HomePernikahanIngin Asyik Mengobrol dengan Pasangan? Lakukan 8 Hal Ini
ilustrasi : www.pinterest.com

Ingin Asyik Mengobrol dengan Pasangan? Lakukan 8 Hal Ini

Pernikahan Ruang Keluarga 0 0 likes 2K views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

 

Di sebuah rumah, pada suatu malam. Sepasang suami istri tengah berduaan di ruang keluarga.

“Bang, ayo kita ngobrol dong. Ada hal penting yang pengen aku sampaikan kepada Abang….”, ungkap sang istri.

Sang suami diam saja. Masih asyik dengan gadgetnya.

“Bang ayo jawab dong Bang… Jangan diam saja begitu…”

Suami masih diam dan asyik bermain gadget.

“Apa sih Bang yang harus aku lakukan… Aku bingung menghadapi Abang nih…..”

Suami masih diam. Masih terus asyik bermain gadget.

“Tolong Bang bilang, apa yang harus aku lakukan…..”

“Satu saja yang harus kamu lakukan. Diam kamu”, jawab sang suami.

Dan sang istri pun masuk kamar sambil menangis……….

**********

Mengapa Sulit Berkomunikasi?

Komunikasi suami istri merupakan kunci keharmonisan dan kebahagiaan keluarga. Namun sangat disayangkan, justru banyak pasangan suami istri yang cenderung mengabaikannya. Menganggap tidak penting untuk selalu berkomunikasi dengan pasangan, karena disibukkan oleh pekerjaan dan berbagai urusan lain.

Jika menghendaki kualitas hubungan yang bagus maka jangan biarkan komunikasi anda dan pasangan terkendala, karena akan berdampak panjang dalam kehidupan anda. Sesibuk apapun anda, harus menyempatkan mengobrol dan mendengarkan keluh kesah pasangan.

Sering kali, ketika mengobrol atau menyampaikan curhat kepada pasangan, sepertinya tidak mendapat respon atau tanggapan yang positif. Hal seperti ini terjadi lebih banyak disebabkan oleh karena ketidaktepatan dalam membangun komunikasi. Banyak suami dan istri yang tidak mengetahui cara-cara mengobrol dan membangun komunikasi yang efektif.

Tips Asyik Mengobrol dengan Pasangan

Supaya, komunikasi dengan pasangan bisa berjalan lancar, berikut beberapa tips ringan untuk memulai pembicaraan dengan pasangan.

1. Lapangkan hati dan perasaan

Jangan mengobrol dengan pasangan saat hati sedang emosi, atau perasaan sedang marah. Karena hal itu akan menimbulkan banyak kesalahpahaman. Pastikan hati anda dalam keadaan nyaman dan lapang, tidak sedang meledak-ledak emosinya.

Komunikasi tidak akan efekltif jika dilakukan dalam suasana hati dan perasaan yang kalut, tidak lapang, dan penuh kemarahan.

2. Bicara saat anak-anak sudah tidur

Salah satu ‘gangguan’ komunikasi pasangan suami istri adalah aktivitas anak-anak, terutama yang masih kecil. Suami dan istri harus melayani dan menemani berbagai macam keperluan anak-anak, sehingga membuat mereka berdua tidak bisa leluasa mengobrol.

Maka saat anak-anak mulai terlelap, merupakan waktu yang tepat bagi suami dan istri untuk menghabiskan waktu bercengkerama berduaan. Coba cari tahu suasana hati pasangan dengan memulai topik pembicaraan ringan yang menyenangkan. Obrolan bisa dimulai dari cerita apa saja, untuk masuk ke hal-hal yang inti.

3. Sesekali keluar berduaan

Saat sudah menikah, anda dan pasangan tidak boleh melupakan romantisme hubungan, misalnya sesekali waktu keluar malam berdua. Kencan seperti ini penting untuk makin mendekatkan hubungan dengan pasangan. Apalagi mengunjungi tempat tempat favorit dan bersejarah dalam kehidupan anda berdua.

Keluar di sini tidak mesti bermakna mengeluarkan biaya karena menginap di hotel atau makan di restoran. Bahkan keluar berdua mungkin sekedar nongkrong berdua di taman atau di perpustakaan, atau di tempat tempat lain yang tenang dan romantis.

4. Jadilah pendengar yang baik

Sering terjadi suami dan istri mendominasi pembicaraan, tanpa mau mendengarkan pasangan. Suasana ini menyebabkan ketidaknyamanan dalam komunikasi lebih lanjut, karena pasangan merasa tidak diperhatikan.

Jika anda ingin didengar, pasangan andapun ingin didengar juga. Jika selama ini keluhan anda tidak diperhatikan, mungkin anda pun tak pernah memperhatikan keluhan pasangan. Maka mulailah dengan menjadi pendengar yang baik. Jangan memotong pembicaraan pasangan.

5. Nonaktifkan seluruh alat komunikasi

Dunia tidak akan kiamat jika anda nonaktifkan berbagai alat teknologi komunikasi saat berduaan dengan pasangan. Ingat waktu berduaan seperti itu mungkin sangat langka dan sangat mahal harganya, maka jangan disia-siakan.

Matikan seluruh alat komunikasi yang bisa mengganggu kehangatan anda dengan pasangan. Dengan cara itu, anda berdua bisa lebih fokus saling mendengar keluhan dan obrolan. Banyak pasangan suami istri saat bertemu berduaan justru sibuk dengan gadget masing-masing, sehingga mereka tidak membangun kedekatan emosi dengan pasangan.

6. Cari waktu yang tepat

Pemilihan waktu juga memiliki peran yang penting dalam membangun kehangatan hubungan dengan pasangan. Maka pilihlah waktu yang tepat untuk memulai pembicaraan sehingga memungkinkan terbentuk suasana yang akrab dan intim.

Jangan pernah melakukan komunikasi panjang saat pasangan baru tiba dari tempat kerja. Beri waktu sekitar tiga puluh menit untuk bersantai dulu sebelum anda ajak mengobrol. Jika pasangan mulai terlihat relaks, cobalah mulai membuka topik pembicaraan.

7. Jangan mendominasi pembicaraan

Salah satu kendala dalam berkomunikasi adalah adanya pihak yang mendominasi pembicaraan. Suami atau istri yang terlalu dominan sehingga pasangannya tidak diberi kesempatan berbicara dan mengungkapkan pendapat atau curahan hatinya. Suasana ini menciptakan ketertekanan dan kemalasan untuk mengobrol lebih lanjut.

Oleh karena itu pada saat mengobrol dengan pasangan, jangan ada satu pihak yang mendominasi pembicaraan. Berbicaralah dengan bergantian, saling mendengarkan, saling memperhatikan, saling menghormati, saling menghargai.

8. Jangan mendramatisir suasana

Kadang-kadang dalam menyampaikan suatu persoalan, tampak ada suasana yang didramatisir. Hal ini membuat pasangan merasa tidak nyaman. Para istri hendaknya bisa menahan diri agar bisa mengatasi perasaan pada saat akan menyampaikan suatu persoalan. Isak tangis istri seringkali mengganggu suasana pembicaraan dengan suami, karena suami menganggap sang istri telah mendramatisir suasana.

Bukan berarti tidak boleh menangis, namun harus bisa mengendalikan diri agar tidak cepat-cepat menangis; atau menangis tidak pada waktu yang tepat. Jika tampak ada suasana yang didramatisir, akan menjadi sumbatan dan kendala untuk meneruskan obrolan dan pembicaraan berikutnya.

Demikianlah beberapa tips ringan agar anda berdua bisa membangun kedekatan hubungan emosional melalui obrolan dan curhat dengan pasangan. Selamat merayakan cinta bersama pasangan anda.