HomeRuang KeluargaIbu Gorila Ini Bahkan Tidak Memiliki Gadget
gorila

Ibu Gorila Ini Bahkan Tidak Memiliki Gadget

Ruang Keluarga 0 0 likes 341 views share

Gadget, perangkat kecil yang memiliki fungsi dan kapasitas yang sangat besar, bisa menggenggam dunia, namun juga bisa mengakibatkan anak-anak dan orang dewasa meninggal dunia. Gadget telah memberikan sangat banyak manfaat, sangat banyak kemudahan, namun juga telah merenggut banyak nyawa akibat terlalu asyik menggunakannya. Dunia telah berubah karena adanya gadget, corak interaksi, corak komunikasi antar manusia, sudah menjadi sangat berbeda dibandingkan dengan masa-masa sebelum ada gadget.

Berbagai fitur komunikasi, fitur kantor, fitur game, juga fitur hiburan yang disediakan oleh gadget membuat manusia semakin asyik dan merasa hidupnya sudah selesai hanya dengan memegang gadget. Bahkan orang merasa linglung dan pikun, hanya karena sehari tidak memegang gadget. Keasyikan menggunakan gadget membuat banyak orang kehilangan kehati-hatian. Mereka menggunakan gadget pada waktu dan kondisi yang tidak tepat. Bahaya besar bisa mengancam kehidupan manusia.

Yang lebih menyedihkan lagi, dalam dunia pendidikan dan keluarga, terjadi pula penggerusan nilai-nilai kesakralan sebuah ikatan karena kehadiran gadget. Ikatan suami dan istri bisa rusak dengan mudah, karena di tengah mereka ada gadget. Ikatan orang tua dengan anak bisa memudar dengan cepat karena di tengah mereka ada gadget. Duduk bersama di ruang keluarga, bukannya mengobrol dan bercengkerama bersama seluruh anggota keluarga, namun semua asyik dengan gadget masing-masing.

Ibu lebih asyik dengan gadget, ayah lebih asyik dengan gadget, anak lebih asyik dengan gadget. Kehangatan keluarga mereka menjadi hilang, berganti kehangatan dengan gadget. Orang tua membiarkan anak-anak yang masih kecil asyik bermain sendiri, tanpa ditemani, tanpa diawasi, karena mereka tengah asyik dengan gadget. Menganggap lebih penting gadget daripada pengasuhan anak, adalah sebuah bencana kemanusiaan. Bencana sangat besar yang melanda kehidupan di zaman cyber saat ini.

Kasih Sayang Ibu Gorila kepada Anak Demikian Besarnya

Rupanya kita harus diingatkan oleh binatang, bagaimana mereka menyayangi anaknya. Binatang tidak mengenal gadget, mereka tidak disibukkan dengan internet, mereka tidak ribut dengan media sosial. Kehidupan mereka natural, dan ternyata Allah memberikan kepada mereka “perasaan kasih sayang” terhadap anak-anak yang mereka lahirkan. Justru karena mereka tidak mengenal gadget dan internet, waktu mereka tercurah penuh untuk mengurus anak-anak. Banyak binatang yang memiliki naluri keibuan yang sangat besar, dalam pengasuhan anak. Tentu mereka tidak asyik dengan gadget. Bahkan banyak kejadian pada dunia binatang yang sangat menyentuh perasaan kemanusiaan kita. Kejadian dan kisah tentang kasih sayang binatang terhadap anak mereka.

Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan oleh berita dari kebun binatang Frankfurt, Jerman. Seekor induk gorila bernama Shira, telah mengingatkan ketulusan cinta ibu kepada anaknya. Shira tampak sangat sayang kepada sang bayi. Sejak lahir, Shira selalu mengurus si bayi. Saking sayangnya, Shira selalu menggendong anak, tanpa mengetahui bahwa si anak sudah mati seminggu. Banyak media memberitakan, Shira mondar-mandir kebingungan di dalam kebun binatang itu sambil membawa anak dalam dekapan.

Shira tidur bersama mayat anaknya dan setiap pagi, Shira berusaha membangunkan sang anak. Seperti ia tidak bisa menerima kematian anak yang dicintainya. Menurut Direktur Utama kebun binatang Frankfurt Zoo, si bayi gorila sebelumnya baik-baik saja. Tidak ada gejala sakit, akan tetapi pada sore harinya tiba-tiba bayi gorila tersebut meninggal. Tentu saja pihak pengelola kebun binatang Frankfurt sangat kaget dengan kematian bayi gorila tersebut, terlebih-lebih Shira, sang ibu, yang sedemikian menjaga dan merawat anaknya.

ilustrasi-penggunaan-internet-menggunakan-smartphone-huffington-post

Manusia Lebih Cintai Gadget Daripada Anaknya?

Jika tidak berhati-hati dan tidak proporsional, gadget bisa merusak kehangatan hubungan orang tua dengan anak. Orang tua disibukkan dengan gadget mereka, sehingga tidak mempedulikan kondisi anak. Gadget berubah menjadi sihir yang sangat memukau dan mengasyikkan. Dimensi waktu menjadi kacau balau. Sudah asyik dengan gadget selama empat jam, merasa seperti hanya empat menit atau empat puluh menit saja. Waktu efektif terbuang dengan sangat cepat, dan tiba-tiba hari sudah malam dan akan segera berganti hari lagi.

Sudah sangat banyak kejadian di berbagai negara, akibat keasyikan dengan gadget, anak-anak menjadi korban hingga meninggal dunia. Media pernah ramai memberitakan, seorang balita usia dua tahun meninggal dunia tertabrak mobil, di depan mal Zhengzhou, Tiongkok. Balita itu lepas dari pantauan sang ibu yang tengah asyik dengan smartphone-nya. “Awalnya balita itu bermain-main di trotoar, lalu berlari ke jalanan dan tertabrak mobil,” ujar saksi mata.

Beberapa media lokal Jawa Timur memberitakan kejadian serupa di Surabaya. Seorang ibu tidak menyadari anak dan keponakannya tenggelam di kolam renang hingga meninggal dunia, karena ia tengah sibuk dengan smartphone-nya. Insiden itu telah merenggut nyawa dua anak yang masih kecil, keduanya belum genap berumur 9 tahun.

Tak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana kedua anak kecil itu bisa tenggelam. Namun sang ibu terlambat menyadari adanya insiden tersebut. Saat ia mencebur ke dalam kolam untuk menyelamatkan anak dan keponakan, keduanya sudah tidak bisa diselamatkan. Mungkin saja sang ibu merasa hanya sebentar saja bermain gadget, karena saking asyiknya, semua terasa sangat sebentar. Rasanya hanya sesaat, namun ternyata sudah cukup lama, hanya saja tidak terasa karena saking asyiknya. Penyesalan akan dirasakan seumur hidupnya.

Maka, mari lebih berhati-hati menggunakan gadget. Jaga buah hati, sayangi buah hati, rawat dan didik buah hati. Utamakan mengurus mereka, bukan gadget anda. Ciptakan keasyikan dengan mereka, bukan dengan gadget anda.