HomePranikahPemeriksaan Kesehatan Pranikah, Perlukah?
pexels-photo-220723

Pemeriksaan Kesehatan Pranikah, Perlukah?

Pranikah 0 0 likes 394 views share

Oleh : Giovani Rukmi*

Vendor resepsi, katering, undangan, souvenir pernikahan hingga baju yang akan dipakai pada saat prosesi adalah serangkaian hal yang umumnya dipersiapkan dengan baik sebelum hari besar itu tiba. Tapi pernahkah terpikir perlunya melakukan beberapa tes kesehatan sebelum menikah? Apa manfaatnya? Dan mengapa pemeriksaan ini penting untuk dilakukan? Pernikahan pada dasarnya adalah menyatukan dua insan yang bukan hanya berbeda latar belakang keluarga, tetapi juga mungkin memiliki risiko terkait riwayat kesehatan atau penyakit- penyakit terdahulu.

Di Indonesia sendiri, pemeriksaan kesehatan pranikah masih terbilang jarang dan belum banyak pasangan yang merasa perlu melakukan tes ini. Ditambah lagi dengan adanya perasaan takut yang munkin muncul dari calon pasangan apabila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu maka pernikahan dapat dibatalkan. Sebenarnya justru dengan adanya pemeriksaan kesehatan pranikah, permasalahan yang mungkin muncul dapat ditangani sedini mungkin dan secara tidak langsung membantu kesiapan mental pasangan dan keluarganya untuk menerima secara utuh keadaan masing-masing calon pasangan. Dilansir dari halaman berita website resmi Universitas Airlangga pada tahun 2016, fakta menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan ini dapat menghindarkan pasangan dari risiko penyakit jangka panjang, bahkan untuk generasi keturunan mereka.

Apa itu Premarital Screening?

Premarital screening atau pemeriksaan kesehatan pranikah merupakan serangkaian tes kesehatan yang dianjurkan untuk pasangan yang akan segera menikah guna mengidentifikasi kemungkinan adanya masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan) beserta upaya pencegahannya.

Mengapa perlu melakukan Premarital Screening?

Pemeriksaan kesehatan pranikah dilakukan dengan tujuan diantaranya,
– Untuk mengurangi munculnya penyakit-penyakit herediter, seperti seperti sickle-cell anemia (SCA) dan talasemia
– Sebagai deteksi dini penyakit infeksi dan penyakit menular seksual seperti hepatitis B, hepatitis C dan HIV – Aids yang dapat ditularkan kepada pasangan maupun anak yang nantinya akan dilahirkan
– Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait kesehatan reproduksi
– Untuk membentuk pasangan yang siap secara medis dan psikologis
– Untuk mempersiapkan imunisasi apabila diperlukan

Kapan waktu yang tepat untuk Premarital Screening?

Sampai saat ini, belum ada sumber ilmiah yang dengan pasti menyarankan waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah. Meski begitu, idealnya pemeriksaan ini dilakukan enam bulan sebelum dilangsungkan pernikahan, dengan pertimbangan apabila ada suatu masalah pada hasil pemeriksaan, masih ada cukup waktu untuk memberikan penanganan berupa konseling, pengobatan atau imunisasi.

Apa saja yang termasuk dalam Premarital Screening?

Pemeriksaan kesehatan pranikah diantaranya :
1. Pemeriksaan status kesehatan atau tanda-tanda vital seperti nadi, frekuensi napas, suhu, dan tekanan darah
2. Pemeriksaan darah rutin seperti Hemoglobin, Hematokrit, Leukosit, trombosit, gambaran darah tepi, HPLC, dan HbH untuk mengidentifikasi adanya penyakit infeksi, penyakit darah dan talasemia. Termasuk di dalamnya pemeriksaan HBsAg untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi Hepatitis B
3. Pemeriksaan darah yang dianjurkan, yaitu golongan darah dan rhesus untuk mengetahui kecocokan rhesus dan Gula darah sewaktu (GDS) guna mengidentifikasi adanya diabetes mellitus
4. Pemeriksaan TORCH (Toksoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus, dan Herpes simpleks) untuk mengetahui adanya infeksi oleh parasite toksoplasma, virus rubella, virus citomegalo dan virus herpes yang menyebabkan keguguran, kelainan atau cacat janin, dan kelahiran prematur. Pemeriksaan ini dikhususkan untuk wanita.
5. Pemeriksaan urin atau urin analissi untuk memantau kondisi fungsi ginjal atau saluran kemih, penyakit metabolic atau sistemik. Termasuk di dalamnya pemeriksaan VDRL untuk mengetahui infeksi penyakit seksual menular seperti sifilis.

Tindakan apa saja yang diperlukan pasca pemeriksaan?

Apabila hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya indikasi penyakit maupun kelainan tertentu, pasangan dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter ahli yang berkaitan dengan penyakit dan kelainan tersebut, kemudian melakukan pengobatan intensif sesuai dengan apa yang disarankan serta mempersiapkan diri terhadap risiko yang mungkin muncul.

Jadi sebaiknya tidak perlu ragu bagi pasangan yang akan menikah untuk melakukan pemeriksaan ini, mengingat manfaat yang dapat diperoleh beserta solusinya apabila ditemukan masalah, sekaligus di sinilah cinta dan ketulusan masing-masing dapat dibuktikan.

*Penulis adalah  seorang Research Assistant, yang dapat dihubungi melalui email giovani.rukmi@gmail.com dan line @giovanirukmi