HomePernikahanKalau Raisa Menikah, Emangnya Kenapa?
raisa

Kalau Raisa Menikah, Emangnya Kenapa?

Pernikahan 0 0 likes 1.8K views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Konon bakal  ada Hari Patah Hati Nasional (HPHN) saat Raisa menikah nanti. Hmmh, benarkah ? Lalu kamu juga ikut merayakan  HPHN tersebut? Jika iya, mungkin kamu sedang mengidap Celebrity Worship Syndrome (CWS), yaitu obsesi yang berlebihan terhadap idola. Kamu menjadi sangat sedih, cemburu, marah dan merasa patah hati karena Raisa idolamu menikah dengan orang lain. Mengapa tidak menikah dengan aku? Begitu suara hati orang yang mengidap CWS.

Seorang lelaki mengatakan, “Raisa itu cantik tapi bodoh”. Saat ditanya mengapa Raisa dikatakan bodoh? “Karena tidak memilih aku menjadi suaminya”, jawabnya. Lelaki yang lain mengatakan, bahwa dirinya tidak jadi menikah dengan Raisa adalah masalah beda keyakinan. “Saya yakin mau menikah dengan dia, dan dia yakin tidak mau menikah dengan saya”, jelasnya soal beda keyakinan itu. Sama-sama yakin, namun hal yang diyakini sangat bertolak belakang. Ada lagi yang menyatakan, antara dirinya dengan Raisa terjadi salah paham. “Dia yang salah —karena tidak mau menikah dengan saya. Dan saya yang paham —bahwa saya sangat ingin memilikinya”, begitu penuturannya.

Nikahi Seseorang yang Menerima Dirimu Apa Adanya

Menikah itu adalah bab memilih seseorang yang bisa menjadi sahabat untuk menjalani kehidupan. Seseorang yang menjadi belahan jiwa, untuk saling menguatkan dan saling menjaga dalam kebaikan. Seseorang yang bersedia menerima dirimu apa adanya. Seseorang yang bersedia menemanimu dalam suka dan duka, dalam tawa dan air mata, dalam berbagai dinamika sepanjang rentang kehidupanmu. Mencari teman bersenang-senang, sangat mudah dan sangat banyak. Mencari teman yang tetap setia pada masa-masa menderita, tidaklah mudah.

Tentu kamu berhak memilih siapa calon istri, yang sesuai dengan harapan ideal kamu. Namun hidup itu tidak cukup hanya dengan harapan dan idealitas semata. Meskipun kamu mengidolakan seseorang, mengharapkan seseorang, memiliki idealitas yang ada pada diri seseorang, namun jika orang itu tidak bisa menerima kamu, tentu kamu tidak akan bisa memaksanya. Apa bahagianya, apa senangnya, apa bangganya, kalaupun kamu berhasil memaksa seseorang menjadi istri kamu? Apakah kamu bahagia jika seseorang merasa terpaksa saat menerima kamu menjadi suaminya?

Ada sangat banyak perempuan yang akan bisa menerima dirimu apa adanya, yang akan bersedia menjadi belahan jiwamu, menjadi sahabatmu dalam suka dan duka, menjadi pasangan hidupmu dalam menjalani kehidupan. Maka bukalah mata, buka telinga, buka hati, buka pikiran, buka perasaan, karena kamu adalah lelaki yang masih bebas menentukan pilihan. Kamu sudah mengetahui kriteria memilih istri yang sesuai ajaran agama, “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya atau karena agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Jangan terjebak casing dan penampilan, karena itu tidak kekal. Mungkin kamu terpesona oleh kecantikan seorang perempuan yang memang sangat cantik. Namun ketahuilah, yang terpesona oleh kecantikannya bukan hanya kamu. Yang tergila-gila pada perempuan cantik itu bukan hanya dirimu. Yang obsesif ingin menikahi perempuan itu bukan hanya kamu. Sangat banyak lelaki berebut ingin mendapatkannya. Maka lihatlah dengan pandangan hati nurani, dengan mata jiwa, bukan semata-mata pandangan lahiriyah saja. Agar kamu tidak mudah terpesona dan tergila-gila oleh kecantikan perempuan yang cantik jelita.

Setelah benar kriteria yang kamu tetapkan, maka harus benar pula dalam cara dan proses menuju gerbang pernikahan. Jangan menggunakan segala cara demi mendapatkan si dia. Sampai ada semboyan “cinta ditolak dukun bertindak”. Ini jelas tidak benar, dan tidak akan menghantarkan kamu kepada kebahagiaan hakiki. Dengan cara dan proses yang benar, insyaallah kamu akan lebih terbimbing untuk mendapatkan calon istri yang salihah, yang akan bisa mendampingimu dalam semua kondisi.

Tidak Perlu Alasan Akademik

Mungkin saja kamu merasa memiliki semua persyaratan sebagai sosok lelaki ideal. Tampan, macho, kaya, cerdas, bertubuh tinggi dan atletis, sehat jasmani dan ruhani, taat ibadah, beriman serta bertaqwa, juga berakhlak mulia. Kamu merasa tidak pernah melakukan kejahatan yang bisa kamu buktikan dengan Surat Keterangan Berkelakuan Baik ataupun Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Kamu yakin bahwa dirimu tidak senang maksiat, dan selama ini hidup kamu baik-baik saja. Terjauhkan dari narkoba dan hal-hal merusak lainnya. Pokoknya kamu merasa, segala jenis kebaikan sudah ada pada dirimu.

Meskipun demikian, bukan berarti semua perempuan pasti akan mau menjadi istrimu. Bukan berarti perempuan yang kamu inginkan menjadi istri akan mudah menerima dirimu karena ‘kesempurnaan’ yang kamu miliki. Kamu tidak perlu heran jika ada perempuan menolak dirimu, padahal kamu yakin semua kriteria kesalihan lelaki ada padamu. Kamu tidak bisa memaksa perempuan manapun untuk mau menerima dirimu dan menikah denganmu. Siapapun berhak menolak, siapapun berhak menerima, karena setiap orang memiliki alasan dan harapan.

Itu dengan catatan, ketika dirimu memiliki sangat banyak kelebihan dan keutamaan, sebagai lelaki ideal. Apalagi jika ternyata dalam dirimu ada sangat banyak kekurangan dan kelemahan, tentu ada semakin banyak alasan pula bagi perempuan untuk tidak menerima dirimu sebagai calon suaminya. Padahal dalam kenyataannya, tidak ada lelaki sempurna hidup di zaman kita ini, sebagaimana pula tidak ada perempuan sempurna. Yang ada hanyalah lelaki biasa saja, dan untuk itu ia harus rela menikah dengan perempuan yang biasa saja, lalu mereka berdua berproses menuju kondisi yang lebih baik darisebelumnya.

Ketika perempuan yang kamu inginkan menjadi istri menolak dirimu, dia bahkan tidak perlu memberikan alasan. Tidak perlu alasan yang akademis, mengapa ada perempuan menolak dirimu. Kamu juga tidak perlu memaksanya untuk menyampaikan alasan, “Mengapa kamu tidak mau menjadi istriku?” Jika perempuan itu hanya menjawab, “Pokoknya tidak mau”, itupun sudah cukup. Ada hal-hal dalam diri perempuan yang tidak semuanya bisa diungkapkan. Walaupun secara nalar ia mengetahui semua kelebihan dan kebaikanmu, namun secara hati ia merasa tidak cocok denganmu.

Saat ia merasa tidak cocok, mungkin sulit baginya untuk menjelaskan, apa yang tidak cocok itu. Dia hanya merasa, bahwa ada ketidakcocokan, dan itu sudah cukup untuk menjadi poin ketidaksediaannya menikah denganmu. Jadi, jangan memaksa dirinya untuk menyampaikan alasan-alasan akademik yang bagimu masuk akal untuk menolak dirimu. Ini masalah hati, masalah ‘klik’ dan chemistry yang dirasakan antara dirinya dengan dirimu. Mungkin ia merasa, kok tidak ada rasa apa-apa. Kok tidak ada ‘klik’ sama sekali, hambar-hambar saja. Maka cukup bagi dirinya untuk tidak bersedia menjadi istrimu, karena ia berharap ada lelaki salih lainnya yang lebih memiliki kecocokan hati dengannya.

Nah, cukup jelas bagimu, menikah itu memerlukan kecocokan dan penerimaan, lahir batin. Menikah tidak bisa didasarkan pada paksaan. Maka jika kamu tidak berhasil menikahi perempuan yang kamu inginkan, ingatlah bahwa masih sangat banyak perempuan lain yang akan bisa menerima dirimu.

Jadi, kalau Raisa menikah, emangnya kenapa? Apakah menjadi kiamat bagimu? Tidak kan? Maka biarkan Raisa menikah dengan siapapun yang ia mau. Sedangkan kamu, masih sangat banyak perempuan salihah yang siap menjalani hidup bersamamu, siap menerima dirimu, dan siap menjadi belahan jiwamu. Tidak perlu ikut merayakan HPHN, tidak perlu ikut menderita CWS seperti orang-orang lainnya.

Buka hati, buka jiwa, untuk hadirnya cinta.

 

 

Mertosanan Kulon, 1 September 2017