HomeCurhat Nikah & Keluarga SakinahDoa Agar Dijodohkan dengan Fulan
www.pinterest.com

Doa Agar Dijodohkan dengan Fulan

Curhat Nikah & Keluarga Sakinah 0 0 likes 81 views share

Pertanyaan:

Sebagai akhwat, bolehkah  kita berdoa bahwa si Fulan yang akhlaknya baik kelak menjadi  imam kita? Padahal kita kan tidak tahu jodoh kita itu siapa. Apakah doa seperti ini dapat menjauhkan jodoh kita yang sebenarnya?

Jawaban:

Berdoa itu harus selalu disertai niat yang tulus untuk benar-benar mengharap keridhaan Allah Ta’ala, karena hanya Allah Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Oleh karena itu, doa harus jelas maksudnya. Misalnya doa, “Ya Allah, jadikan Fulan itu menjadi imamku”. Mungkin saja Allah mengabulkan dalam berbagai bentuknya. Misalnya, anda tidak berjodoh dengan Fulan, namun ternyata kelak Fulan tinggal di dekat rumah anda dan menjadi imam tetap di masjid yang biasa anda kunjungi. Atau dia menjadi pemimpin organisasi dimana anda menjadi anggotanya. Itu semua juga memiliki makna imam.

Boleh saja berdoa dengan menyebut nama seseorang yang dikehendaki untuk menjadi suami anda, namun tetap menyatakan kepasrahan kepada Allah. Jangan berdoa dengan sesuatu yang ‘memaksa’ Allah, seperti kalimat “Ya Allah jodohkan aku dengan si Fulan”. Kalimat ini sedemikian menutup pintu bagi intervensi Allah yang Maha Agung dan Maha Mengetahui. Seakan-akan manusia lebih mengetahui tentang jodoh yang tepat bagi dirinya, padahal sungguh manusia tidak mengetahui siapa jodohnya.

Maka doa yang disarankan adalah, “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mengatahui segala sesuatu. Maka apabila si Fulan itu baik bagi duniaku, baik bagi agamaku dan baik bagi akhiratku, jadikanlah ia jodohku. Namun apabila si Fulan itu tidak baik bagi duniaku, tidak baik bagi agamaku dan tidak baik bagi akhiratku, maka jauhkanlah ia dari aku, dan berikanlah kepada aku jodoh yang baik bagi dunia, agama dan akhiratku. Sungguh Engkau yang Maha Mengetahui dan Maha Memberi”.

Semoga Allah Ta’ala berikan petunjuk dan kemudahan dalam urusan kebaikan anda. Aamiin.

 

***

Dijawab oleh : Cahyadi Takariawan — Konselor Keluarga di Jogja Family Center (JFC), Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan Direktur Wonderful Family Institute.