HomeRuang KeluargaMenuju Penyehatan Keluarga
source : pixabay

Menuju Penyehatan Keluarga

Ruang Keluarga 0 0 likes 207 views share

Semua keluarga pasti memiliki masalah, tidak ada keluarga yang tidak memiliki masalah. Yang membedakan antara satu keluarga dengan keluarga lainnya adalah, bagaimana mereka keluar dari masalah itu.
Sebagai organisme hidup, keluarga juga bisa mengalami sakit. Untuk itu perlu upaya penyembuhan dan penyehatan ketika tengah sakit. Ada banyak keluarga yang sehat, walaupun memiliki masalah. Namun ada keluarga yang memang sakit atau memiliki gejala penyakit.

Perbedaan “Masalah” dan “Sakit” Dalam Keluarga

Masalah adalah kesenjangan antara harapan ideal dengan kenyataan. Baik dalam skala individu maupun dalam skala keluarga. Itulah yang memunculkan pernyataan bahwa semua orang dan semua keluarga pasti memiliki masalah. Karena tidak ada satu orangpun atau satu keluarga pun yang hidup di zaman kita ini, yang seluruh harapan idealnya telah terwujud menjadi kenyataan. Rasanya itu mustahil. Ideal itu adalah semacam kriteria atau cita-cita dan daftar keinginan, sedangkan realitas yang kita hadapi selalu tidak sempurna. Maka muncul konsep tentang masalah. Orang dewasa selalu memiliki masalah. Entah masalah dalam keluarga, pekerjaan, keuangan, dan lain sebagainya.

Sedangkan sakit, telah menunjukkan adanya kondisi yang spesifik, yang memerlukan perawatan, terapi atau penyembuhan dari ahli pada bidangnya. Sakit juga merupakan keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari baik dalam aktivitas jasmani, rohani dan sosial.

Maka, sebuah keluarga yang tengah “sakit”, berarti tengah mengalami gangguan fungsi normal sebagai keluarga. Suami dan istri tidak bisa melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya, tidak bisa bekerja sama dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan-tujuan bersama, dan tidak bisa saling menikmati keindahan dalam kebersamaan. Mereka merasakan penderitaan yang nyata dan kinerja yang buruk, sebagaimana kondisi orang yang tengah mengalami sakit, baik fisik maupun mental.

Keluarga yang tengah menghadapi konflik atau masalah, memerlukan konseling. Sedangkan keluarga yang tengah sakit, memerlukan terapi. Jika salah satu anggota atau seluruh anggota keluarga masih bisa berkomunikasi dengan normal, bisa menjawab pertanyaan dengan baik, mampu menceritakan masalah yang dialami dan anggota tubuhnya bekerja dengan baik, maka keluarga/klien tersebut hanya perlu dibantu untuk memecahkan masalahnya. Akan tetapi jika anggota keluarga memang tidak mampu berkomunikasi dengan baik, tidak bisa bercerita, atau kondisi fisiknya tidak terkoordinasi dengan baik maka mereka adalah pasien yang memerlukan proses terapi.

Konselor sosial hanya membantu para klien untuk menemukan solusi terbaik atas masalah yang tengah mereka hadapi. Sedangkan untuk keluarga yang telah menampakkan gejala sakit atau penyakit, mereka memerlukan sentuhan ahli untuk terapi, sejak trauma healing, hingga tindakan psikologi, terapi psikiater, maupun terapi medis oleh para dokter. Ini adalah kawasan yang memerlukan otoritas dan lisensi, tidak bisa dilakukan oleh para relawan (helper) atau konselor sosial.

Menuju Keluarga Sehat
Keluarga dikatakan sehat apabila memiliki kondisi sejahtera baik dari segi spiritual, mental, fisik, material dan sosial, yang memungkinkan keluarga tersebut untuk hidup secara normal dan layak dalam menjalankan fungsi dan mencapai tujuan-tujuannya. Hal ini mencakup aspek-aspek yang sangat luas, karena kesehatan keluarga bermula dari kesehatan semua anggotanya, dan kesehatan mereka dalam berkomunikasi, berinteraksi serta bekerja sama dalam satu tim untuk mencapai tujuan hidup berumah tangga.

Keluarga yang tengah sakit tidak memiliki kondisi tersebut, baik dari segi spiritual, mental, fisik, material maupun sosial. Fungsi dan peran masing-masing pihak tidak bisa tegak sebagaimana semestinya, dan tidak mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara positif, yang disebabkan karena adanya gangguan dari segi mental spiritual.

Keluarga yang sehat memiliki kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi
secara dewasa dan bertanggung jawab. Artinya, kendati semua keluarga selalu menghadapi permasalahan, namun akan lebih mudah diselesaikan pada keluarga yang sehat. Pada keluarga yang tengah mengalami sakit, maka berbagai permasalahan menjadi tidak bisa diselesaikan dengan baik, atau memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan setiap masalah.

Tenaga yang bisa membantu orang yang tengah mengalami gangguan kejiwaan —baik yang bercorak sosial murni maupun profesional— sering disebut sebagai terapis. Ada sangat banyak pendekatan yang digunakan oleh para terapis dalam menterapi para pasien gangguan jiwa, sejak dari pendekatan spiritual, pendekatan pengubahan pola pikir, pendekatan pengubahan perilaku, pendekatan psikologi, ataupun pendekatan psikiatri, dan lain sebagainya. Pada contoh pendekatan spiritual, ada banyak istilah yang digunakan oleh para terapis, seperti pendekatan taubat nasuha, pendekatan aqidah, pendekatan ruqyah syar’iyah, pendekatan ingat kematian, dan lain sebagainya.

Satu hal yang sangat penting adalah kesediaan, kerelaan, dan keterbukaan diri pasien untuk
mendapatkan intervensi terapi. Apapun metode penyembuhan dan penyehatan yang dilakukan pihak lain, tetap bertumpu kepada diri sendiri untuk menuju kesembuhan total.