HomePernikahanLima Tips Menyuburkan Cinta Suami Istri
Ilustrasi: pixabay.com

Lima Tips Menyuburkan Cinta Suami Istri

Pernikahan 0 0 likes 376 views share

Oleh: Nur Aynun*

Prang!! Suara gelas kaca yang terbanting ke lantai tiba-tiba memecahkan sunyi di rumah itu. Seorang perempuan berusia tiga puluhan itu meradang. Amarah yang sudah menggunung di dadanya akhirnya pecah lewat gelas kaca yang jadi sasaran amarahnya. Bayi yang terbaring di kamar mungkin sedang kebingungan, apa yang sedang terjadi di rumah mereka.

“Kamu tidak pernah mau mengerti aku! Aku sudah capek-capek ngurus anak kamu seharian, pulang ke rumah bukannya membantu aku, kamu malah enak-anakan telponan dengan teman-temanmu!” Suara wanita yang baru satu bulan resmi menjadi ibu itu meninggi.

“Kamu yang tidak pernah mau mengerti aku, aku sudah capek pulang kerja mbok ya nyambut di depan pintu dengan senyuman manis, ini lihat muka kamu yang seperti kain kusut membuat mood ku rusak, selera makan hilang, kenapa sih setelah kita punya anak tingkah kamu makin aneh?” suara laki-laki itu juga ikut meninggi.

Tapi bersyukur lelaki yang masih rajin salat lima waktu ke masjid itu masih bisa mengendalikan diri tanpa ikut menghempaskan gelas ke lantai, atau memukul perempuan yang telah membuatnya kaget dan malu karena pertengkaran mereka didengar tetangga. Dihampirinya wanita yang telah tiga tahun menjadi istrinya itu. Lelaki itu seketika sadar, pasti ada sesuatu yang terjadi pada perempuan yang telah setia menemaninya dalam keadaan suka dan duka. Lelaki itu memunguti pecahan gelas yang berhamburan di lantai, padahal si wanita ingin sekali dalam keadaan begini segera dipeluk suaminya. Tapi suaminya tidak pernah mengerti. Akhirnya menangis adalah satu-satunya cara untuk meluapkan emosinya yang terpendam. Suaminya semakin kebingungan melihat istrinya menangis. Drama keluarga ini masih berlanjut dengan aksi diam-diaman. Kapan kah drama ini berakhir?

***

Banyak rumah tangga yang sering bertengkar karena ingin dimengerti oleh pasangannya. Masing-masing minta dimengerti yang akhirnya mendatangkan pertengkaran. Padahal kalau saja mereka tahu ilmu berumah tangga, adegan pertengkaran hebat tidak akan terjadi. Kalau pun terjadi tidak akan memakan korban gelas pecah, piring melayang atau suara yang meninggi.

Begitu banyak pasangan suami istri memutuskan menikah hanya karena dasar cinta. Debar-debar di dada saat bertemu dengan calon pasangan, membuat sangat yakin bahwa menikah adalah saat yang paling indah bagi mereka. Bukankah dengan cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan semua akan indah di mata. Ternyata mereka sama sekali belum tahu apa makna cinta yang sesungguhnya. Dengan alasan cinta yang menyala-nyala mereka memutuskan menikah. Tapi kemudian cinta itu redup hanya karena tiupan angin sepoi-sepoi. Masalah sepele sering menjadi penyebab hancurnya rumah tangga.

Nah, agar makna cinta tidak kabur dari benak kita dan agar cinta itu semakin tumbuh subur dalam rumah tangga kita, yuk kita lakukan beberapa tips di bawah ini:

  1. Jadilah pasangan yang selalu proaktif untuk memberi.
    Apa saja yang ingin kita dapatkan dari pasangan, berilah terlebih dahulu. Jangan pernah menunggu pasangan mau memberi kita hadiah, jangan pernah menuntut pasangan agar selalu tersenyum pada kita, jangan pernah memaksa pasangan untuk melakukan sesuatu yang kita suka, jangan menunggu pasangan mengucapkan I love you pada kita, jangan menunggu pasangan memberi perhatian pada kita, tapi lakukanlah terlebih dahulu. Karena cinta sejati itu adalah memberi, bukan menerima. Lakukan semuanya ikhlas karena Allah. Dan janji Allah itu pasti, apa yang kita lakukan karena Allah dijamin Allah akan menggantinya lebih baik dari yang kita harapkan. Percayalah…
  1. Pahami bahwa karakter laki-laki dan perempuan berbeda.
    Jangan pernah memaksakan pasangan sesuai dengan style kita. Laki-laki ingin agar istri memahaminya untuk diam saat suami sedang ada masalah, padahal perempuan bertanya karena merasa begitulah caranya menyelesaikan masalah. “Ayo dong mas, ngomong.. Kamu kenapa sih diam terus?” desak seorang istri pada suaminya. “Kamu bisa diam ga sih?” suaminya semakin kesal. Akhirnya pertengkaran pun terjadi, masalah yang awalnya ingin diselesaikan malah jadi bertambah. Maka wahai para istri, bila suami sedang merasa hatinya gundah biarkan dia masuk dalam ‘gua’ nya. Beri kesempatan pada suami untuk punya ruang bagi dirinya sendiri. Berdiam diri dan tidak bertanya apa-apa jauh lebih menolong dari pada sibuk bertanya meski tujuan istri ingin menolong. Nah, wahai para suami, bila istri sedang ngambek jangan dibiarkan, kejar dia meski katanya “aku benci kamu..” percayalah itu hanya di bibir, istri hanya ingin suami memeluknya dan bilang, “Walaupun kamu bilang benci, aku tetap cinta sama kamu..” percaya deh, walaupun istri menepiskan pelukan suami besoknya dia akan semakin lengket dan tidak bisa berpisah hehe..
  1. Jadilah pasangan yang selalu mengalah.
    Tidak akan menghasilkan kesuksesan rumah tangga jika hanya ingin menyukseskan keinginan pribadi. Rumah tangga bukan ajang lomba untuk menunjukkan siapa yang paling hebat di antara suami dan istri. Rumah tangga adalah organisasi kecil yang menjadi miniatur peradaban bangsa. Semakin sering kita mengalah ketika konflik muncul, semakin besar peluang untuk menumbuhkan rasa cinta pasangan pada kita. Mengalah bukan berarti kalah. Setelah suasana tenang berdiskusilah dan menghargai pendapat pasangan, ambil jalan tengah agar pendapat suami dan istri bisa sama-sama dimenangkan. Misal bila istri ingin masakan yang tanpa penyedap rasa tapi suami ingin pakai, tidak akan dosa bila istri sedikit mengalah sesekali pakai penyedap rasa. Bukankah rida suami adalah rida Allah? Tentu saja hal ini diiringi dengan berdoa dan ngobrol dengan suami agar pelan-pelan bisa mengurangi penyedap rasa.
  1. Selalu jalin komunikasi yang sehat.
    Manusia bukan malaikat yang bisa mencatat kata hati. Manusia makhluk sosial yang memahami maksud lawan bicaranya lewat komunikasi. Perempuan ingin suaminya selalu mengecupnya setiap bangun tidur, tapi tidak pernah menyampaikan keinginannya, ya suami tidak akan pernah tahu. Bisa jadi suami bukan laki-laki romantis seperti keinginan istri. Maka komunikasi adalah satu-satunya cara. Jangan sesekali mengatakan, “Masak dia nggak tau cara mencintai istri, udah dewasa juga.” Sikap ini tidak akan mendatangkan ketenangan bagi hati perempuan, tapi malah membuat semakin sesak karena akan menimbulkan suudzon pada suami. Lebih baik sampaikan apa saja keinginan istri agar suami mau melakukannya untuk kita. Tidak usah berkhayal, bermimpi atau memakai telepati. Karena mimpi apa pun tidak akan pernah terwujud tanpa ikhtiar. Harapan suami pada istri atau istri pada suami tidak akan terwujud jika tidak disampaikan lewat kata-kata. Berkomunikasi adalah ikhtiar yang kita lakukan untuk menjaga agar cinta suami istri tetap subur seiring bertambahnya umur.
  1. Meningkatkan ibadah kepada Allah swt.
    Semakin besar tanggung jawab biasanya harus diiringi dengan semakin besarnya amunisi jiwa. Ibadah kepada Allah adalah amunisi bagi jiwa suami istri agar biduk rumah tangga yang dikayuh bisa terus melaju meski hujan badai dan segala rintangan menghadang. Tidak akan mampu kita berjalan tanpa amunisi yang cukup. Perjalanan rumah tangga adalah perjalanan panjang yang harus terus kita tempuh hingga sampai ke surga-Nya. Bila merasa perjalanan rumah tangga sebagai perjalanan semampu yang kita bisa, ini artinya menganggap bahwa rumah tangga bukan perkara besar. Padahal Allah telah mengatakan pernikahan itu adalah perjanjian besar (Mitsaqon ghalizah), semakin kita merasakan kebesaran dari janji ini kita akan semakin serius untuk menyiapkan amunisi, bersungguh-sungguh beribadah pada Allah, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Demikian lima tips yang bisa dilakukan suami istri agar cinta semakin subur. Selamat menyelami maknanya dan selamat mencoba…

*Penulis adalah peserta Wonderful Writing Class yang diampu oleh Ust. Cahyadi Takariawan dan tim.