HomePernikahanMenghitung Poin Isteri
2c208932598fe6f591fb47fe017d5424

Menghitung Poin Isteri

Pernikahan 0 1 likes 228 views share

MENGHITUNG POIN ISTERI

 

Oleh : Ummu Rochimah

 

Pada tulisan yang lalu kita telah membahas tentang bagaimana agar suami bisa mendapat poin dari isterinya. Lalu apakah hanya suami saja yang harus berusaha untuk mendapat poin dari isteri, bagaimana dari sisi isteri? Apa yang harus dilakukan oleh isteri agar ia juga mendapat poin di mata suaminya, supaya kehidupan keduanya menjadi seimbang?

Pernikahan adalah pertautan dua hati yang saling melengkapi sehingga tercapai keseimbangan antara suami dan isteri. Hal ini yang akan memberikan keharmonisan dalam pernikahan. Setelah mengetahui apa yang harus dilakukan oleh para suami untuk mendapatkan poin dari isteri. Kali ini akan dibahas mengenai apa yang harus diperhatikan oleh isteri agar memperoleh poin dari suami sehingga posisi keduanya menjadi berimbang.

Sebagaimana suami yang perlu melakukan hal-hal kecil secara terus menerus untuk bisa menjaga tangki cinta isteri dan kemudian membuatnya bahagia, maka isteri pun harus memperhatikan satu poin penting agar tercipta keseimbangan bagi mereka berdua. Satu poin yang harus diperhatikan oleh isteri yaitu, ia harus berterima kasih, menghargai dan merasa senang dengan apa-apa yang sudah dilakukan oleh suami untuknya.

 

Penghargaan pada Hal Kecil yang Berdampak Besar

Seorang isteri dapat mengungkapkan rasa terima kasih, rasa senang atau penghargaannya dengan cara memberikan senyum yang tulus, dengan ungkapan terima kasih baik secara verbal maupun dengan gerak tubuh dan tindakan yang bisa dimengerti oleh suami, seperti pelukan yang erat, ciuman mesra di pipi dan sebagainya.

Bila isteri dapat melakukan hal tersebut, berarti ia telah membuat suaminya merasa telah mendapat poin kebaikan dan efeknya ia juga akan memberi poin bagi isterinya. Hal ini dapat mendorongnya untuk semakin banyak memberi kepada isterinya. Suami memerlukan perasaan bahwa usaha dan kerja yang telah dilakukan untuk membahagiakan isterinya tidak sia-sia, dan ia akan merasa bahwa ia mampu membahagiakan isterinya. Sesuatu yang menjadi impian seorang suami.

Seperti yang dikatakan oleh Allan & Barbara Pease, bahwa laki-laki sejak sebelum menikah mempunyai satu keinginan untuk membahagiakan perempuan yang dicintainya. Maka ketika ia memutuskan untuk menikahi seorang perempuan, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan isterinya. Sehingga isteri harus selalu memiliki prasangka yang baik kepada suami. Bahwa tidak mungkin suami akan berbuat jahat atau berbuat buruk yang dapat menyebabkan penderitaan bagi isteri.

Karena itu bila isteri tidak menghargai usaha yang telah dilakukan suami untuk membahagiakannya, ini sama saja dengan memupus harapan seorang suami. Kemudian muncul perasaan gagal di dalam hati suami yang mengakibatkan hilanganya dorongan dari dalam dirinya untuk memberi dan melakukan hal-hal yang pernah ia lakukan untuk isterinya. Pada akhirnya ia akan berhenti untuk melakukan hal itu lagi di waktu mendatang.

Isteri harus tetap menghargai apapun usaha yang telah dilakukan oleh suami, sekalipun usaha dan kerja yang telah dilakukan itu belum memenuhi harapan dan memuaskan semua kebutuhannya. Misalnya, suami yang telah memperbaiki kran air yang rusak di kamar mandi, karena memag ia tidak memiliki keahlian di bidang teknik, mungkin saja hasilnya tidak sebaik seperti bila dikerjakan oleh teknisi. Namun kemauannya untuk memperbaiki kerusakan harus tetap dihargai dan tidak disepelekan oleh isteri. Misalnya dengan mengatakan, “Ah, abi mah payah, betulin kran begitu saja ngga bisa..” atau kalimat-kalimat lain yang senada.

Isteri yang terus menerus mengecilkan dan menyepelekan usaha dan kerja suaminya akan menghilangkan dan menghapus dorongan dan kemauan dari suami untuk memberi kepada isterinya. Suami akan merasa gagal dalam memberikan kebahagiaan kepada orang yang dicintainya, sehingga kegairahan dan semangat hidupnya menjadi hilang.

Akan berbeda bila isteri menghargai dan berterima kasih untuk semua pekerjaan dan tindakan yang telah dilakukan suaminya, maka perasaan tegang dalam dirinya dan rasa kekhawatiran akan rasa gagal karena tidak mampu membahagiakan isteri lama kelamaan akan berangsur turun dan menghilang. Yang muncul kemudian adalah dorongan dari dalam dirinya untuk semakin banyak memberi pada waktu-waktu mendatang.

 

Yang Harus Diperhatikan Isteri

Karakter laki-laki atau suami itu biasanya ia akan mencurahkan perhatiannya untuk melakukan hal-hal yang besar, dan cenderung mengabaikan atau tidak memperhatikan hal-hal kecil atau detail. Ini karakter laki-laki yang harus dipahami oleh perempuan. Suatu kenyataan yang mau tidak mau harus diterima oleh isteri. Bila suami tidak  melakukan hal-hal kecil tersebut, bukan berarti ia mengabaikan isterinya dan tidak memenuhi keinginannya. Sama sekali tidak seperti itu. Buktinya, ia mau melakukan hal-hal yang besar untuk isterinya.

Isteri harus memahami poin penting ini, sehingga tidak akan terus menerus menyalahkan, mengeluhkan suaminya atau merasa menjadi orang paling menderita karena perbuatan suami yang tidak mau memenuhi keinginananya.

Dengan memperlihat rasa terima kasih dan penghargaan pada hal-hal kecil yang telah dilakukan oleh suaminya, maka isteri dapat membiasakan suami utnuk melakukan hal-hal kecil tersebut secara terus menerus. Perlu diingat oleh isteri, bahwa hal yang kecil dalam pandangan isteri itu, menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan oleh suami karena ia terbiasa untuk memikirkan sesuatu yang besar. Karena itu hargailah semua usaha dan kerja yang telah dilakukan oleh suami.

Daripada terus menerus marah dan menyalahkan suami karena kealpaannya untuk melakukan hal-hal yang kecil tersebut, akan lebih baik bila isteri mendorong suami untuk bekerja sama. Yaitu dengan cara meminta suami membantu dan menolongnya serta selalu setia berada di sisinya untuk merealisasikan tujuan yang diharapkan dari ikatan pernikahan, yaitu merealisasikan cinta, kasih sayang, kebahagiaan, ketenangan dan kesenangan bersama. Sakinah, mawaddah wa rahmah.