HomePernikahanDimana Kamu Akan Melaksanakan Akad Nikah?
ilustrasi : www.pinterest.com

Dimana Kamu Akan Melaksanakan Akad Nikah?

Pernikahan 0 1 likes 102 views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Peristiwa akad nikah adalah sakral dan menjadi momentum bersejarah bagi pengantin. Maka banyak orang merencanakan dengan sangat serius urusan ini. Berbagai hal detail telah dirancang, termasuk tempat pelaksanaan akad nikah. Banyak pasangan dari kalangan berada malaksanakan akad dan resepsi pernikahan di hotel berbintang mewah, di gedung pertemuan berkelas internasional, atau di taman dan hutan yang didesain dengan sangat indah untuk pernikahan. Ada pula yang memilih akad nikah di depan Ka’bah atau di halaman Masjid Nabawi di Madinah.

Ada pula pasangan yang memilih desain yang sederhana, seperti dirumah sendiri, dikantor KUA, atau di masjid sebelah rumah. Itu semua adalah pilihan-pilihan yang berkonsekuensi pada biaya, apakah memiliki budget yang cukup, atau budget yang terbatas, atau bahkan tidak memiliki biaya sama sekali. Nah, dimana kamu akan melaksanakan akad nikah? Sudah kamu rancang semuanya?

Haruskah Akad Nikah di Masjid?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapat undangan akad nikah bertempat di masjid. Bahkan banyak masjid menyediakan berbagai perlengkapan untuk pelaksanakan akad nikah saking banyaknya pengantin yang memilih masjid sebagai tempat akad nikah. Namun pertanyaan pentingnya adalah, apakah memang ada keharusan melaksanakan akad nikah di masjid? Atau, adakah nilai lebih bagi kebaikan dan kebahagiaan hidup berumah tangga apabila akad nikah dilaksanakan di masjid?

Pertanyaan pertama, apakah ada keharusan bagi ummat Islam untuk melaksanakan akad nikah di masjid? Jawabnya adalah : Tidak ada. Ya benar. Tidak ada keharusan untuk melaksanakan akad nikah di masjid. Karena hadits tentang hal itu nilainya dha’if alias lemah. Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut.

Nabi Saw bersabda : “Umumkan pernikahan, adakan akad nikah di masjid dan meriahkan dengan memukul rebana”. Hadits Riwayat At-Tirmidzi 1:202, Baihaqi 7:290. Namun hadits ini statusnya adalah dhaif atau lemah. Di antaranya, dinyatakan dha’if oleh Syaikh Al Albani.

Karena dasarnya lemah, artinya pelaksanaan akad nikah di masjid tidak bisa disimpulkan sebagai wajib maupun sunnah. Hukum asalnya adalah mubah atau boleh. Jadi, boleh saja melaksanakan akad nikah di masjid. Sebagaimana boleh pula di rumah, di kantor KUA, di gedung pertemuan, hotel, restoran, taman, tepi pantai, di atas kapal laut, di atas pesawat terbang, di depan Ka’bah, bahkan di dalam penjara, dan lain sebagainya. Hukum asal semua tempat tersebut adalah mubah. Di semua tempat tersebut, sama saja dalam hal keabsahan akadnya.

Pertanyaan kedua, apakah ada nilai lebih bagi kebaikan dan kebahagiaan hidup berumah tangga tatkala pelaksanaan akad nikah di masjid? Nah, ini adalah sebuah harapan dan usaha. Dengan dilaksanakan di masjid, dalam suasana khusyuk dan bersahaja, tidak bermewahan, diharapkan memberikan pengingatan yang kuat akan nilai kesakralan dan kesucian akad nikah. Dengan demikian akan memiliki ikatan ruhaniyah yang lebih kuat, karena bermula dari masjid. Sekali lagi, ini adalah harapan, doa dan usaha.

Hal ini menunjukkan dibolehkannya melaksanakan akad nikah di berbagai tempat. Tidak ada keharusan dan keutamaan yang dijelaskan dalam ayat maupun hadits Nabi tentang pelaksanaan akad nikah di masjid. Maka boleh dilaksanakan di dalam masjid, di halaman masjid, ataupun di luar masjid —sepanjang tidak ada kemaksiatan dan kemungkaran dalam pelaksanaan, dan terjamin kesakralan prosesinya, ketika dilaksanakan di luar area masjid.

Maka, silakan kamu rancang, dimana akan melaksanakan akad nikah. Asal jangan di kantor polisi ya… Eh, tapi kalo sama pak polisi boleh ya ga papa siiih….