HomePranikahKhadijah Berusia 28 Tahun Saat Menikah dengan Nabi Saw
www.pinterest.com

Khadijah Berusia 28 Tahun Saat Menikah dengan Nabi Saw

Pranikah 0 1 likes 122 views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Secara syar’i, pernikahan tidak diberikan batasan usia dalam bentuk bilangan angka. Misalnya mulai usia berapa sampai usia berapa seseorang diperbolehkan menikah. Syari’at hanya mensyaratkan calon mempelai adalah seorang yang akil dan baligh. sedangkan Namun Kompilasi Hukum Islam (KHI) menyatakan, untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga, perkawinan hanya boleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-undang No.1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon isteri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun.

Pada banyak kalangan laki-laki, mereka menjadikan umur Nabi Saw saat menikah dengan Bunda Khadijah sebagai ‘ukuran’ untuk menikah. Walaupun tidak ada keharusan mencontoh usia Nabi Saw dalam menikah, namun umur Nabi Saw saat menikah dengan Bunda Khadijah dianggap menunjukkan usia kematangan bagi seorang laki-laki untuk siap bertanggung jawab terhadap keluarga. Sekali lagi, ini bukan patokan baku tentang umur menikah. Bisa kurang, bisa juga lebih dari usia Nabi Saw saat pertama kali menikah.

Namun, bagi kalangan perempuan, terdapat banyak contoh dari usia para istri Nabi Saw saat menikah. Hal ini justru memberikan keleluasaan, disebabkan tidak aturan baku soal bilangan umur untuk menikah. A’isyah masih sangat muda beliasaat dinikahi Nabi Saw. Sedangkan beberapa istri lainnya berstatus janda, ada yang berumur 40 bahkan dalam beberapa riwayat ada yang berumur 60 tahun tatkala dinikahi oleh Nabi Saw. Namun ditemukan beragam perbedaan riwayat tentang umur para istri Nabi Saw ketika beliau nikahi.

Usia Berapakah Bunda Khadijah Saat Menikah dengan Nabi Saw?

Istri pertama Nabi Saw adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad. Umur Nabi Saw ketika menikahi Khadijah adalah 25 (dua puluh lima) tahun. Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menjelaskan, “Ini adalah pendapat mayoritas ulama”. Yakni, mayoritas ulama berpendapat Nabi Saw menikah pada usia 25 tahun. Umur ini yang dianggap sebagai umur kedewasaan jiwa bagi laki-laki dalam memasuki kehidupan pernikahan, termasuk dalam memasuki kehidupan kemasyarakatan dan peradaban.

Namun ada perbedaan pendapat mengenai berapa umur Bunda Khadijah saat menikah dengan Nabi Saw. Keterangan dari riwayat Ibnu Ishaq menunjukkan, Bunda Khadijah berumur 28 (dua puluh delapan) tahun pada saat menikah dengan Nabi Saw. Sedangkan riwayat dari Al-Waqidi menunjukan bahwa Bunda Khadijah berumur 40 (empat puluh) tahun saat menikah dengan Nabi Saw. Perbedaan di antara dua pendapat ini sangat signifikan dari segi bilangan, yaitu selisih 12 tahun.

Namun ada hal yang sama dari dua jalur periwayatan ini, yaitu bahwa usia Bunda Khadijah lebih tua dari Nabi Saw. Hal ini menandakan, tidak ada masalah bahwa usia perempuan lebih tua dibanding laki-laki saat menikah. Jarak usia bukan merupakan persoalan dalam menempuh kehidupan pernikahan. Tidak ada keharusan secara syar’i bahwa umur perempuan harus lebih muda dibanding suaminya; atau usia laki-laki harus lebih tua dari istrinya.

Tentang perbedaan pendapat dalam keterangan umur Bunda Khadijah ini, Dr. Akram Dhiya’ Al-‘Umari dalam kitab As-Sirah An-Nabawiyah Ash-Shahihah memberikan keterangan, “Khadijah telah melahirkan anak dari pernikahan dengan Rasulullah Saw, sebanyak 2 (dua) orang putra dan 4 (empat) orang putri. Hal ini menguatkan riwayat Ibnu Ishaq —bahwasanya umur Khadijah tatkala menikah dengan Nabi Saw  adalah 28 tahun—- karena pada umumnya perempuan telah mencapai masa menopaus sebelum mencapai lima puluh tahun. Selain itu, menurut para ahli hadits, Ibnu Ishaq lebih tsiqah (terpercaya) dalam periwayatan daripada Al-Waqidi.

Jika kita memilih riwayat Al-Waqidi, berarti selisih usia Nabi Saw dengan Bunda Khadijah hanyalah tiga tahun saja. Nabi 25 tahun dan Khadijah 28 tahun. Sebuah usia yang dewasa dan matang untuk menerima tugas yang sangat berat, mendampingi Nabi Saw di awal masa Kenabian yang penuh dengan dinamika. Banyaknya permusuhan dari tokoh-tokoh Quraesy di awal masa Kenabian, sampai kepada usaha pembunuhan kepada diri Nabi Saw, memerlukan sosok pendamping yang matang dan dewasa. Bahkan : cantik dan kaya, sebagaimana disifatkan dalam buku-buku Sirah Nabawiyah.

Bunda Khadijah benar-benar perempuan mulia yang Allah siapkan untuk mendampingi Nabi Saw pada masa-masa yang teramat sulit di awal Kenabian. Surga telah Allah tetapkan bagi Bunda Khadijah Al Kubra.

Wallahu a’lam.

 

 

 

Sumber Bacaan:

Istifadah  ilmu dari al Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja hafizhahullah, dalam web beliau www.firanda.com