HomePernikahanMenghindari Jaka Sembung Naik Ojek
116a35ac1832fe8f207de4fdced112f6

Menghindari Jaka Sembung Naik Ojek

Pernikahan 0 1 likes 332 views share

MENGHINDARI JAKA SEMBUNG NAIK OJEK

Oleh : Ummu Rochimah

 

Sudahkah Anda mengenali bahasa cinta pasangan hidup Anda? Eh, ini penting lho kita ketahui, jangan sampai salah dalam mengekspesikan bahasa cinta kepada pasangan. Karena boleh jadi, bahasa cinta kita berbeda dengan bahasa cinta pasangan. Ketika kita mengekspresikan rasa cinta kepada pasangan ‘menurut’ bahasa cinta kita, bisa jadi tidak sesuai dengan harapan pasangan. Dengan mengenali dan memahami bahasa cinta pasangan kita bisa terhindar dari peristiwa jaka sembung naik ojek. Apa itu jaka sembung naik ojek? Nggak nyambung Jek…

Secara umum suami dan istri memiliki bahasa cinta yang berbeda. Karena laki-laki dan perempuan memiliki struktur otak yang berbeda. Kedunya melihat dan memandang masalah kehidupan dari titik-titik yang berbeda. Sehingga akan memiliki bahasa yang berbeda pula dalam mengungkapkan atau mengekspresikan sesuatu, termasuk ekspresi cinta terhadap pasangan.

Bahasa laki-laki biasanya lebih memiliki arti yang sebenarnya, mereka biasa memilih kata-kata yang dapat menjelaskan makna sesungguhnya. Ketika suami berkata, “Aku capek..” ini bermakna bahwa ia mengalami kelelahan atau keletihan yang membutuhkan istirahat. Maka janganlah istri kemudian mengganggunya dengan segala macam persoalan dan keluhan.

Sedangkan perempuan sering menggunakan susunan kata tertentu dalam berbicara, seperti menggunakan kata-kata yang melebih-lebihkan, atau menyangatkan, kata-kata kiasan, atau metafora. Misalnya ketika istri mengatakan, “Aku lelah, tidak bisa melakukan apa-apa” Ini dapat bermakna bahwa ia ingin diperhatikan, dibelai dengan lembut, dipeluk dengan sayang.

Maka menjadi hal yang sangat penting bagi suami istri untuk memahami bahasa cinta dari pasangannya. Masing-masing orang memiliki kecenderungan tersendiri dalam merasa dicintai. Karena itu menjadi sangat perlu bagi kita untuk mengenali seperti apa kecendeeungan bahasa cinta pasanagan kita.

Dr. Gary Chapman, dalam bukunya The Five Love Language mengemukakan lima cara dalam mengekspresikan rasa cinta kepada pasangan.  Lima cara tersebut yaitu :

  1. Waktu yang berkualitas

Pada orang-orang dengan kecendeeungan ini, perhatian yang penuh kepada dirinya akan membuat ia merasa dicintai. Kebersamaan menjadi aspek terpenting bagi orang-orang ini. Meluangkan waktu yang berkualitas untuk memberikan perhatian, menunjukkan kasih sayang dan menikmati kebersamaan.

Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya nonton bersama, travelling, makan malam bersama. Dalam.kegiatan itu bisa diisi dengan agenda mengobrol, saling curhat, saling membuka diri, menceritakan semua kisah perjalanan hidup semasa lajang.

  1. Hadiah

Pada beberapa orang tertentu, ada yang merasa dicintai bila ia mendapatkan hadiah. Bila Anda mempunyai pasangan yang menyukai hadiah, jangan lalu beranggapan bahwa ia seorang yang ‘matere’.

Karena sebenarnya orang-orang dengan kecenderungan ini ia lebih melihat kepada aspek kesungguhan yang telah dilakukan oleh pasangannya dibalik hadiah tersebut. Jadi ia tidak melihat besar atau kecilnya nilai dari hadiah tersebut. Yang terpenting bagi orang-orang seperti ini adalah bentuk kesungguhan pasanagn dalam mengusahakan hadiah itu.

Bentuk hadiah pun bisa dalam beraneka macam, bagi yang suka.dengan karya sastra bisa diberikan puisi, bagi yang suka travelling bisa dengan diajak liburan ke tempat yang diinginkan, atau hadiah-hadiah kecil lain pada saat momen-momen tertentu, misal pada hari kelahirannya, perayaan hari pernikahan, dan lain lain.

  1. Kata-kata Afirmasi

Ada orang-orang yang merasa dicintai ketika mendapatkan kata-kata afirmasi, atau penegasan dan peneguhan. Mereka membutuhkan ungkapan-ungkapan verbal dari rasa cinta.

“Aku sayang kamu” atau “Aku rindu kamu” “Aku cinta kamu” merupakan kata-kata yang mereka butuhkan agar merasa dicintai.

Kata-kata afirmasi bisa juga berupa ungkapan yang membesarkan hati, menguatkan, ucapan dengan nada lembut serta kata-kata pujian. Bila kita tidak sanggup mengungkap secara langsung, bisa menggunakan teknologi yang ada saat ini WA, emoticon, LINE, telegram, path dan lain-lain.

  1. Sentuhan Fisik

Sentuhan fisik kadang menjadi bahasa cinta bagi sebagian orang. Ia akan merasa dicintai manakala mendapatkan sentuhan fisik. Sentuhan fisik bagi pasangab suami istri tidak melulu berarti hubungan intim.

Sentuhan-sentuhan kecil seperti menggenggam telapak tangan sambil meremas dengan lembut, pelukan ringan yang spontan pada bahu atau pinggang pasangan, mencium kening pasangan, pijitan lembut pada tubuh pasangan sehingga ia merasa lebih rileks dan segar, dan lain sebagainya menjadi satu bahasa cinta bagi orang-orang dengan kecenderungan ini. Sentuhan-senruhan ini menunjukkan perasaan sayang, bentuk kepedulian dan cinta.

  1. Perilaku Membantu

Bagi sebagian orang lainnya, ada yang merasa dicintai bila ia mendapatkan bantuan dari pasangan. Bantuan kecil seperti membereskan piring dan gelas selepas makan, membersihkan ruangan selepas anak-anak yang masih kecil bermain diruangan dengan mainannya, menyiapkan pakaian yang akan dipakai untuk bekerja, mengantar dan menemani belanja ke pasar atau supermarket, dan sebagianya. Pembeeian bantuan ini akan memperkuat ekspreai cinta bila dilakukan dengan tulus dan senang hati, bukan karena terpaksa atau di bawah ancaman.

Kata-kata yang ingin didengar oleh orang-orang dengan kecenderungan ini adalah, “Sini aku bantu”. Perilaku ini akan membuat pasangan merasa dicintai karena dilakukan dengan penuh sayang dan bukan karena kewajiban untuk membantu.

Inilah lima bahasa cinta yang dapat membuat suami istri menjadi sangat lekat bila keduanya mampu mengetahui dan memahami bahasa cinta pasangannya. Sehingga tidak akan terjadi peristiwa salah ungkapan yang dapat mengakibatkan ketegangan di antara mereka.

Pahami dan berikan bahasa cinta yang tepat untuk pasangan. Jangan sampai terjadi jaka sembung naik ojek.