HomeParentingLangkah Mudah Mengatasi Tantrum Pada Anak
anger boy

Langkah Mudah Mengatasi Tantrum Pada Anak

Parenting 0 0 likes 311 views share

Pernah melihat seorang anak usia 3-5 tahun tiba-tiba menangis dan berteriak di depan umum? Atau justru anak Anda yang mengamuk ingin melempar barang-barang karena keinginannya tidak dipenuhi? Jika tidak paham apa yang sedang terjadi pada anak, mungkin Anda akan menuruti keinginan anak Anda begitu saja.

Kondisi dimana anak menangis, berteriak, dan mengamuk ketika menginginkan sesuatu disebut tantrum. Hal ini pada mulanya wajar karena anak belum mengerti cara menyampaikan keinginan dan mengungkapkan perasaannya. Tantrum pada anak akan berhenti jika apa yang diinginkannya terpenuhi. Oleh karena itu, banyak dari orangtua yang kemudian memenuhi permintaan anak karena kasihan atau lelah mendengar anak menangis.

Tanpa disadari, tindakan orangtua ini ternyata menjadi mindset pada anak bahwa jika dia mengamuk dan menangis maka keinginannya akan dipenuhi oleh orangtua. Dia akan mengulangi perbuatannya lagi dan lagi, hingga orangtua terjebak dalam situasi terlalu memanjakan anak.

Apa yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi tantrum pada anak?

1. Orangtua harus tenang dan sabar
Hal ini menjadi poin penting jika orangtua ingin menghentikan kondisi tantrum pada anak dengan baik. Usahakan Anda tenang dan tidak langsung memenuhi permintaan anak. Terlebih jika anak mengalami tantrum di tempat umum. Sebagai orangtua pasti Anda akan merasa tidak enak dan malu dengan lingkungan sekitar, tetapi jangan sampai hal itu membuat Anda memenuhi permintaan anak. Anda harus tetap tenang dan tetap perhatikan sekeliling, jauhkan benda-benda berbahaya dari anak.

2. Buat kesepakatan dengan anak ketika anak sedang dalam kondisi “normal” dan bahagia
Ketika anak Anda sedang bahagia, gunakan kesempatan tersebut untuk membuat kesepakatan dengan anak. Apabila anak meluapkan perasaan negatifnya, ia tidak boleh melempar barang apapun. Bisa juga dengan memberi satu spot pada ruangan, jika anak marah maka ia menuju spot tersebut untuk meluapkan kekesalannya dan menenangkan dirinya sendiri.

3. Dengarkan hanya ketika dia meminta sesuatu dengan sopan
Jangan menuruti permintaan anak ketika dia meminta dengan kasar/memaksa. Biasanya anak tidak akan menyerah dalam sekali coba, dia akan mendatangi Anda lagi untuk meminta satu hal tersebut. Jika permintaannya sudah terpenuhi pada percobaan pertama maka dia akan melakukan hal yang sama di kemudian hari. Ketika anak kembali lagi dan meminta dengan nada yang lebih lunak dan sopan, maka saat itu anda bisa mendengarkan permintaannya dan alasan yang mendasarinya.

4. Berikan ketenangan pada anak dengan pelukan

Peluk anak ketika dia mulai mengamuk. Jangan lepaskan hingga dia tenang, karena pelukan Anda akan mengalirkan ketenangan padanya. Katakan pada anak dengan lembut, “Adek/Kakak tenang ya, kita bicara dulu…” dan terus katakan kepadanya bahwa Anda mencintainya. Setelah ia tenang barulah anda ajak bicara tentang kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya dan tanyakan dengan lembut kenapa dia marah. Baru setelah itu Anda dapat memberi penjelasan tentang permintaannya.

Gambar diambil dari parentchildhelp.com