HomeRuang KeluargaEvaluasi Perjalanan Keluarga, Perlukah?
www.pinterest.com

Evaluasi Perjalanan Keluarga, Perlukah?

Ruang Keluarga 0 3 likes 1.2K views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Hidup berumah tangga adalah sebuah ibadah seumur hidup. Sebuah perjalanan yang waktunya tidak boleh dibatasi, sampai usia yang mengakhirinya. Oleh karena harus menempuh waktu yang lama, maka sudah pasti akan mengalami banyak peristiwa dan dinamika. Baik dinamika yang terkait dengan kondisi internal rumah tangga, maupun dinamika dengan pihak-pihak di luar keluarga.

Kejenuhan, kelelahan, kekeringan, kegersangan sangat mungkin terjadi apabila tidak ada upaya untuk evaluasi dan perbaikan kondisi. Penyimpangan dan pelanggaran juga mungkin terjadi apabila lemah dalam menjaga diri dan keluarga.  Itulah sebabnya, keluarga harus selalu merefresh kondisi, dengan selalu melakukan evaluasi, introspeksi dan perbaikan semua bagiannya. Lakukan evaluasi secara rutin untuk mengetahui apakah ada bagian yang menyimpang dan tidak sesuai dengan harapan yang sudah dicanangkan bersama.

Pertanyaan Fundamental dalam Rumah Tangga

Ada beberapa pertanyaan untuk mendapatkan jawaban, dalam rangka melakukan evaluasi dan perbaikan kondisi. Hendaknya pertanyaan ini dijawab oleh suami dan istri, dan sekaligus mengupayakan perbaikannya.

1.Apakah hidup berumah tangga kita sudah selalu berada dalam jalan kebenaran, sebagaimana yang Allah dan Rasul tuntunkan?

Pertanyaan ini sangat fundamental, karena kebaikan dan kebahagiaan hidup hanya bisa didapatkan dengan mentaati jalan kebenaran. Jika keluarga membiarkan perbuatan menyimpang dan melanggar ajaran agama, akan menghancurkan keluarga itu sendiri, cepat ataupun lambat.

2. Apakah kita sudah menemukan tujuan-tujuan hakiki dari pernikahan, ataukah kita justru semakin menjauh?

Menikah adalah ibadah yang memiliki sangat banyak tujuan-tujuan mulia. Apakah dalam menjalani kehidupan berumah tangga tujuan-tujuan itu telah terwujudkan? Atau justru semakin terkaburkan?

3. Apakah kita masih berpegang kepada visi berumah tangga untuk menjadi panduan dalam menapaki semua suka dukanya?

Pertanyaan tentang visi menjadi selalu relevan ditanyakan, karena pernikahan sejak awalnya harus visioner. Menikah bukan semata-mata karena pengen atau dorongan syahwat sesaat, namun karena kesadaran untuk mewujudkan visi.

Pertanyaan Kohesivitas Keluarga

Berikutnya ada beberapa pertanyaan untuk mengetahui tingkat kohesivitas antara suami dan istri, serta antar anggota keluarga. Inipun dalam rangka melakukan evaluasi dan perbaikan kondisi. Hendaknya pertanyaan ini dijawab dengan baik, dan sekaligus mengupayakan perbaikannya.

1.Apakah kita sudah semakin saling mengenal, saling mengerti, saling memahami, saling mendukung dan saling menjaga satu dengan yang lain?

Suami dan istri, semakin lama hidup bersama, hendaknya semakin bisa mengenal dengan baik satu dengan yang lainnya. Semakin banyak lapisan kepribadian yang terbuka dan membuat saling mengerti dan mengenal, sehingga kedekatan suami dan istri bisa semakin terbentuk. Demikian pula antara orang tua dengan anak, dan antar anak-anak.

2. Apakah kita selalu bersedia memberikan yang terbaik untuk keluarga : waktu terbaik, perhatian terbaik, perasaan terbaik, pelayanan terbaik, penampilan terbaik, pendidikan terbaik, kata-kata terbaik, doa terbaik untuk keluarga?

Hidup berumah tangga itu membuat semua saling terikat, semua saling tergantung satu dengan yang lain. Tidak bisa semau sendiri, dan tidak peduli dengan yang lain. Maka hendaknya semakin bisa memberikan yang terbaik, dalam segala aspeknya.

3. Apakah kita sudah memiliki kesejiwaan bersama pasangan sehingga membuat kita selalu terikat satu dengan yang lain semakin kuat, serta tak bisa dipisahkan selamanya?

Suami dan istri adalah seperti pilot dan kopilot dalam sebuah penerbangan. Mereka harus kompak dan sejiwa, sehingga penerbangan bisa nyaman dan aman, selamat sampai di tujuan.

Pertanyaan Pendidikan Anak

Berikutnya ada beberapa pertanyaan untuk mengetahui kondisi anak-anak. Ini adalah pertanyaan dalam rangka melakukan evaluasi dan perbaikan kondisi anak-anak agar semakin salih dan salihah sesuai harapan orang tua. Pertanyaan ini dalam rangka untuk mengupayakan perbaikan.

1.Apakah anak-anak sudah mendapatkan pendidikan, pengasuhan, pembinaan dan pendampingan sesuai dengan arahan Allah dan Rasul? Jika belum, apa dan bagaimana usaha kita untuk mewujudkannya?

Pendidikan anak sangatlah penting dan fundamental. Tidak bisa disepelekan, karena menyangkut kebaikan bangsa dan negara di masa depan. Maka harus dipastikan anak-anak mendapatkan pendidikan dan pengasuhan terbaik. Bukan dititipkan begitu saja kepada sekolah, apalagi pembantu rumah tangga.

2. Apakah anak-anak sudah salih dan salihah, serta berada dalam jalan yang benar untuk menggapai kebaikan hidup dunia dan akhirat? Jika belum, apa dan bagaimana usaha kita untuk mewujudkannya?

Anak adalah amanah Allah untuk kita dampingi dan kita tumbuhkan potensi kebaikannya. Anak salih dan salihah adalah dambaan semua keluarga, namun apakah kita sudah bisa mewujudkannya?

3. Apakah anak-anak bisa saling membantu, menjaga, dan menguatkan satu dengan yang lainnya?

Anak-anak harus menjadi tim yang kompak dalam keluarga. Mereka harus saling mengerti dan mendukung dalam kebaikan. Anak-anak adalah penerus sejarah keluarga, dan calon pemimpin bangsa.Dari awal harus dibiasakan untuk saling peduli dan saling mengerti satu dengan yang lain.

Pertanyaan Kondisi Ekonomi dan Keuangan Keluarga

Berikutnya ada beberapa pertanyaan untuk mengetahui ekonomi dan keuangan keluarga. Semua pertanyaan ini dalam rangka melakukan evaluasi dan perbaikan kondisi ekonomi dan keuangan, agar semakin mampu memenuhi berbagai kebutuhan dalam kehidupan.

1.Apakah kita sudah bisa mencukupi semua kebutuhan pokok hidup berumahtangga?

Salah satu persoalan besar dalam hidup berumah tangga adalah ketidakmampuan mencukupi kebutuhan pokok. Konflik kerap terjadi dalam suasana ekonomi yang belum bisa tegak berdiri. Maka hendaknya selalu dievaluasi apakah sudah mampu mencukupi kebutuhan pokok dalam hidup berumah tangga, karena ini menyangkut hajat hidup yang sangat mendasar.

2. Jika belum bisa mencukupi, apa dan bagaimana upaya kita untuk memenuhinya?

Hendaknya suami dan istri berusaha menemukan berbagai alternatif solusi positif untuk pemenuhan semua kebutuhan pokok keluarga. Berbagai peluang usaha bisa dipelajari dan dicoba, disesuaikan dengan kondisi dan situasi. Hidup secara lebih tertib dan teratur agar semua potensi bisa dioptimalkan.

3. Apakah usaha kita sudah optimal untuk mendapatkan sumber keuangan keluarga?

Apakah selama ini kita sudah berusaha secara optimal untuk mendapatkan sumber keuangan keluarga, ataukah masih terlalu santai? Bisa jadi masih ada slot waktu yang bisa digunakan untuk menambah income keluarga.

4. Apakah kita sudah mampu mengelola sumber daya keuangan dengan efektif, efisien, terbuka dan melegakan semua pihak?

Salah satu persoalan sensitif dalam rumah tangga adalah soal pengelolaan keuangan. Kadang terjadi ketidakterbukaan, ketidaktahuan, sehingga pasangan suami istri saling merasa tidak nyaman, bahkan muncul berbagai kecurigaan.

5. Apakah kita memiliki cadangan dan tabungan untuk keperluan penting di masa mendatang?

Menabung, betapapun tidak banyak, diperlukan untuk cadangan kebutuhan di masa yang akan datang. Bukan soal jumlah nominal, namun soal perencanaan kehidupan agar tidak berada dalam situasi buntu akibat tidak memiliki perencanaan.

Demikianlah beberapa pertanyaan dalam upaya melakukan evaluasi, introspeksi dan perbaikan kondisi. Tanpa evaluasi, keluarga akan berjalan mekanis dan bisa kehilangan arah, kehilangan pegangan, serta salah arah. Tentu akan sangat membahayakan bagi semua anggota keluarga.

 

Bandara Adisucipto Yogyakarta, 17 Oktober 2017