HomePernikahanHal-hal Kecil Ini Memicu Pertengkaran Suami Istri
heartsickness

Hal-hal Kecil Ini Memicu Pertengkaran Suami Istri

Pernikahan 0 0 likes 202 views share

Kehidupan berumah tangga sangatlah unik. Suami dan istri sebagai pembentuk utama sebuah keluarga, memiliki corak hubungan yang spesifik. Interaksi di antara suami dan istri lebih spesifik, intim dan tanpa batas. Itu juga yang menyebabkan lebih mudah muncul “konslet” dalam komunikasi keseharian di antara mereka. Hidup bersama dalam waktu yang lama tanpa ada pertukaran peran atau rotasi jabatan, sudah barang tentu banyak menimbulkan persoalan kejenuhan apabila mereka tidak pandai mengelola dan menyegarkan suasananya. Sering dijumpai hal-hal kecil dan sederhana yang secara logika dan akal sehat seharusnya tidak perlu dipersoalkan, dalam kehidupan keluarga justru bisa menimbulkan pertengkaran.

Ada banyak hal sederhana yag bisa memicu pertengkaran suami istri, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kebiasaan dalam kehidupan keseharian
Suami dan istri dilahirkan, dididik dan dibiasakan dalam lingkungan yang berbeda. Masing-masing membawa standar dan kebiasaan yang berbeda dari rumah orang tuanya. Misalnya standar kebersihan dan kerapihan yang berbeda, standar tentang kemewahan dan kesederhanaan yang berbeda, standar tentang kedisiplinan dan toleransi yang berbeda. Hal ini kerap memicu pertengkaran antara suami dan istri.

2. Mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi
Kehidupan zaman sekarang sangat berbeda dengan duapuluh tahun yang lalu. Komunikasi jarak jauh menjadi andalan, sampai menggantikan pertemuan dan komunikasi langsung. Celakanya, hal itupun sudah mulai menggejala dalam kehidupan keluarga. Suami dan istri semakin jarag mengobrol dan bercengkerama secara langsung, namun mengandalkan kepada teknologi untuk berkomunikasi. Ternyata dampaknya bisa membahayakan kehidupan rumah tangga. Sesibuk apapun anda berdua, jangan sampai meninggalkan obrolan langsung. Jangan sampai tidak memiliki waktu untuk bercengkerama berdua bersama pasagan tercinta. Pelukan, elusan, belaian, kecupan disertai obrolan ringan adalah sarana menguatkan ikatan cinta antara suami dan istri. Tidak akan bisa digantikan oleh teknologi secanggih apapun.

3. Terpengaruh oleh romantisme film dan sinetron
Konon, banyak wanita yang mudah terpengaruh oleh sebuah cerita film, sinetron, drama serial, atau kisah dalam novel yang menghadirkan romantisme semu. Kisah cinta sehidup semati atau kisah roman yang berakhir happy ending dalam sebuah film bisa menghipnotis wanita sehingga mereka memiliki harapan dan keinginan yang sangat tinggi akan kehidupan yang penuh nuansa roman. Sering kali hal ini menjadi tuntutan yang tidak mampu dipenuhi oleh suami.

Keterpengaruhan dari kisah roman film tersebut ternyata bisa membuat mereka menjadi tidak bahagia apabila tidak mendapatkan sentuhan romantisme seperti yang mereka temukan saksikan di film dan sinetron. Wanita yang terlalu larut oleh cerita romantis fiksi bisa menjadi pesimis akan cinta, bahkan bisa sampai tingkat putus asa. Merasa tidak mendapatkan cinta dan romantisme dari suami, dan menuduh suaminya tidak normal karena tidak bisa berlaku seperti Pangeran Cinta yang ada dalam kisah novel.

4. Kelelahan dan kurang tidur
Seseorang yang kelehan kerja, kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang buruk bisa membuat lebih mudah marah serta bersikap emosional. Urat-urat yang menegang pada tubuh, rasa lelah dan ngantuk yang tidak tersalurkan dengan tidur, membuat sistem peredaran darah kurang lancar dan membuat kerja jantung menjadi lebih berat.

Suami dan istri yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, atau tidak memiliki kualitas tidur yang baik, menjadi lebih mudah mengalami pertengkaran dalam rumah tangga. Bukan oleh karena persoalan yang berat dan ideologis, bukan karena adanya penyimpangan pada pasangan, namun karena kelelahan fisik dan mental akibat kurang tidur.

5. Kebiasaan “menunda pertengkaran”
Apakah suami istri yang tidak pernah bertengkar itu baik? Belum tentu. Bisa jadi pasangan suami istri yang tidak pernah bertengkar itu justru tengah menunda terjadinya sebuah pertengkaran yag sangat besar. Jika ada perbedaan pendapat di antara suami dan istri, sebaiknya segera dibicarakan dengan baik-baik dan dicari jalan keluarnya secara dewasa. Jangan didiamkan atau dibiarkan saja berlarut-larut.

6. Tidak pernah meminta maaf dan menyelesaikan masalah
Suami dan istri adalah manusia biasa, yang bisa melakukan kesalahan dan dosa. Namun ketika seseorang melakukan kesalahan dan tidak mau meminta maaf kepada pasangannya, akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam hubungan. Bahkan, ternyata meminta maaf saja tidak cukup, jika tidak diikuti dengan upaya perbaikan dan mencari penyelesaian masalah. Suami dan istri harus mau duduk berdua, mengurai persoalan bersama, berkompromi untuk mencari jalan keluar, dalam suasana yang tenang da tidak dikuasai emosi. Hendaklah saling meminta maaf karena persoalan keluarga selalu ada andil dari kedua belah pihak. Jangan sungkan dan berat untuk saling meminta maaf, dan jangan malas untuk membahas penyelesaian masalah. Jangan sampai anda terlalu mengedepankan ego diri sehingga hanya peduli dengan perasaan dan keinginan anda diri sendiri tanpa mau memahami perasaan dan keinginan pasangan.