HomePernikahanKenali 6 Hal Ini Agar Terhindar dari Kegagalan Cinta
9f4ca56cec7038d319ebf07245708e2f

Kenali 6 Hal Ini Agar Terhindar dari Kegagalan Cinta

Pernikahan 0 1 likes 1.5K views share

KENALI 6 HAL INI AGAR TERHINDAR DARI KEGAGALAN CINTA

 

Oleh : Ummu Rochimah

 

Banyak di antara pasangan suami isteri yang sudah menjalani kehidupan rumah tangga selama bertahun-tahun, kemudian menemukan suatu keadaan di mana kondisi rumah tangganya tidak seperti yang mereka harapkan semula. Perselisihan dan ketidak cocokkan di antara keduanya, tidak jarang mendatangkan pertengkaran. Sehingga perjalanan pernikahan menjadi seperti melalu jalan yang penuh duri, banyak luka yang muncul selama menapakinya.

Irma dan Aryo, sepasang suami isteri yang telah melalui delapan tahun perjalanan rumah tangganya, namun mereka merasa seperti mengalami kegagalan dalam hubungan cinta mereka. Hingga sampai pada puncaknya bahwa keduanya ingin berpisah, tidak akan meneruskan pernikahan mereka. Mereka ingin mengakhiri semua perjalanan cinta yang pernah mereka lalui bersama dan akhirnya pernikahan mereka di ambang perceraian.

Akhirnya Irma datang mengeluh kepada seorang konsultan pernikahan dengan mengatakan: “Rasanya saya sudah banyak memberi dan berkorban untuk pernikahan ini. Namun tak pernah sedikitpun mendapat balasan dan pengakuan untuk semua yang sudah pernah saya lakukan. Saya sudah lakukan semuanya untuk menjadikan rumah tangga ini tetap tegak. Saya benar-benar mencintai suami saya, namun sepertinya ia tidak mencintai saya.”

Ketika Aryo, suaminya ditanya mengenai perasaannya ketika bersama isterinya, dan juga mengenai pandangannya tentang pernikahannya, ia menjawabnya dengan berkata:

“Apapun yang saya berikan tidak pernah cukup. Apapun yang saya lakukan untuknya selalu salah di matanya. Saya benar-benar tidak tahu apa yang diinginkannya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan supaya ia bahagia. Sepertinya ia tidak mencintai saya, padahal saya begitu cinta padanya.”

Dari kasus di atas, keduanya kelihatatan berusaha untuk saling membahagiakan satu sama lain. Namun dalam hal ini, masing-masing berusaha dengan caranya sendiri. Aryo bersikap kepada isterinya seperti bersikap kepada laki-laki, demikian juga Irma bersikap terhadap suaminya seperti bersikap kepada perempuan. Masing-masing tidak memperhatikan apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pasangannya.

Banyak ditemui pasangan suami isteri yang tidak mengetahui secara benar, apa sebenarnya kebutuhan mendasar dari pasangannya. Masing-masing berpikir tentang kebutuhan pasangannya berdasarkan sudut pandangnya sendiri. Padahal kebutuhan dasar suami jelas berbeda dari kebutuhan dasar isteri, namun hal ini tidak dipahami oleh suami maupun istri. Hal inilah yang dapat mengakibatkan buntunya perjalanan cinta mereka, hingga mereka merasa gagal dalam kehidupan rumah tangganya.

Kebutuhan perasaan suami dan isteri itu banyak dan sangat komplek. Antara satu orang dengan orang lain selalu berbeda. Namun demikian, masing-masing memiliki kebutuhan pokok yang secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kebutuhan tersebut adalah kebutuhan cinta. Dapat dikatakan bahwa setiap pasangan suami isteri memiliki enam kebutuhan khusus untuk cinta. Di mana kebutuhan ini kedudukan dan nilainya sama penting dengan kebutuhan lainnya, seperti rumah, kendaraan, pendidikan, kesehatan, makanan dan lain-lain.

Di bawah ini kami sampaikan kebutuhan cinta bagi pasangan suami isteri yang bila keduanya mengetahui hal ini, maka kegagalan cinta mereka dapat dicegah. Secara umum kebutuhan keduanya dapat dikelompokkan menjadi enam, yaitu;

 

Isteri Butuh Penjagaan dan Perhatian, Suami Butuh Kepercayaan

Saat seorang suami menampakkan perasaan sukanya pada isteri, maka isteri akan merasa mendapat perhatian dari suaminya. Bila suami dapat memahami isteri dan menerimanya sebagai orang istimewa bagi dirinya, serta menempatkan isterinya dalam posisi yang tinggi dalam kehidupannya, berarti suami tersebut sudah mewujudkan kebutuhan cinta isterinya yiatu penjagaan dan perhatian.

Setalah kebutuhannya terpenuhi oleh suami, maka saat itu perasaan percaya kepada suami akan muncul dalam diri seorang isteri. Yang dimaksud kepercayaan kepada suami adalah keyakinan isteri bahwa suaminya akan memberikan perhatian serta mengerahkan segala upayanya untuk membahagiakan dirinya. Memenuhi segala permintaan dirinya, berusaha mencari hal terbaik untuk dirinya.

 

Isteri Butuh Pemahaman, Suami Butuh Penerimaan

Ketika keadaan seorang isteri sedang tidak tenang karena suatu masalah, atau akibat kondisi hormonal yang sedang tidak stabil, maka ia akan sangat gelisah. Ia akan mengatakan berbagai masalah yang menimpanya dan boleh jadi ia tidak akan pernah berhenti mengatakan hingga ia memperoleh ketenangan. Suami yang pandai, dia akan menyediakan dirinya untuk mendengarkan semua masalah dan keluhan yang disampaikan oleh isterinya. Ia menunjukkan kemurahan hatinya, perhatian dan kasih sayangnya untuk mau mendengarkan semua pembicaraan isterinya.

Pada saat itu, isteri akan merasakan bahwa  ada orang yang memperhatikan, mendengarkan keluhannya, hingga akhirnya ia merasa tenang, emosinya akan menurun, dan akan kembali kepada keadaan yang normal.

Setiap kali seorang isteri merasa bahwa suaminya memahami dirinya dan mau mendengarkan keluhannya, maka akan semakin bertambah pula kecenderungan isteri kepada suaminya. Sehingga ia akan dapat menerima suaminya apa adanya. Penerimaan inilah yang dibutuhkan oleh seorang suami. Isteri yang tidak berkeras ingin mengubah suaminya ini juga dapat dikatakan sebagai suatu bentuk penerimaan bagi suami.

Suami yang tidak bersedia menyediakan dirinya sebagai tempat isteri mencurahkan semua perasaannya, entah itu rasa senang ataupun rasa gelisah, maka jangan salahkan isteri bila ia mencari tempat lain untuk mencurahkan perasaannya.

 

Isteri Butuh Penghormatan, Suami Butuh Penghargaan

Saat suami dapat memenuhi kebutuhan isterinya dalam bentuk perhatian, pemahaman dan kemauan untuk mendengarkan segala keluhannya, maka isteri akan merasa bahwa suaminya menghormati dirinya. Terlebih bila perilaku menghormati, memahami dan mempertimbangkan pemikiran isterinya sudah menjadi sifat keseharian dalam diri seorang suami maka hal ini akan membuat isteri akan mudah memberikan penghargaan kepada suaminya.

Suami yang dapat mengingat dengan tepat akan tanggal kelahiran isterinya atau hari pernikahan mereka, bahkan tanggal kelahiran anak-anak mereka akan membuat isteri merasa bahagia dan menghargai perhatian tersebut. Hal-hal yang mungkin nampak sepele di mata suami, tapi menjadi suatu yang besar dan berarti bagi seorang isteri. Dan hal ini dapat mendorong isteri untuk menghargai semua usaha yang telah dilakukan oleh suami untuk membahagiakannya.

Biasanya, ketika seorang suami merasa isterinya menghargai diri dan usaha untuk membahagiakannya, maka ia akan semakin bersemangat untuk memberi dan memberi lagi. Dengan demikian, cinta keduanya akan semakin bertambah.

 

Isteri Senang Pengorbanan dan Suami Senang Dikagumi

Ketika isteri merasa dirinya menjadi orang yang dicintai oleh suaminya, maka ia berharap suaminya dapat berkorban untuk dirinya. Maka seorang suami yang baik akan memberikan apa yang diinginkan oleh isterinya, dan dengan senang hati berusaha untuk memenuhi keinginan isterinya.

Isteri yang melihat suaminya sebagai orang yang mau berkorban untuknya, sebagai sosok yang paling baik dan menjadikan dirinya sebagai sosok istimewa dalam kehidupan suami. Maka hal ini akan sangat membahagiakan isteri sehingga ia akan menjadi seorang yang bersemangat untuk menjalani kehidupan bersama suaminya. Saat dalam pikiran seorang isteri sudah terukir segala kebaikan dan pengorbanan suami untuk kebahagiaannya, maka ia akan mulai mengagumi suaminya.

Perasaan dikagumi inilah yang menjadi kebutuhan cinta bagi seorang suami. Bila kebutuhan ini telah terpenuhi, maka suami akan merasa tenang dan tentram berada bersama isteri yang mengaguminya. Akibat yang timbul dari hal ini adalah, suami akan lebih bersemangat untuk membahagiakan isterinya.

Untuk menjadi suami yang dikagumi oleh isteri, sebenarnya cukup dengan melakukan pengorbanan dalam upaya membahagiakan isteri. Kenali dan pahami apa saja hal-hal yang dapat membuat seorang isteri bahagia. Tidak dapat di samakan antara satu orang dengan orang yan lain, kerena setiap pasangan pasti akan berbeda.

 

Isteri Butuh Pemberian Hak dan Suami Butuh Pengakuan

Saat seorang isteri sedang dalam kondisi yang tertekan dan tidak tenang, lalu ia akan mengeluarkan semua unek-unek dalam hati dan pikirannya kepada orang terdekat yaitu suaminya, dan suami tidak memberikan respon negatif terhadap semua unek-unek isterinya berupa penyangkalan-penyangkalan perasaan yang sedang dialami oleh isterinya, maka ia sudah memberikan hak yang seharusnya dimiliki oleh isteri, yaitu pemahaman dan penghormatan terhadap perasaannya. Ketika hal ini yang terjadi maka isteri akan merasa bahagi dan penuh dengan cinta. Sikap ini pula dapat membuat isteri menjadi bebas dan merasa lepas dalam mengungkapkan perasaannya.

Akibat yang mucul dari perasaan bebas dan lepas ini adalah suatu bentuk pengakuan kepada suami. Bahwa suami adalah sosok yang baik dan dapat diandalkan oleh isteri. Isteri akan mengakui kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami, ia akan dapat menerima suami dan di matanya, suami adalah satu-satunya sosok yang memenuhi standarnya.

 

Isteri Butuh Penguatan Cinta dan Suami Butuh Dorongan

Yang diinginkan seorang isteri dari suaminya adalah hendaknya ia menjadi kekasihnya dan selalu menjadi pusat perhatiannya. Untuk itu maka suami perlu  melakukan penguatan cinta, berupa penjagaan, pemahaman, penghormatan, pengorbanan secara terus menerus. Penguatan cinta ini menjadi kebutuhan bagi isteri.

Terkadang yang terjadi, suami yang mengira bahwa ketika ia ‘sudah pernah’ memeberikan kebutuhan-kebutuhan cinta isterinya sesekali, lalu merasa itu sudah cukup. Dan berpikir bahwa isterinya akan tetap mencintainya. Ini salah satu kesalahan terbesar dari suami, merasa tidak perlu melakukan pengulangan secara terus menerus untuk menguatkan cinta isterinya.

Padahal dalam diri isteri, tidak adanya pengulangan berarti ada celah antara dirinya dengan suaminya. Dan ini dapat mengakibatkan ketidak tenangan dalam diri isteri, dapat menimbulkan prasangka buruk melintas dalam pikirannya. “Ia sudah tidak mau berkorban untuku. Apa ia sudah tidak mencintaiku lagi?”, “Mengapa ia tak perhatian lagi padaku?” ,  “Sekarang ia sudah tak peduli padaku.” dan sebagainya. Maka, pengulangan- pengulangan untuk penguatan adalah satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cinta isteri.

Adapun kebutuhan suami akan adanya dorongan dari isterinya berupa, kepercayaan, penghargaan, kekaguman dan pengakuan. Ketika hal-hal ini sudah ia peroleh maka ia akan merasa menjadi orang yang paling utama menjadi sosok pahlawan bagi isterinya. Dengan munculnya perasaan ini dalam diri suami, maka ia akan terus menerus berusahan memberikan penguatan cinta kepada isteri yang ia yakini efeknya akan kembali kepada dirinya.

Inilah enam hal yang harus diketahui oleh pasangan suami isteri dalam melakukan interaksi hubungan perkawinan agar terhindar dari kegagalan cinta.