HomePernikahanLima Cara Menjauhi Perselingkuhan
hdwallpaper.nu

Lima Cara Menjauhi Perselingkuhan

Pernikahan 0 0 likes 3K views share

Perempuan cantik itu menangis histeris di ruang konseling. “Jika tidak mengingat anak kedua kami yang masih kecil, saya sudah minggat dari rumah”, ungkapnya di sela isak tangis. “Saya sudah tidak kuat lagi berada di rumah. Suami saya sudah tidak bisa diingatkan lagi. Ia tetap berhubungan dengan selingkuhannya”, lanjutnya. “Apa yang harus saya lakukan?” demikian pertanyaan perempuan tersebut. Pada kesempatan yang berbeda, seorang suami ganteng dengan nada marah dan emosi menceritakan perilaku sang istri. “Sudah saya tegur, sudah saya ancam, namun ternyata perselingkuhan dengan teman kerjanya masih tetap berjalan. Seakan saya sudah tidak ada di sisinya. Seakan saya hanya angin yang tidak tampak dan dia abaikan begitu saja”, ujarnya. “Saya benar-benar tidak tahan. Saya ingin akhiri pernikahan kami”, lanjutnya.

Selingkuh Dimana-mana….. Kisah-kisah sedih seperti ini seakan sudah menjadi menu harian. Perselingkuhan sampai sekarang tetap menjadi ancaman yang mengerikan dalam kehidupan berumah tangga. Kendati tidak ada data valid secara nasional, namun dengan mudah kita bisa mendapatkan berita perceraian yang dipicu oleh perselingkuhan.

 5 Cara Menjauhi Perselingkuhan

Apa yang terjadi pada mereka yang terjebak perselingkuhan? Sebuah perasaan kenyamanan yang tidak didapatkan dari pasangan. Ada suasana jiwa yang indah dan melayang-layang, itulah gejala orang jatuh cinta. Merasakan keindahan yang luar biasa. Masa-masa seperti itu mungkin saja pernah ia dapatkan dari pasangan saat awal pernikahan atau menjelang pernikahan mereka. Namun seiring berjalannya waktu, perasaan itu hilang, dan kini ia kembali mendapatkan dari orang lain.

Sedemikian hebat pengaruh cinta dalam diri manusia. Rasionalitas bisa hancur berantakan, dikalahkan oleh dahsyatnya perasaan jatuh cinta. Jatuh cinta memang luar biasa. Ia bisa mengalahkan siapa saja orang-orang kuat di muka bumi ini. Yang diperlukan adalah ketrampilan untuk mengendalikan perasaan. Agar bisa mengendalikan perasaan terhadap orang ketiga, ada lima cara yang bisa dilakukan. Ini sekaligus menjadi cara untuk menjauhi perselingkuhan.

Pertama, selalu ingat keluarga. Ingatlah bahwa anda sudah menikah, sudah memiliki rumah tangga sendiri, bahkan sudah memiliki anak. Anda diikat oleh akad nikah yang sakral dengan pasangan, maka jangan mencederai akad itu dengan tindakan yang bisa merusaknya. Banyak orang memasang foto keluarga di tempat kerja, di dompet dan di gadget agar selalu ingat keluarga. Dengan mengingat keluarga, itu bagia dari penjagaan kebaikan diri anda.

Kedua, jaga etika pergaulan. Salah satu hal yang membuat orang mudah melakukan perselingkuhan adalah pergaulan yang melampaui batas-batas etika. Sebagai orang yang sudah menikah, tentu harus semakin pandai menjaga diri dalam interaksi. Saking mudahnya komunikasi dan interaksi —baik secara langsung maupun melalui teknologi— kadang membuat orang lupa diri. Interaksi dan komunikasi yang rutin dan intens paling bertanggung jawab atas munculnya benih-benih cinta di antara dua anak manusia.

Ketiga, taati ajaran agama. Dalam setiap agama, selalu mengajarkan kebaikan. Perselingkuhan bukan merupakan ajaran agama apapun. Dalam ajaran Islam yang membolehkan poligami, tetap saja ada etika dalam melakukan. Tidak didahului dengan perselingkuhan atau bebasnya pergaulan. Tapi dilakukan dengan proses yang sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri. Karena menikah itu ibadah, tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang melanggar aturan agama.

Keempat, pilih teman bergaul. Salah satu yang berpengaruh sangat kuat dalam membentuk perilaku manusia adalah teman pergaulan. Jika bergaul dengan orang-orang salih, orang-orang baik, akan cenderung memberi pengaruh perilaku yang baik pula. Demikian pula sebaliknya. Jika banyak bergaul dengan para ahli selingkuh, akan banyak mendapat inspirasi dan motivasi tentang perselingkuhan.

Kelima, segera menjauh saat merasa ada gejala keistimewaan perasaan. Ketika sudah mulai merasa ada sesuatu perasaan yang berbeda dalam interaksi dengan seseorang, segera putuskan hubungan. Segera jauhi interaksi dengan orang itu, karena jika dituruti, akan semakin membuat perasaan mendekat dan sulit dipisahkan. Kesalahan yang biasa terjadi, munculnya perasaan istimewa seperti ini justru dinikmati, dan bahkan terlambat disadari.

Maka berhati-hatilah mengelola dan mengendalikan perasaan cinta dalam jiwa kita. Jangan sampai jiwa menjadi lemah tak berdaya karena dimabuk cinta. Jaga hati, jaga diri, turuti tuntunan Ilahi.