HomePernikahanKetika Suami Tertarik Perempuan Lain
ilustrasi : www.pinterest.comilustrasi : www.pinterest.com

Ketika Suami Tertarik Perempuan Lain

Pernikahan 0 5 likes 13.6K views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Laki-laki pada umumnya adalah makhluk visual, mereka mudah tergoda oleh sesuatu yang masuk melalui pandangan matanya. Ini bukan hanya pada lelaki lajang, namun menjadi gejala umum pada lelaki dalam berbagai rentang usia mereka. Pada lelaki yang sudah berumah tangga dan memiliki anak, atau pada lelaki tua yang sudah memiliki cucu sekalipun, masih memiliki ketertarikan yang sangat kuat melalui pandangan mata mereka.

Kendatipun hal ini menjadi gejala umum, namun bukan berarti bisa dibenarkan atau dibiarkan berkembang. Pandangan yang dibiarkan bebas berkeliaran, akan cenderung menimbulkan peluang ketertarikan. Perempuan yang semula tampak biasa saja, karena terus menerus dipandang, apalagi disertai interaksi dan komunikasi, akan berubah menjadi perempuan yang demikian menarik dan menggoda.

Apalagi dalam dunia cyber saat ini, dimana sebagian besar manusia menggunakan teknologi komunikasi dan informasi. Bab menjaga pandangan menjadi lebih sulit dan lebih kompleks, karena harus menjaga pula pandangan —yang bersumber dari gadget dan smartphone— berupa foto serta gambar.

Saat Tergoda Perempuan Lain

Karena laki-laki cenderung memiliki ketertarikan visual yang sangat tinggi, maka hendaknya para suami berhati-hati dalam urusan pandangan mata. Dari pandangan mata ini bisa memunculkan sejumlah persoalan pelik, bahkan bisa menghantarkan dirinya kepada perselingkuhan yang berdampak merusak kebahagiaan keluarga. Sebagai manusia beriman, harus menghindarkan diri dari segala hal yang berpotensi merusak diri dan keluarga.

Interaksi sehari-hari dalam ruang kerja, atau di ruang publik, bisa membuat seorang suami tertarik kepada perempuan lain. Entah lewat pandangan yang direncanakan, disengaja, dikondisikan, ataupun pandangan yang tidak disengaja. Pada saat pandangan dan interaksi itu menimbulkan perasaan ketertarikan dan ketergodaan, hendaknya suami bisa segera mengendalikan diri serta menjauh dari sumber godaan. Jangan sampai perasaan ketertarikan dan ketergodaan itu diikuti atau dibiarkan.

Berikut beberapa usaha untuk mengendalikan diri agar tidak tergoda perempuan lain.

  1. Menjaga Pandangan Mata

Menyadari bahwa dirinya makhluk visual, maka upaya pertama yang harus dilakukan kaum laki-laki —terlebih suami— adalah dengan menjaga pandangan mata. Jangan biarkan mata berpesta pora, bersenang-senang dengan yang tidak halal. Hal itu —selain akan menimbulkan penyakit hati— juga menimbulkan perasaan senang serta menanamkan keinginan dan harapan akan sesuatu yang tidak halal baginya. Ini akan berpotensi memunculkan persoalan dalam kehidupan.

Allah telah berfirman:

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat (QS. An Nur [24] : 30).

Ayat ini dengan sangat tegas telah memerintahkan kepada kaum laki-laki beriman agar menahan atau menjaga dan menundukkan pandangannya. Hal ini sebagai tindakan pencegahan, supaya dari pandangan matanya tidak menimbulkan kemudharatan atau kerusakan bagi diri dan keluarganya. Hendaknya para suami bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah ini, serta tidak mengabaikannya.

  1. Jangan Biarkan Ketertarikan Semakin Berkembang

Jika sudah sempat merasakan ketertarikan atau ketergodaan, jangan biarkan perasaan itu berkembang apalagi sampai dinikmati. Kadang seorang suami menganggap biasa atau enteng, bahwa dirinya mengagumi perempuan lain. Kadang suami menganggap biasa saja bahwa dirinya tergila-gila dengan perempuan lain yang bukan istrinya. Kondisi itu dinikmati sebagai ‘selingan indah’ dari sebuah rutinitas hidup berumah tangga. Kondisi ini bisa menimbulkan bahaya yang mengancam kebahagiaan keluarga.

Maka jangan biarkan perasaan itu semakin berkembang. Tutuplah rasa ketertarikan dan ketergodaan itu dengan istighfar dan taubat. Dia bukanlah orang yang halal untuk anda nikmati, walau hanya melalui khayalan dan perasaan. Karena menikmati perempuan tanpa memiliki dirinya secara halal, selain menimbulkan dosa, juga menyakiti bahkan menyiksa diri sendiri. Maka tutup saja semua ketertarikan dengan selalu taubat untuk membersihkan jiwa.

  1. Percantik Istri Anda

Salah satu cara mencegah agar ketertarikan terhadap perempuan lain tidak berkembang adalah dengan mempercantik istri. Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir memberikan nasihat sangat berharga untuk suami dan istri. Jika lelaki merasa tertarik atau tergoda dengan perempuan lain, hendaknya ia segera mengurus istrinya agar tampil lebih baik dan lebih menarik bagi dirinya. Berikut nasihat Imam Ibnul Jauzi:

“Terkadang seorang lelaki melihat seorang perempuan yang menurutnya perempuan itu lebih cantik dari istrinya. Dalam benaknya, yang muncul hanya hal-hal yang indah dan menarik dari perempuan itu. Pikirannya hanya berisi sisi-sisi baik perempuan itu. Lalu ia pun berusaha menikahinya. Jika keinginannya itu tercapai, perempuan itu telah menjadi istrinya, ia pun mulai melihat kekurangan yang selama ini tidak tampak dan tak pernah terpikirkan. Ia pun kemudian merasa bosan”.

“Ada penyesalan, ternyata istri kedua ini agamanya kurang bagus, atau cintanya jauh dari sempurna, atau kurang bisa mengurus rumah tangga. Sehingga apa yang tadinya dibayangkan tenggelam oleh kekurangan yang kini tampak nyata. Karena itu, seyogyanya lelaki berakal itu konsentrasi pada istrinya saja. Ia meminta dan memfasilitasi istri untuk mempercantik diri. Setelah itu ia pejamkan mata dari mencari-cari kekurangannya. Insyaallah hatinya tenteram”.

Nasihat ini sungguh luar biasa, karena terkadang lelaki menjadi lupa diri saat sudah tertarik dan tergoda dengan perempuan lain. Dia tidak bisa mengendalikan diri, dan cenderung mengikuti keinginan serta selera syahwatnya. Kondisi ketertarikan dan ketergodaan ini adalah peristiwa sesaat. Padahal, kalau dia mau berpikir panjang jauh ke depan, perempuan yang tampak menarik dan sempurna ini, diapun memiliki banyak kekurangan dan kelemahan.  Sementara itu, istri anda bisa anda fasilitasi untuk mempercantik diri sehingga semakin membahagiakan anda.

  1. Segera Kembali Kepada Istri

Ketika seorang suami tertarik atau tergoda dengan perempuan lain yang bukan istrinya, hendaknya segera ingat bahwa ia memiliki istri. Jangan menikmati ketertarikan itu, segeralah pulang kembali ke rumah, dan salurkan semua keinginan bersenang-senang secara halal hanya dengan istri. Nabi Saw telah bersabda :

Jika engkau melihat wanita lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki perempuan itu” (Hadits Riwayat Tirmidzi).

Dalam hadits yang lain, Nabi Saw menjelaskan:

Bila kamu melihat seorang perempuan (yang membuat kamu tertarik), datangilah isterimu, karena yang demikian itu dapat menentramkan gejolak hatimu” (Hadits Riwayat Muslim nomer 2491).

Demikian pula Nabi Saw telah mengarahkan:

Jika salah seorang dari kalian tertarik oleh perempuan dan  menimbulkan gejolak dalam hatinya, segeralah ia menumpahkan hasrat kepada isterinya. Karena yang demikian itu dapat menentramkan gejolak hatinya” (Hadits Riwayat Muslim nomer 2492).

Keseluruhan hadits di atas memberikan pengarahan agar para suami tidak mengikuti ketertarikan kepada perempuan. Namun justru menghentikannya dengan pulang ke rumah untuk menemui istrinya. Coba perhatikan, hadits-hadits tersebut tidak mengarahkan laki-laki agar menuruti rasa ketertarikan itu dengan melamar dan menikahi perempuan yang membuatnya tertarik. Tidak dinyatakan “bila kamu tertarik perempuan, maka ikuti dia ke rumahnya, lamarlah dia, dan nikahi dia, karena itu akan menenteramkan dirimu”.

Yang diarahkan oleh Nabi Saw adalah, “Bila kamu melihat seorang perempuan (yang membuat kamu tertarik), datangilah isterimu, karena yang demikian itu dapat menentramkan gejolak hatimu”.

Subhanallah.

 

 

Parangtritis, 14 Juli 2017

 

 

Bahan Bacaan

Cahyadi Takariawan, Wonderful Husband, Menjadi Suami Disayangi Istri, Era Intermedia, Solo, 2015

Cahyadi Takariawan, Wonderful Wife, Menjadi Istri Disayangi Suami, Era Intermedia, Solo, 2016