HomePranikahJatuh Cinta : Masihkah Dari Mata Turun ke Hati?
ilustrasi : www.pinterest.com

Jatuh Cinta : Masihkah Dari Mata Turun ke Hati?

Pranikah 0 1 likes 815 views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Pernah mendengar istilah “dari mata turun ke hati?” Biasanya itu istilah untuk menjelaskan fenomena orang yang jatuh cinta karena bermula dari pandangan mata. Bahkan ada lagi tambahan, “jatuh cinta dari pandangan pertama”. Namun, benarkah fenomena ketertarikan dan jatuh cinta selalu bermula dari mata turun ke hati?

Realitasnya, perilaku laki-laki dan perempuan sangat berbeda dalam hal apa yang membuat mereka jatuh cinta. Pada umumnya, ketika perempuan jatuh cinta, memiliki banyak penilaian dan pertimbangan mengenai teman laki-lakinya, seperti misalnya apakah dia adalah lelaki yang bertanggungjawab? Apakah dia nantinya bisa memimpin dan membimbing keluarga? Ini menjadi bagian dari pertimbangan banyak perempuan saat merasakan kedekatan dengan teman lelaki.

Sebaliknya, laki-laki lebih menyukai hal-hal yang fun dan tidak terlalu banyak pertimbangan. Kebanyakan laki-laki suka dengan perempuan yang bisa mentoleransi gaya becanda dan selera humor yang terkadang bisa sangat sensitif bagi perempuan. Banyak laki-laki betah menjalin hubungan dengan perempuan yang nyaman diajak bersenang-senang setiap waktu.

Makhluk Visual dan Makhluk Perasaan

Laki-laki mudah tertarik oleh sesuatu yang masuk dalam pandangan matanya. Itu yang sering disebutkan bahwa laki-laki adalah makhluk visual. Sebuah studi yang diselenggarakan oleh Meidicis Aesthetics terhadap 1000 responden laki-laki dan perempuan. Para responden diberi pertanyaan mengenai hubungan, pernikahan, dan perceraian. Studi itu menemukan bahwa laki-laki sangat mementingkan faktor penampilan fisik. Ini semakin menguatkan argumen bahwa lelaki adalah makhluk visual.

“Laki-laki jatuh cinta pada apa yang dilihat, sedangkan perempuan baru jatuh cinta pada apa yang mereka rasakan,” ujar psikolog Nikki Martinez. “Hati yang tulus dan perilaku yang baik, tidak langsung segera membuat laki-laki jatuh cinta,” imbuhnya.

Ini yang sering disebut orang dengan ungkapan “dari mata turun ke hati”. Ungkapan ini adalah laki-laki banget, karena perempuan tidak berperilaku seperti itu. Rata-rata perempuan tidak cukup tertarik hanya oleh sesuatu yang masuk melalui penglihatan matanya. Mereka pada umumnya memiliki pertimbangan yang lebih dewasa dalam memutuskan, tidak semata-mata karena faktor-faktor visual. Ganteng dan macho itu penting, namun perempuan tidak semata-mata menjadi tertarik hanya karena lelaki yang ganteng dan macho.

Perempuan menghendaki lelaki yang nantinya akan bisa membahagiakan hatinya. Perempuan lebih cenderung menjadi makhluk perasaan. Mereka akan mudah tertarik oleh sesuatu yang masuk ke dalam hati dan perasaannya. “Lelaki dan perempuan berhubungan secara berbeda. Perempuan lebih emosional mengenai cinta. Perempuan bisa jatuh cinta pada laki-laki yang awalnya tidak menarik perhatiannya, hanya karena lelaki itu berperilaku baik. Laki-laki? Tidak bisa,” jelas Nikki Martinez.

Ketika perempuan berinteraksi dengan lelaki yang secara fisik biasa saja, namun karena lelaki tersebut menunjukkan sikap dan perilaku yang membuat perempuan merasa nyaman dan tenang, yang kata-kata lelaki tersebut bisa masuk dalam perasaannya, maka akan membuatnya menjadi tertarik. Tidak memerlukan wajah yang macho dan ganteng untuk menaklukkan hati perempuan, namun cukup perlu masuk ke hati dan perasaan perempuan yang membuat dirinya merasa nyaman secara emosional.

Berbeda dengan kebanyakan laki-laki. Ketika seorang laki-laki jatuh cinta, dia akan segera melakukan apa saja untuk mendapatkan perempuan incaran mereka. Jika mereka sudah yakin dengan segalanya tanpa banyak menunggu, dia akan segera melamar Anda. “Secara natural, laki-laki memang lebih impulsif ketika berurusan dengan hati. Sebaliknya, perempuan lebih berhati-hati dalam memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan komitmen,” ujar Nikki Martinez.

“Laki-laki bisa begitu saja memulai hubungan baru ketika mereka merasa sangat cocok. Mereka tidak mau menunggu sehingga merasa benar-benar pasti, seperti layaknya perempuan,” jelasnya.

Maka Berhati-hatilah

Hal ini harus menjadi kehati-hatian bagi laki-laki dan perempuan dalam berinteraksi agar tidak mudah terkecoh dan tersihir hanya oleh karena pandangan mata atau karena ketertipuan lain yang bersifat semu. Seperti tertipu oleh “kebaikan” lelaki, padahal itu hanyalah tampilan semu untuk mengelabui perempuan. Milikilah ketajaman mata hati dalam melihat mana yang semu dan mana yang hakikat. Jangan sampai tertipu dan salah dalam memilih.

Tetaplah menjadikan iman sebagai pondasi dalam menentukan pilihan, dalam menjatuhkan hati, dalam menetapkan cinta. Iman adalah landasan dalam berbagai bidang kehidupan, apalagi dalam menentukan pasangan hidup yang akan berdampak sangat panjang. Dunia akhirat. Jangan tertipu oleh casing, jangan tertipu oleh penampilan, jangan tertipu oleh rayuan dan kata-kata.

 

Pangkalanbun, 12 November 2017

 

Sumber:

http://sea.askmen.com/dating-sex/363/article/how-men-and-women-fall-in-love