HomePernikahanMemilih Tetap Setia Selamanya
images1

Memilih Tetap Setia Selamanya

Pernikahan 0 0 likes 941 views share

 

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Dalam kehidupan berumahtangga, komitmen dan kesetiaan adalah dua hal yang sangat penting untuk menjaga kebersamaa, keutuhan, keharmonisan dan kebahagiaan. Rumah tangg akan hacur, karam dan rusak, jika tidak ada komitmen dan kesetiaan timbal balik antara suami dan istri. Dua hal inilah yang sangat mahal harganya pada zaman sekarang, suatu zaman dimana interaksi dan komunikasi sangat terbuka serta tidak lagi ada sekat jarak dan waktu.

Bersikap setia untuk rentang waktu yang pendek tentu mudah dilakukan. Misalnya, jika kita dituntut untuk bersikap setia dalam waktu satu jam, atau satu hari, atau satu pekan, atau satu bulan saja, tentu itu sangat mudah untuk dilakukan dan dipenuhi. Namun setia menjadi berat ketika harus terjadi dalam rentang waktu yang panjang, tanpa batas masa. Inilah yang menjadi tuntutan hidup berumah tangga, setia sepanjang kehidupan bersama. Hal ini menjadi berat, karena salah satu ujian dalam kesetiaan adalah waktu.

Rumah tangga didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan, tetapi untuk selama-lamanya. Pada sebuah hubungan yang tanpa batas waktu, adalah merupakan ujian yang besar bagi kedua belah pihak untuk selalu menjaga kesetiaan dan kepercayaan. Inilah perlunya kesetiaan dan saling percaya satu dengan yang lainnya, karena mereka akan menempuh hidup bersama sampai akhir hayat tiba, sebagai suami dan sebagai isteri yang sah dalam sebuah lembaga keluarga. Sebuah hubungan langgeng yang tidak boleh dibatasi oleh waktu tertentu, tapi seumur hidup mereka.

Ujian pada rentang waktu yang panjang adalah perasaan bosan, jenuh, dan kehilangan ketertarikan kepada pasangan. Seorang teman mengatakan, ujian hidup berumah tangga adalah “harus mencintai orang yang sama dalam waktu lama”. Setia kepada orang yang sama dalam waktu yang lama merupakan bagian dari ujian kehidupan berumah tangga. Suami dan istri sudah saling mengetahui sifat, karakter dan kepribadian pasangan. Apabila mereka menemukan banyak kecocokan, tentu tidak akan menjadi masalah bagi mereka untuk tetap setia dan tetap mencinta. Namun ketika ada banyak ketidakcocokan di antara mereka, bisa menjadi hal yang sangat menyiksa ketika harus setia saling mencinta dalam rentang waktu selamanya.

Jangan Bergaining Dengan Pasangan

Pada saat kejenuhan dan kelelahan hidup berumah tangga mulai mengemuka, terkadang mulai muncul berbagai godaan dan “tawaran” yang seakan-akan lebih menarik di luar sana. Tampak lebih indah, lebih bening, lebih menawan, lebih perhatian dari yang ada di rumah anda. Anda membayangkan akan hidup lebih bahagia jika bersama orang lain di luar sana. Anda mengira akan bisa setia jika tidak lagi bersama pasangan anda, karena anda menemukan banyak ketidakcocokan dan ketidaknyamanan bersama pasangan.

Ada “tawaran” dari “orang baru”, yang baru bertemu, dan menimbulkan perasaan-perasaan baru, pengalaman baru, yang tidak didapatkan bersama pasangan. Anda bisa merasakan kedekatan emosional, kehangatan, kenyamanan yang selama ini tidak anda dapatkan dari pasangan. Anda mulai membandingkan orang baru ini dengan pasangan yang anda anggap membosankan dan menyedihkan. Anda mulai curhat tentang ketidakbahagiaan kehidupan berumah tangga dengan orang baru tersebut, dan anda merasa mendapatkan jawaban. Kini ada orang baru yang mulai mengisi hatri-hari anda dengan sejumlah harapan keindahan.

Ada pula “orang lama” yang hadir dan membangkitkan kenangan masa lalu anda. Tidak selalu orang baru, anda bisa bertemu di dunia maya atau di dunia nyata, dengan orang yang pernah demikian istimewa pada masa-masa terdahulu. Kini bertemu di grup chatting alumni. Semua suasana dan perasaan lama seakan-akan hadir kembali dan bersemi kembali. Saling menyapa, saling bercerita, saling menjalin dan merajut kembali perasaan-perasaan lama. Orang lama ini bisa kembali mengisi hari-hari baru anda, di saat anda tengah kehilangan kedekatan emosional dengan pasangan.

Pada saat suasana seperti itu terjadi, terkadang menjadikan anda memiliki bergaining kepada pasangan. Seorang istri bisa menjadi lebih berani menantang dan menghadapi suami, pada saat dirinya sudah memiliki orang lain yang memberikan harapan-harapan keindahan kepada dirinya. Tiba-tiba ia merasa segera ingin lepas dari suami yang menyebalkan. Tiba-tiba ia menjadi lebih berani mengekspresikan perlawanan dan pemberontakan kepada suami yang tidak pernah mengasyikkan. Ia menjadi perempuan yang kuat dan perkasa, setelah ada orang lain yang mengisi hari-harinya. Ia mulai bergaining dengan suami.

Seorang suami bisa melihat semakin banyak kekurangan dan kelamahan pada diri istri, ketika ia telah menemukan orang lain yang mengisi hari-hari indahnya. Semakin intens dia berhunungan dengan orang lain itu, akan semakin nyata kekurangan, kelemahan dan kejelekan istri di matanya. Seakan tidak ada kebaikan pada diri sang istri. Seakan tidak ada sisi positif sang istri, karena dirinya telah memiliki perbandingan dengan orang lain yang memberikan berbagai kehangatan dan keasyikan bagi dirinya. Bergaining dirinya semakin meningkat di hadapan istri.

Kembali Kepada Keluarga

Satu hal yang dilupakan oleh orang-orang yang mulai menemukan ‘orang baru’ ataupun’orang lama’ dalam kehidupannya, adalah bahwa mereka belum pernah hidup sebagai suami dan istri dengan orang-orang itu. Mengapa interaksi dan komunikasi dengan ‘orang lain’ itu menjadi sedemikian istimewa dan mengasyikkan, karena dia bukan suami dan bukan istrinya. Kelak jika ia menikah dengan orang lain inipun, akan menemukan hal yang mengecewakan, akan menemukan hal yang menjemukan, akan menemukan hal yang menjengkelkan dan tidak sesuai harapan.

Berhubungan dengan orang lain yang bukan suami / bukan istri terasa mengasyikkan dan menyenangkan, karena hanya berinteraksi dalam waktu yang sementara. Tidak ada ikatan komitmen dan kesetiaan yang selamanya. Seandainya seorang istri meminta cerai dari suami karena merasa bosan dengan suami yang dianggap tidak bisa membahagiakan hatinya, lalu ia menikah dengan orang lain yang mulai mengisi hari-harinya selama ini, maka kelak iapun akan mendapatkan suasana yang serupa. Setelah ia resmi menikah dengan orang lain tersebut, maka sebagai pasangan suami dan istri mereka terikat oleh komitmen dan kesetiaan sepanjang hidup berumah tangga. Sama dengan ketika ia menikah dengan suami sebelumnya.

Seandainya ada seorang suami yang menceraikan sang istri karena merasa bosan dengan istri yang dianggap tidak bisa membahagiakan hatinya, lalu ia menikah dengan orang lain yang mulai mengisi hari-harinya selama ini, maka kelak iapun akan mendapatkan suasana yang serupa. Setelah ia resmi menikah dengan orang lain tersebut, maka sebagai pasangan suami dan istri mereka terikat oleh komitmen dan kesetiaan sepanjang hidup berumah tangga. Sama dengan ketika ia menikah dengan istri sebelumnya. Bisa bosan, bisa jenuh, bisa hambar, dan bisa kecewa.

Belum lagi jika kita meninjau dari teori jatuh cinta yang sudah sering saya tuliskan di berbagai postingan. Orang yang tengah jatuh cinta selalu terinfeksi oleh orang yang dicintai, sehingga semua tampak indah dan sempurna tanpa cela. Seorang suami yang pernah jatuh cinta dengan perempuan lain menceritakan kepada saya, di saat dirinya dilanda jatuh cinta dengan perempuan lain itu, ia merasa bahwa orang yang paling jahat di muka bumi ini adalah istrinya. Mengapa demikian? Karena istrinya menghalangi kebahagiaan yang ingin ia dapatkan bersama perempuan lain tersebut.

Yang namanya jatuh akan ada masa bangunnya. Begitu masa infeksi jatuh cinta itu berakhir, dirinya akan bangun dari jatuhnya, dan menemukan bahwa orang yang membuatnya tergila-gila adalah orang biasa saja. Yang banyak kekurangannya. Yang banyak kelemahannya. Sebagaimana pasangan resminya  yang selama ini dianggap memiliki terlalu banyak kekurangan dan kelemahan. Saat dirinya tengah jatuh cinta dengan pasangan resmi ini pun, dulu ia merasakan hal yang sama. Namun karena masa jatuh cinta sudah berlalu maka menjadi bersuasana sangat biasa.

Kaidah berumah tangga adalah, pertahankan keutuhan, keharmonisan dan kelanggengannya. Jangan sampai mengorbankan keutuhan keluarga yang sudah jelas-jelas ada, untuk mencari kebahagiaan yang belum tentu ada dari orang lain. Anda harus selalu mengingat, bahwa anda terikat oleh pernikahan dan keluarga. Anda harus setia kepada pasangan, anda harus setia kepada keluarga, tanpa batas masa. Maka kembalilah kepada keluarga. Kembali kepada pasangan anda, jangan melarikan diri darinya hanya karena tergiur sesuatu yang tidak nyata dan belum tentu ada.

Perbaiki Hubungan dengan Pasangan

Fokus anda bukanlah mencari dan menemukan pelarian. Namun fokuslah untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan, sampai berhasil menemukan rumus kimia kesejiwaan. Terlebih lagi pada keluarga yang sudah dikaruniai putra dan putri, tentu harus fokus untuk membersamai dan membimbing anak-anak menuju dewasa. Semua anak memerlukan orang tua yang utuh, mereka tidak ingin memilih hidup dengan salah satu dari ayah atau ibunya. Mereka ingin ayah dan ibu selalu bersama-sama mendampingi mereka.

Hidup akan indah jika kita pandai bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan. Maka syukuri nikmat kebersamaan dalam keluarga, walau ada banyak hal yang belum sesuai keinginan kita. Jika ada kekurangan pada diri pasangan, sesungguhnya pada diri anda pun ada banyak kekurangan. Jika ada kelemahan pada diri pasangan, demikian pula pada diri anda. Jika ada hal yang mengecewakan dari pasangan, jangan mengira pasangan anda tidak kecewa terhadap anda. Jangan menuntut kesempurnaan pada pasangan, karena tidak ada manusia sempurna di muka bumi kita saat ini. Semua orang pasti memiliki kekurangan dan kelemahan.

Memilih setia dengan pasangan adalah pilihan yang paling bertanggung jawab. Carilah kebahagiaan bersama pasangan, jangan mencari dari orang lain yang tidak halal bagi anda. Rawat dan semai cinta kasih bersama pasangan tercinta. Jika cinta selalu berhasil anda rawat, maka adakah “lama” bagi orang yang saling mencinta?

 

Pangakalnbun – Semarang