HomeKesehatanDiet Sehat Untuk Anak Obesitas
kazuend-127416

Diet Sehat Untuk Anak Obesitas

Kesehatan 0 0 likes 279 views share

Oleh: Indra Pramesti*

Menurunkan berat badan untuk anak yang overweight sangat berbeda dengan cara menurunkan berat badan bagi orang dewasa. Tamara Melton, praktisi diet dari Georgia State University menyatakan bahwa anak-anak memiliki nutrisi tersendiri untuk tumbuh kembangnya. Lalu cara terbaik apakah yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan anak? Adalah dengan menghubungi dokter spesialis anak, namun orang tua juga bisa melakukan beberapa langkah sederhana ini:

1. Menentukan Berat Ideal. Pada dasarnya anak-anak tidak dianjurkan untuk menurunkan banyak berat badannya karena mereka masih dalam tahapan pertumbuhan. Sebaliknya anak remaja dapat menurunkan berat badannya hingga satu kilo dalam seminggu. Ingatlah bahwa anak berumur 4 tahun akan memiliki rangakian diet berbeda dengan anak berusia 8-12 tahun. Dokter anak di sini mengambil peran penting untuk mengetahui berat ideal.

2. Diet Tanpa Suplemen. Tanpa resep dokter, hindari konsumsi suplemen untuk anak. Suplemen yang beredar kebanyakan langsung memotong kalori dalam tubuh, sementara mungkin anak-anak masih membutuhkan kalori dan nutrisi tersebut untuk tumbuh.

3. Libatkan Anggota Keluarga Lain. Menurunkan berat badan anak dengan cara yang sehat tidak hanya menjadi kewajiban anak tersebut, namun anggota keluarga lain juga sebaiknya ikut menjaga pola makan yang sehat. Anak-anak mencontoh kebiasaan orang tua mereka, amka sangat lah penting untuk member contoh terlebih dahulu. Sebuah penelitian menyatakan bahwa anak-anak akan lebih mudah menurunkan berat badan jika kedua orang tua mereka menurunkan berat badan juga.

4. Mulai Dari Hal Kecil. Hindari melkaukan diet ketat seketika. Sebaliknya, semua hal harus dimulai dari perubahan kecil. Kebiasaan sederhana, namun teratur dilakukan memiliki kecenderungan akan bertahan lama. Mulailah dengan satu atau dua langkah berikut selama seminggu:

  • Ganti minuman anak yang mengandung gula seperti jus atau soda, dengan air atau susu low fat.
  • Pastikan anak mengonsumsi sarapan sehat. Makanan di pagi hari dengan roti gandum dan selai kacang dapat membantu anak merasa kenyang sehingga tidak perlu makan berlebihan di jam makan siang.
  • Ganti roti tawar biasa dan nasi putih dengan gandum dan nasi merah.
  • Hindari makan makanan cepat saji
  • Belilah buah, sayur, dan snack yang lebih sehat dan mengurangi camilan seperti keripik, kue kering dan permen.
  • Awasi setiap porsi yang dikonsumsi anak. Piring dan gelas yang besar cenderung mengundang anak untuk menambah makanannya.

5. Biasakan untuk Makan Bersama. Sebuah penelitian menyatakan bahwa anak-anak yang makan bersama dengan keluarganya cenderung untuk mengurangi mengonsumsi makanan tidak sehat dan menjadi obesitas. Awali dengan berdiskusi untuk menentukan makanan apa saja yang akan dikonsumsi dalam seminggu mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam.

6. Berolahraga. Para ahli menyatakan bahwa anak-anak membutuhkan 60 menit untuk berolahraga atau beraktivitas fisik setiap harinya. Salah satu trik ini dapat diakali dengan melakukan family outing dengan berjalan kaki, bersepeda atau mendaki bukit bersama. Mengajak anak untuk mengenal olahraga yang ia sukai misalnya sepak bola, menari, atau berenang. Dan memotivasi anak untuk melakukan kegiatan outdoor daripada hanya menonton TV atau bermain komputer.

Dengan perubahan sederhana ini, anak-anak dapat mengurangi berat badannya dalam beberapa bulan. Jangan lupa untuk meminta bantuan dokter yang membantu mengontrol program ini.

*Pengajar dan penulis lepas yang tertarik dengan isu pendidikan, bahasa dan seni kreatif, serta gender. Sekali waktu dapat ditemui di pramestey.tumblr.com.