HomeRuang KeluargaJendela Virtual Keluarga Itu Bernama Media Sosial
menggunakangadget

Jendela Virtual Keluarga Itu Bernama Media Sosial

Ruang Keluarga 0 0 likes 311 views share

Kita semua mengetahui dan pernah melihat jendela. Di rumah kita, di kamar kita, hampir selalu ada jendela, bahkan jumlahnya bisa lebih banyak dari jumlah penghuninya. Sangat banyak manfaat jendela, di antaranya adalah untuk ventilasi, namun juga sarana interaksi dan komunikasi. Mengapa bisa menjadi sarana interaksi dan komunikasi? Coba perhatikan perilaku tetangga atau teman kita, bahkan mungkin perilaku kita sendiri.

Saat di dalam kamar mendengar suara tukang baso keliling, dengan cepat membuka jendela dan memesan baso lewat jendela. Ini contoh fungsi jendela sebagai sarana interaksi dan komunikasi. Dengan jendela, begitu mudah kita bisa melihat dunia di luar kita. Kamar kita terlalu sempit namun menjadi luas karena memiliki banyak jendela. Selain itu, jendela juga bermakna akses, yang menghubungkan kita dari satu ruang ke ruang lainnya. Lewat jendela kita bisa melihat dan mengetahui aktivitas orang lain. Mengenal kepribadian orang lain.

Jendela Virtual

Pada zaman kita hidup saat ini, jendela bukan hanya terbuat dari kayu atau besi yang terpasang di rumah kita. Namun yang lebih dekat lagi adalah jendela virtual yang tergenggam di tangan kita masing-masing. Jendela yang selalu kita bawa ke mana-mana. Jendela yang menyita sebagian waktu kita. Berada di dalam smartphone dan gadget kita. Sangat dekat bahkan melekat dengan diri kita di mana pun kita berada. Itulah yang saya maksudkan sebagai jendela virtual. Jendela yang tidak berbentuk fisik.

Semua fitur komunikasi kita adalah jendela. WhatsApp, Line, Facebook, Instagram, Telegram, web, blog dan lain sebagainya adalah jendela. Fitur-fitur itu membuka bahkan menelanjangi diri kita. Semua tentang diri kita bisa dibaca dan diketahui pihak lainnya. Sebagaimana kita bisa mengetahui segala sesuatu tentang orang lainnya. Tanpa sadar, kita telah membuka bagian-bagian dari kehidupan kita untuk kita sharing secara sangat terbuka. Bagi masyarakat Indonesia yang dikenal sangat sosial, sepertinya aneka fitur komunikasi ini memang sangat pas.

Sebagai contoh sederhana, saya belum pernah ketemu Mas Jody, pemilik akun @jody_waroeng di Instagram. Beliau adalah pengusaha kuliner yang sangat terkenal di Indonesia. Walaupun samasama tinggal di Yogyakarta, saya belum pernah bertemu muka dengan beliau.

Namun syukurlah beliau membuka jendela. Melalui Instagram, saya mengetahui bahwa Mas Jody memiliki hobi olahraga fitness, hobi motor gede dan hobi silaturahmi. Saya menjadi tahu bahwa Mas Jody sejak sekolah SMU sudah biasa naik motor dari Solo ke Surabaya, bolak-balik. Beliau memang pecinta motor, dan sering melakukan touring  bersama komunitas teman-teman beliau. Melalui Instagram, saya jadi mengenal dan hafal wajahnya. Moga suatu ketika ada kesempatan bertemu beliau.

Saya juga menjadi merasa dekat dengan tokoh-tokoh hebat seperti Dik Ustadz Salim A. Fillah, Mbak Helvy Tiana Rosa, Mbak Asma Nadia. Saya menjadi mengerti kegiatan, kesibukan, pemikiran, dan sepak terjang para tokoh inspiratif tersebut melalui jendela virtual. Setiap hari serasa bertemu tokoh hebat, dan bisa memberi saya inspirasi dan motivasi untuk selalu berbuat, bekerja, berkarya, melakukan hal terbaik yang saya bisa, bagi keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan peradaban dunia.

Kita juga dengan mudah dan leluasa melihat ketegaran dan kerapuhan seseorang melalui media sosial mereka. Banyak orang menulis kepahitan, kesengsaraan, kepedihan, dengan bahasa yang melow, yang menandakan kerapuhan dan ketidaktegaran menghadapi persoalan kehidupan. Saya sedih membaca status orang di Instagram yang mengharu-biru, bercerita secara galau dan melow. Betapa rapuh jiwa mereka, mengekspos kesedihan dengan semena-mena tanpa menyadari bahwa tulisan itu bisa dibaca oleh masyarakat seluruh dunia.

Ingatlah selalu, Anda adalah apa yang Anda tulis di media sosial. Semua dari kita memiliki jendela untuk melihat dunia lain, dan mendapatkan keterpengaruhan dari pihak lain. Bisa positif, bisa negatif. Jendela ini mengajak kita mengerti beragam corak manusia, dan beragam isi dunia. Maka, betapa penting filter nilai dalam diri kita untuk bisa bersikap secara bijak, tepat dan dewasa, ke arah mana jendela kita buka.

Beginilah corak perkenalan dan persahabatan manusia di zaman cyber. Sekarang kembali kepada kita: untuk apa itu semua? Jika untuk tujuan kebaikan, insyaallah akan mendatangkan kebaikan pula. Namun jika untuk tujuan yang jahat, pasti akan membawa mudharat. Maka tanya kepada diri sendiri. Untuk apa itu semua?

Jendela Dan Keluarga

Jendela virtual ini telah membawa sejumlah dampak dalam kehidupan pribadi dan keluarga. Berbagai hal bisa “masuk dan keluar” melalui jendela virtual. Ada dampak yang bisa positif dan bisa pula negatif, tergantung bagaimana menyikapi itu semua. Maka hendaknya semua keluarga pandai bersikap secara bijak terhadap fenomena zaman cyber saat ini.

Semua anak kita memiliki banyak jendela untuk melongok dunia yang sangat luas tanpa batas. Mereka bisa mengeksplorasi informasi  -dari yang positif sampai yang negatif- dengan sangat mudah tanpa ada kendala. Jendela ini menjadi sangat berbahaya bagi anak-anak kita apabila mereka tidak memiliki fondasi nilai-nilai yang harus dijadikan pegangan dan rujukan. Jendela tersebut bisa memasukkan racun yang sangat berbahaya dalam jiwa, pikiran dan hati anak-anak kita, apabila mereka tidak mengerti nilai-nilai yang harus dipegangi.

Pada saat yang sama, jendela itu juga membuat mereka menjadi pandai, cerdas dan mengenal banyak kebaikan. Mengaji, belajar agama, mendapatkan motivasi dan inspirasi kebaikan, karena tinggal membuka jendela yang ada dalam genggamannya. Jendela ajaib yang bisa membuat mereka mengerti dunia apa saja, tinggal membuka. Fondasi keimanan akan menuntun anak-anak membuka jendela pada arah yang baik dan benar, serta menutup jendela pada arah yang jahat dan munkar. Orang tua harus bijak menerapkan standar dan aturan bagi anak-anak, saat mereka mulai memiliki jendela virtual ini.

 

sumber gambar : semarangpos.com