www.pinterest.com

Kapan Kamu Nikah Nak?

Curhat Nikah & Keluarga Sakinah 0 0 likes 84 views share

Pertanyaan:

Saya akhawat berusia 28 tahun dan belum menikah. Setiap kali telepon orangtua selalu bertanya kapan akan menikah dan sudah bertemu dengan si jodoh atau belum. Karena saya belum menikah inilah menjadi suatu kekhawatiran bagi orang tua, terutama Mamah dan saya tidak tega jika ini menjadi pikiran bagi Mamah.

Setiap kali ditanya mengenai hal ini, akan menjadi pikiran bagi saya dan pasti membuat saya menangis. Saya selalu bilang mohon do’anya saja Mah.. Semoga segera dipertemukan dengan yang baik akhlaknya dan agamanya. Alhamdulillah doa dan ikhtiar saya tidak pernah putus. Saya  mencoba memasukan CV taaruf di lembaga ta’aruf sudah hampir 6 bulan terakhir ini tapi belum juga ada jawaban.

Saya harus bagaimana Ustadz? Selalu kepikiran karena umur sudah 28 tahun, sampai-sampai mengerjakan tesis pun berantakan hingga saat ini belum selesai.

Jawaban:

Masyaallah, sangat bisa dipahami kondisi dan kesedihannya. Akan tetapi anda hendaknya tetap optimis dengan rahmat Allah yang sangat luas tanpa batas.

Pertama, tentang sikap terhadap pertanyaan orang tua. Pahamilah ini sebagai bentuk cinta, dan sekaligus tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuan. Jadi, ini pertanyaan yang sangat wajar, maka sikapi secara wajar pula. Ubahlah respon anda atas pertanyaan tersebut, tidak dengan keselisahan dan kesedihan, namun pahami itu sebagai doa dari orang tua yang semoga semakin mempercepat diijabah oleh Allah.

Anda juga sudah bersikap positif dengan memasukkan CV ke lembaga ta’aruf. Ini bagian dari upaya  dalam mendapatkan jodoh. Jika belum ada respon, yakin saja bahwa jodoh tidak akan tertukar sebagaimana rejeki tidak akan tertukar. Semua memerlukan kesabaran dan kekihklasan dalam menjalaninya.

Selain melakukan ikhtiar melalui lembaga ta’aruf tersebut, anda juga bisa melakukan iktiar yang lainnya. Karena kita tidak pernah tahu, dari pintu yang manakah Allah akan memberikan jodoh kepada kita. Perempuan boleh dan bisa melakukan usaha yang proaktif untuk mendapatkan jodoh, seperti dibolehkannya perempuan menawarkan diri kepada seorang lelaki salih, atau perempuan proaktif melamar seorang lelaki salih. Bisa juga melalui bantuan perantara untuk mencarikan suami, seperti melalui orang tua, saudara, kerabat, maupun sahabat yang terpercaya.

Baca pula : http://keluarga.or.id/perempuan-boleh-menawarkan-diri-kepada-laki-laki-untuk-dinikahi/

Saya menyarankan, sebaiknya saat ini anda justru fokus untuk segera menyelesaikan tesis agar selesai. Kerjakan apa yang bisa anda kerjakan. Fa idza faraghta fanshab, wa ila Rabbika farghab. Semoga Allah berikan kemudahan dan keberkahan dalam urusan jodoh anda dan dalam tesis anda. Aamiin.

Semoga Allah Ta’ala berikan petunjuk dan kemudahan dalam urusan kebaikan anda. Aamiin.

 

******

Dijawab oleh : Cahyadi Takariawan — Konselor Keluarga di Jogja Family Center (JFC), Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan Direktur Wonderful Family Institute.