makanan padat melalui tahapan pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI). Inilah waktu yang tepat untuk memperkenalkan jenis dan tekstur makanan padat hingga bayi mampu mengonsumsi makanan keluarga. Kebanyakan ibu bingung bagaimana semestinya memberikan makanan padat pada bayi sekaligus mewaspadai gejala alergi yang mungkin timbul.

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan  untuk mendukung suksesnya tahapan pemberian MP ASI dan cara mengatasi apabila muncul gejala alergi.

Pertama, pilih tekstur makanan yang tepat sesuai dengan usia bayi, sehingga lidah dan mulut bayi dapat mengontrol dan mengunyah dengan mudah apa yang diberikan. Tekstur MP ASI yang pertama diberikan pada bayi usia 6-9 bulansebaiknya adalah makanan lumat, yaitu bubur susu ditambah ASI sekehendak bayi. Kemudian menginjak usia 9-12 bulan bayi dapat diberikan makanan lembik, berupa bubur saring (nasi tim saring, sayur, lauk, hewani dan nabati yang disajikan dengan cara disaring terlebih dahulu) dan selingan berupa biskuit atau buah dengan tetap diberikan ASI sekehendak bayi. Menginjak usia 12-24 bulan mulai perkenalkan tekstur makanan keluarga seperti yang dikonsumsi ayah dan bunda, dengan tetap memberikan ASI sekehendak bayi.

Kedua, tingkatkan jumlah dan frekuensi pemberian secara bertahap. Pada usia 6-9 bulan berikan 3x makanan lumat + ASI dan tingkatkan frekuensinya secara bertahap hingga 2/3 mangkuk ukuran 250 mL tiap kali makan. Kemudian saat bayi menginjak usia 9-12 bulan berikan 3x makan utama berupa makanan lembik sejumlah ¾ mangkuk ukuran 250mL + 2x makanan selingan + ASI. Pada usia 12 – 24 bulan, tingkatkan lagi frekuensi pemberian menjadi 3x makanan keluarga + 2x makanan selingan + ASI.

Ketiga, perhatikan dan variasikan jenisnya. Jangan lupa lengkapi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien si kecil dengan memastikan adanya bahan makanan sumber Karbohidrat, protein, Lemak, vitamin dan mineral dalam setiap kali pemberian. Untuk sumber karbohidrat atau makanan pokok (beras, kentang, biji-bijian, gandum, umbi), sumber protein hewani yang kaya akan zat besi (daging, telur, produk susu), sumber protein nabati (tahu dan tempe), buah dan sayur-sayuran. Pada prinsipnya memperkenalkan satu jenis makanan baru kepada bayi membutuhkan waktu antara 3 hingga 5 hari, sebelum beralih pada jenis lainnya. Kemudian amati apakah bayi mengalami diare, muntah atau muncul ruam pada kulit, jika terjadi hal sedemikian, sebaiknya hentikan pemberian, dan segera konsultasikan dg tenaga kesehatan terdekat. Gejala ini boleh jadi mengarah kepada alergi makanan.

Keempat, peran ibu, posisi dan respon bayi pada saat pemberian makan juga tidak kalah penting. Posisikan bayi di pangkuan saat pertama kali memperkenalkan makanan padat kemudian perlahan-lahan pindahkan pada kursi bayi atau dudukan yang aman, atur posisi badan tegak dan menghadap kedepan, sehingga bayi perlahan dapat belajar duduk pada saat makan, memudahkan ia dalam mengunyah agar tidak mudah tersedak, serta dapat dengan mudah mengeksplorasi makanan sesukanya. Kemudian, bicaralah dengan tenang dan penuh kasih sayang, selama menyuapi. Tunggu hingga bayi memperhatikan setiap suapan yang akan kita berikan dan jika bayi menunjukan ketertarikan, biarkan ia menyentuhnya. Berhenti menyuapi pada saat bayi menunjukkan perilaku bahwa ia bisa melakukannya sendiri. Umumnya ini terjadi saat ia mulai memalingkan muka kepada ibu saat akan disuapi.

Memperkenalkan makanan padat pada bayi membutuhkan waktu yang tidak sebentar, kesabaran dan ketelatenan, tapi jika dilakukan dengan tepat dapat memberikan manfaat yang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan si buah hati.

*Penulis adalah  seorang Research Assistant, yang dapat dihubungi melalui email giovani.rukmi@gmail.com dan line @giovanirukmi