HomePernikahanLima Cara Rahasia Meminta Bantuan Suami
e6b788878d8ac6beb2ffb0dd79a92fce

Lima Cara Rahasia Meminta Bantuan Suami

Pernikahan 0 1 likes 706 views share

LIMA CARA RAHASIA MEMINTA BANTUAN SUAMI

 

Oleh Ummu Rochimah

 

Sultan dan Merry sepasang suami isteri dengan seorang anak yang bernama Dudi berumur dua tahun. Keluarga kecil yang sedang menapaki jalan panjang pernikaha. Suatu hari terlihat Sultan duduk di teras belakang sambil membaca berita dari layar ponselnya, di sampingnya ada Dudi yang sedang bermain mobil-mobilan. Tiba-tiba dari dalam dapur rumahnya terdengar isterinya, berseru, “Bisakah kamu mengeluarkan kasur yang semalam kena ompol Dudi, kelihatannya matahari terik hari ini.”

Sambil tetap menatap layar ponselnya Sultan menjawab: “Iyaa….”, tetapi ia tidak segera mengerjakan apa yang di minta oleh isterinya. Ia tetap berada di teras dan meneruskan membaca berita-berita di layar ponsel. Merry pun tetap di dapur sambil menunggu janji suaminya dipenuhi dan melakukan apa yang ia minta. Namun ternyata harapan Merry tidak segera terwujud, hingga hampir setengah jam berlalu sejak ia meminta suaminya mengeluarkan kasur.

Lalu dengan nada sedikit resah, ia datangi suaminya dan berseru: “Bukankah aku minta kamu mengeluarkan kasur untuk dijemur?”

Sultan menjawab dengan suara agak jengkel dan marah: “Sudah kubilang tadi, aku akan lakukan.”

Merry pun terdiam, dan kembali ke dapur dengan sikap tidak senang dengan tindakan suaminya.

Apa yang terjadi dengan Sultan? Apakah ia kemudian akan segera melakukan permintaan isterinya? Ternyata ia tidak melakukannya, ia tetap terpaku pada layar ponselnya. Selang beberapa lama, Merry kembali dalam keadaan marah dan berkata: “Bagaimana sih kamu ini?! Aku kan sudah minta kamu untuk mengeluarkan kasur! Kamu niat ngga sih nolong aku!!”

Sultan langsung meletakkan ponselnya dan berdiri dari tempat duduknya. Tapi terlihat raut mukanya tidak senang dengan perkataan isterinya dan membalas dengan suara tinggi: “Sudah kubilang, akan aku kerjakan. Kenapa cerewet amat sih. Memang harus buru-buru?!”

Keadaan keduanya menjadi memanas.

Meminta bantuan menjadi suatu hal penting dalam hubungan interaksi antara suami dan isteri. Bila salah satu pihak merasa tidak berhasil mendapatkan bantuan yang diharapkan, bisa jadi penyebabnya karena tidak terus terang atau terbuka dalam meminta atau menggunakan cara yang salah.

 

Sebab Isteri Tidak Mau Meminta Bantuan

Karena adanya perbedaan sifat dan karakter antara suami dan isteri, maka sering terjadi kesalahan dari kedua belah pihak dalam mengekspresikan bentuk pertolongan kepada pasangannya. Kesalahan yang banyak terjadi biasanya dari sisi isteri yang memiliki suatu keyakinan bahwa ia tidak perlu mengatakan bahwa ia butuh pertolongan suaminya. Ia berharap bahwa suaminya akan memberikan pertolongan saat ia membutuhkan tanpa perlu diminta.

Hal ini disebabkan karena tabiat perempuan yang siap melakukan dan memberikan pertolongan kepada orang lain sebelum diminta. Memberikan bantuan menjadi suatu kebutuhan bagi seorang perempuan. Inilah mengapa isteri sering merasa dan berharap orang lain memiliki kebutuhan untuk memberikan pertolongan sebagaimana dirinya.

Sedangkan tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat perempuan, laki-laki tidak mengharapkan pertolongan dari orang lain kecuali bila ia memintanya. Hal ini yang terkadang tidak dipahami oleh perempuan. Seorang isteri berharap suaminya mau menolongnya tanpa ia minta. Sementara suami, sebagaimana sifat laki-laki pada umumnya, tidak akan mudah bagi ia untuk memberi pertolongan tanpa diminta. Karena seperti itulah sifat laki-laki, tidak mengharapkan bantuan orang lain kecuali ia meminta bantuan.

Karena perbedaan persepsi inilah yang karena tidak dipahami oleh suami maupun isteri, akhirnya dapat menimbulkan kekecewaan di dalam hati isteri yang mengharapkan bantuan dari suami. Sementara suami merasa tidak ada yang salah dengan dirinya, karena memang isteri tidak meminta bantuan darinya.

Bagi seorang isteri, ketika ia sudah mencintai suaminya salah satu wujud cintanya adalah memberikan pertolongan tanpa diminta. Lalu ia berpikir bahwa suaminya juga akan berpikir demikian. Sehingga kemudian memunculkan permasalahan di antara keduanya karena ketidak pahaman masing-masing dalam meminta bantuan.

 

Berikan Sebuah Proyek untuk Suami

Tabiat laki-laki adalah: “apabila ada orang yang membutuhkan bantuan, maka ia harus memintanya, dan jangan berharap seseorang akan memberikan bantuan tanpa ada permintaan.”

Pada dasarnya kebanyakan suami akan dengan mudah dan sukarela membantu isterinya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Hanya saja, isteri harus meminta bantuan secara spesifik, bukan dengan mengkritik, memusuhi atau menyindirnya. Namun, yang sering terjadi, isteri merasa enggan untuk meminta bantuan kepada suami, karena merasa tidak enak bila harus meminta bantuan secara terus menerus. Dan sangat berharap bahwa suaminya dapat mengerti kemauannya dan bersedia memberi bantuan tanpa perlu diminta.

Mengapa harus meminta bantuan kepada suami secara spesifik? Laki—laki itu menyenangi pekerjaaan yang bersifat proyek. Karena proyek itu bersifat spesifik. Ada awal dan akhirnya. Jelas tergambar dalam bayangannya jenis dan waktu pekerjaannya. Sehingga ia bisa menentukan apa yang akan dilakukan, bagaimana ia melakukannya dan yang terpenting, kapan akan dilakukan. Ia akan memilih untuk mengerjakan apa yang dianggapnya penting. Dengan memberikan sebuah proyek untuk dikerjakan oleh suami, ia akan merasa usahanya tidak akan disepelekan. Semua hal ini dapat memberinya semangat dan motivasi untuk membantu isterinya.

Laki-laki sangat tidak senang bila ia didesak dan dituntut untuk segera melakukan sesuatu. Terlebih lagi bila disertai perasaan marah dan jengkel. Walaupun sebenarnya suami sangat siap untuk memberikan bantuan, namun ia akan menolak untuk memberi pertolongan bila isteri menuntut banyak permintaan atau meminta dengan nada dan mimik yang tidak menyenangkan.

Bila seorang isteri sedang merasa capek, sementara tidak ada makanan untuk mereka makan di malam hari, sebaiknya berterus terang saja dan katakana,”Saya capek betul ya malam ini, tolong belikan makanan untuk makan malam ini?”

Atau bila perlu bantuan untuk mencuci piring, daripada mengharapkan suami membantu secara sukarela, isteri dapat mengatakan, “Tolong bantu cucikan piring untukku ya? Aku perlu sekali bantuan.”

Contoh-contoh ucapan isteri di atas, menunjukkan sebuah proyek untuk dikerjakan oleh suami. Tampak jelas ada awal dan akhirnya. Seorang laki-laki cenderung tidak suka mengerjakan sesuatu yang bersifat rutinitas, seperti halnya pekerjaan rumah tangga. Namun bukan berarti mereka enggan melakukannya, hanya perlu lebih detail mengenai pekerjaan apa yang bisa mereka lakukan.

Saat suami memberikan bantuan kepada isteri, jangan berpikir dan menganggap bahwa hal itu memang sudah seharusnya dilakukan oleh suami. Kemauan memenuhi permintaan-permintaan atau proyek-proyek kecil dari isteri sebenarnya memberikan lebih banyak semangat bagi suami di dalam rumahnya. Kemudian akan membuatnya lebih banyak memberikan bantuan. Akhirnya, dia akan terbiasa membantu lagi dan lagi.

 

Lima Rahasia Cara Isteri Meminta Bantuan

Sebagai isteri, seharusnya mengetahui bahwa untuk meminta bantuan kepada suami tidak boleh mengharapkan hal itu terjadi dengan cepat, perlu waktu dan kesabaran dalam meminta bantuan. Ada lima hal yang perlu diperhatikan oleh isteri dalam meminta bantuan suami,

  1. Pemilihan Waktu yang Tepat dan Suasana

Jangan meminta suami melakukan sesuatu saat isteri mengetahui bahwa suaminya sudah merencanakan untuk melakukan hal itu. Sebagai contoh, bila seorang suami sudah akan membuang sampah, isterinya melihat lalu isterinya, “Iya Pah, tolong buang sampahnya ya?”

 

Saat suami sudah memutuskan melakukan sesuatu atas kemauannya sendiri, kemudian tiba-tiba isterinya meminta dirinya untuk melakukan hal itu, ia merasa seolah-olah isterinya memberitahu sesuatu yang wajib dia lakukan. Hal ini akan menimbulkan respon negatif dari suami. Akhirnya ia akan menolak dan memutuskan tidak jadi melakukan hal itu. Harga dirinya terusik.

 

Di sinilah diperlukan pemahaman dari isteri akan pemilihan waktu yang tepat dalam meminta bantuan. Begitu pun bila suami terlihat sedang sibuk dengan suatu aktifitas, sebaiknya tidak memintanya untuk membantu pada saat itu.

 

  1. Tidak Menuntut

Perlu diingat oleh para isteri, meminta berbeda dengan menuntut. Bila seorang isteri memakai cara menuntut atau mendesak, yang dirasakan oleh suami adalah isterinya tidak menghargainya. Tidak menghargai apa-apa yang telah diberikan sebelumnya. Sehingga suami akan menolak permintaannya, walapun isterinya meminta dengan cara merayu dan merajuk.

 

  1. Menggunakan Kata yang Singkat

Ketika meminta suami untuk melakkukan sesuatu, hendaknya gunakan kata-kata yang singkat, tidak bertele-tele dan berpanjang lebar ditambah lagi dengan sederet alasan. Ini cara yang tidak berguna sama sekali bagi suami. Karena dengan cara-cara ini dianggap bahwa mereka perlu dipahamkan akan sesuatu yang harus dilakukan.

Dengan kata-kata yang bertele-tele dan alasan yang panjang, seolah-olah seperti paksaan bagi suami untuk mengerjakannya. Akibat yang timbul adalah penolakan dari pihak suami. Semakin panjang kata-kata yang keluar dari mulut isteri, maka semakin kuat penolakan dari suami.

 

  1. Ungkapan secara Jelas

Terkadang seorang isteri tidak secara langsung mengungkapkan apa yang diinginkan dari suaminya. Mengungkapkan A walau sebenarnya hatinya menginginkan B. Atau menceritakan suatu masalah kepada suaminya, berbicara berputar-putar, tidak langsung tertuju pada keinginannya itu lalu berkeyakinan bahwa ia telah meminta bantuan kepada suaminya. Padahal sebenarnya tidak. Hal ini disebabkan,karena ia berharap suaminya memahami maksudnya, lalu segera membantunya.

Berbicara secara berputar-putar dapat mengakibatkan kesalahpahaman dari suami. Karena itu berbicaralah langsung apa yang sebenarnya ingin dilakukan suami untuknya.

 

  1. Gunakan Tiga Kata Ajaib

Pilihan kata yang diiucapkan kepada suami akan menciptakan suasanan tertentu pada dirinya. Isi yang kita katakan itu penting, tetapi ada yang lebih penting yaitu cara kita mengucapkannya.

Maka pemilihan kata-kata yang benar menjadi berperan penting dalam meminta bantuan dan dalam kehidupan secara umum. Dalam hal meminta bantuan kepada suami, sebaiknya isteri memilih kata-kata ajaib. Tiga kata itu adalah: tolong, maaf, terima kasih. Sebisa mungkin hindari penggunaan kata, “Apa kamu bisa…”

Dalam pandangan laki-laki atau suami, permintaan yang diawali dengan kata-kata, “Apa kamu bisa…” merupakan suatu bentuk penghinaan dan merendahkan. Contoh, “Apa kamu bisa membuang sampah ini?” pasti suami bisa melakukannya, pekerjaan membuang sampah sesuatu yang mudah dilakukan.

Namun dengan pemilihan kata yang tidak tepat itu dapat mengakibatkan suami enggan untuk melakukannya bukan karena ia tidak bisa, tapi karena ia merasa direndahkan dengan kata-kata itu. Akan lebih tepat bila menggunakan kata, “Tolong…” karena ini lebih menunjukkan suatu arti, bahwa keberadaannya dibutuhkan oleh isteri. terlebih lagi diawali oleh kata “maaf”, dan diakhiri dengan “terima kasih”

Contoh, “Maaf ya Bang, tolong dong bawain sampah ini keluar….” Begitu suami melakukannya, segera ucapkan, “Terima kasih ya Bang….”