HomePernikahanDoa Adalah Wujud Cinta Dalam Diam
pak cah

Doa Adalah Wujud Cinta Dalam Diam

Pernikahan 0 5 likes 2.6K views share

Oleh : Ummu Rochimah

 

 

 

Suatu hari, sepasang suami istri tengah mengobrol ringan di ruang keluarga.

Suami            : Dek, kamu percaya kan, sukses suami itu ditentukan oleh doa istri?

Istri      : Iya Bang. Adek percaya. Makanya Adek selalu doakan Abang…..

Suami            : Naah karena sukses suami ditentukan doa istri, maka semakin banyak istrinya berarti semakin banyak pula yang mendoakan. Itu akan membuat suami semakin sukses Dek…

Istri      : Hah? Kok gitu jadinya? Tapi begini Bang…. Isi doa istri itu menyesuaikan dengan kelakuan suami….

Suami            : Maksudnya?

Istri      : Ya kalau kelakuan suaminya baik-baik, isi doa istri pun baik-baik. Kalau suami kelakuannya aneh-aneh, ya isi doa istripun menyesuaikan…

Suami            : Hah? Tapi Abang baik kan Dek?

Istri      : Iya Bang. Pokoknya selama Abang baik terus ya isi doa Adek akan baik terus.

Dialog di atas saya nukil dari tulisan Cahyadi Takariawan di Kompasiana. Menggambarkan urgensi saling mendoakan bagi suami dan istri, agar mereka selalu terjaga dalam kebaikan. Doa adalah wujud cinta dalam diam dalam kehidupan pernikahan dan berumah tangga.

Pada postingan sebelumnya telah saya sampaikan sembilan tips dalam merawat cinta kasih antara suami istri, mulai dari menjauhi akad tandingan, menghindari sikap kritis terus menerus pada pasangan, senantiasa memuji pasangan, saling menghargai pasangan, tidak saling menyakiti antara suami istri, biasakan selalu komunikasi di setiap waktu, kemampuan mengelola pertengkaran secara dewasa, menerima kekurangan yang ada pada pasangan, saling memenuhi kebutuhan pasangan. Dalam postingan kali ini saya ingin melengkapi kesembilan tips tersebut menjadi sepuluh, inilah tips kesepuluh dalam merawat cinta kasih suami istri, yaitu saling mendoakan pasangan.

Suami istri yang telah menjalani kehidupan rumah tangga dalam waktu yang lama, selalu bergandengan tangan melangkah menyusuri lorong-lorong kehidupan, saling menjaga bila salah satunya terjatuh, saling mendorong bila salah satunya berhenti melangkah.  Hal ini merupakan gambaran kehidupan suami istri yang harmonis. Ini menjadi salah satu tanda bahwa mereka berdua saling mencintai satu sama lain.

Ungkapan cinta antara suami dan istri dapat melalui berbagai kata dan tindakan, mulai dari ungkapan “I love you”, “Aku cinta kamu”, “Engkaulah pangeranku” dan lain-lain. Namun ada satu ungkapan cinta yang justru memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan semua ungkapan-uangkapan tersebut, yaitu mendoakan pasangan dalam setiap permohonannya kepada Allah.

Sebut Namanya dalam Setiap Doamu

Agama Islam sangat menjunjung kasih sayang terhadap sesama muslim. Hal ini menjadi tuntunan kebaikan yang diturunkan secara turun temurun dari Nabi-nabi sebelum Muhammad saw. Mereka senang bila kaum muslimin mendapatkan kebaikan,s ehingga mereka pun mendoakan saudaranya secara diam-diam saat mereka mendoakan diri mereka sendiri.

Tidak beriman salah seorang di antara kalian, hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits riwayat Muslim yang lain Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa ketika seseorang mendoakan orang lain secara diam-diam, maka malaikat akan mendoakan dirinya seperti apa yang dimintakan terhadap orang itu.

Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama” (HR. Muslim).

Mendoakan kebaikan sesama muslim merupakan salah satu doa yang mustajab, karena di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang diutus, sehingga ketika ia berdoa untuk saudaranya, malaikat akan meng”amin”kan doa tersebut dan mengucapkan “Dan bagimu juga kebaikan yang sama”

Secara umum hadits ini berlaku untuk siapa saja, selama ia seorang muslim, begitu indah Islam mengajarkan kasih sayang kepada umat nya. Dan hal ini akan menjadi lebih indah bila diterapkan dalam kehidupan pasangan suami istri, suami dan istri adalah saudara terdekat dalam keislaman, masing-masing berusaha memahami secara mendalam makna hadits ini, untuk diterapkan dalam kehidupan rumah tangganya.

Kehidupan rumah tangga yang dibangun oleh pasangan suami dan istri pada hakikatnya adalah menggabungkan dua hati dan dua jiwa menjadi satu. Mereka bukanlah robot yang dapat melakukan segala sesuatu sesuai seperti yang telah diprogramkan. Karena keduanya sama-sama memiliki hati dan jiwa masing-masing, maka adalah sebuah keaniscayaan jika suatu ketika hati dan jiwa mereka tidak berada dalam frekuensi yang sama, sehingga dapat muncul ke permukaan suatu  percikan-percikan api yang walaupun kecil namun dapat mengganggu keharmonisan keduanya. Karena itu perlu dipahami oleh pasangan suami dan istri tentang bagaimana agar hati dan jiwa ini dapat digenggam. Tentulah dengan memohon kepada sang Pemilik hati dan jiwa tersebut.

Keharmonisan suami istri mustahil tercipta tanpa peran serta do’a di dalamnya. Kegiatan saling mendo’akan akan menjadikan pasangan sebagai sosok yang sangat penting bagi seorang suami  atau istri. Menyelipkan do’a-do’a untuk pasangan juga akan membuatnya menyadari bahwa dirinya benar-benar dicintai oleh suami atau istri.

Jangan pernah melupakan keberadaan Allah dalam setiap langkah perjalanan kehidupan berumah tangga. Menyadari dan merasakan keberadaan Allah dalam suatu rumah tangga dapat melahirkan sebuah keteanangan dan ketentraman yang pada akhirnya dapat melahirkan kebaikan-kebaikan pada individu dalam rumah tangga tersebut.

Doa adalah Bentuk Perpanjangan Tangan

Tidak selamanya kita akan mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk selalu berada di samping orang yang kita kasihi. Sebagai manusia kita kadang terbatasi oleh kewajiban dan berbagai tanggung jawab yang menghadang di depan, sehingga tidak akan bisa terus menerus mendampingi dan membersamai pasangan.

Suami istri yang ditakdirkan untuk sementara waktu mengalami hubungan jarak jauh karena tuntutan pekerjaaan atau pendidikan, sementara mereka belum mampu untuk hidup secara bersama, menjadi satu hal yang penting untuk saling mendoakan satu sama lain. Walaupun saat ini, secara teknologi dapat terjembatani pertemuan keduanya, dengan video call atau skype, namun teknologi tersebut tidak mampu menghadirkan hati dan jiwa keduanya.

Hanya doa lah yang akan menautkan hati dan jiwa keduanya saat takdir menetapkan mereka berada dalam jarak yang jauh. Doa menjadi perpanjangan tangan dari suatu bentuk dukungan dan ungkapan cinta kasih di antara keduanya.

Mendoakan Pasangan adalah Bentuk Cinta Kasih Tanpa Pamrih

Kehidupan suami istri tak selamanya berjalan dengan mulus, terkadang sikap dan perilaku pasangan dapat memunculkan emosi jiwa bagi seoranag suami atau istri. Di sinilah bukti cinta kasih yang tulus dari seorang suami atau istri kepada pasangannya di uji. Mampukah ia tetap mendoakan kebaikan-kebaikan untuk pasangannya di tengah segala kekesalan dan kesulitan yang telah diciptakannya.

Dengan terus menerus mendoakan kebaikan bagi pasangan menjadi suatu bukti ketulusan cintanya kepada pasangan. Hanya berharap kebaikan-kebaikan yang akan dataag menghampiri kehidupan mereka. Mendoakan pasangan adalah bukti cinta terdalam seorang suami atau istri kepada pasangannya.

Pada beberapa pasangan, pendampingan dan perhatian terhadap pasangan harus ditunjukkan. Hal ini dapat menjadi bukti kemesraan dan keharmonisan hubungan keduanya. Bahkan pada beberapa pasangan dengan gamblang menunjukkan kehangatan hubungan mereka di sosial media. Dan ini menjadi sah-sah saja selama tidak berlebihan. Sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang telah diperoleh, tidak menjadi masalah.

Dalam beberapa hubungan suami istri, ada yang tidak selalu menampakkan kemesraaannya di ruang publik. Namun bukan berarti mereka tidak mesra atau tidak harmonis atau tidak hangat. Hal ini lebih karena sifat mereka yang tidak ekspresif. Mereka berusaha untuk menunjukkan suatu bentuk cinta yang terdalam, dengan terus menerus berusaha memberikan yang terbaik bagi pasangan, yaitu berupa doa-doa kebaikan bagi pasangan. Ia hanya terfokus untuk memenuhi kebutuhan pasangannya, membahagiakan orang yang dicintainya bukan dengan tujuan agar dibilang  mesra atau harmonis. Namun, karena itu sebagai sesuatu yang sudah sepatutnya dilakukan.

Mendoakan pasangan secara diam-diam akan dapat dirasakan oleh pasangannya dan memberikan efek positif  berupa kebaikan-kebaikan yang muncul dalam diri pasangan. Karena di sana  melibatkan sang Pemilik hati yang akan melembutkan hati dan jiwa pasangan.

Mendoakan Pasangan, Bukti Tidak Perhitungan dalam Hubungan

Terkadang dalam suatu hubungan suami istri, terjadi pola hubungan yang penuh perhitungan. Apa yang diterima seorang suami dari istrinya menjadi suatu acuan untuk ia bersikap terhadap istrinya. Atau sebaliknya, seorang istri yang hanya mau bersika manis bila sang suami memperlakukan dirinya dengan manis pula. Ini suatu gambaran yang ada terjadi dalam hubungan timbale balik antara suami istri saat ini.

Sedangkan yang sepatutnya terjadi dalam hubungan suami istri itu adalah lebih mementingkan kebutuhan pasangan, lebih banyak memberi kepada pasangan. Sedangkan apa yang diterimanya dari pasangan, hendaknya dimaknai bukan sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh pasangan terhadap dirinya. Yang ada dalam pikirannya adalah memberikan sebanyak-banyaknya kebahagiaan untuk pasangan.

Dengan memahami konsep ini, maka pasangan suami istri tidak akan menuntut pasangan untuk membahagiakannya terlebih dahulu, tapi justru berusaha membahagiakan pasangan secara terus menerus. Salah satu cara untuk membahagiakan pasangan adalah dengan mendoakannya secara terus menerus.

Mendoakan pasangan, menjadi suatu bukti tidak adanya perhitungan dalam ia menjalani hubungan suami istri. Ia mengesampingkan semua perlakuan-perlakuan dan perilaku buruk pasangan terhadap dirinya. Ia tidak memperdulikan seberapa banyak kekecewaan yang telah ditorehkan ke dalam hatinya oleh pasangan hidupnya. Ia tak pernah lagi merasakan seberapa banyak kepahitan yang harus ia telan karena sikap pasangan. Ia tetap mendoakan pasangan agar hanya kebaikan-kebaikan yang akan datang dalam kehidupannya di masa mendatang.

Mendoakan Pasangan, Tanda Ia Tak Lepas dari Ingatan

Meletakkan foto pasangan dalam dompet, supaya dapat dilihat sepanjang waktu, berkirim kabar sepanjang hari, menjadikan tanggal pernikahan sebagai personal identity terkadang menjadi suatu cara untuk melekatkan pasangan dalam ingatan, dan mendekatan pasangan dalam pikiran.

Namun, menyisipkan nama pasangan dalam sebuah doa yang dipanjatkan di setiap kesempatan, baik keadaan sibuk maupun lapang, ini berarti suami atau istri memaknai keberadaaan pasangan lebih dari sekedar pengisi waktu saja. Ia mengingatnya sebagai seseorang yang yang layak untuk terus dibawa dalam percakapan paling intim antara makhluk dengan penciptanya.

Sebuah peribahasa mengatakan, “The couple who prays together, stay together”. Doa, seabsurd apapun konsep itu dalam diri seseorang akan menjadi sebuah kekuatan yang sangat besar dalam menjaga sebuah hubungan pasangan suami istri.

Inilah tips kesepuluh dalam merawat cinta kasih suami istri. Dengan menerapkan kesepuluh tips ini diharapkan cinta kasih antara suami istri akan tetap terjaga sehingga keharmonisan hidup berumah tangga tidak lagi menjadi sebuah mimpi. Ia akan menjelma menjadi sebuah realitas hidup yang dapat membawa kebahagiaan bagi pasangan suami istri.

 

Setiabudi, 6 Agustus 2017

 

 

Bahan Bacaan:

Cahyadi Takariawan, Suami Tidak Bisa Sukses Sendirian, dalam : http://www.kompasiana.com/pakcah/suami-tidak-bisa-sukses-sendirian_5528af6d6ea8342a788b45ff