HomePernikahanPenuhi Kebutuhan Emosional Pasangan, Cintanya Akan Anda Menangkan
pak cah

Penuhi Kebutuhan Emosional Pasangan, Cintanya Akan Anda Menangkan

Pernikahan 0 4 likes 4.2K views share

Oleh : Ummu Rochimah

 

 

Suatu keluarga pada dasarnya berdiri atas dasar cinta yang melahirkan sikap itsar, yaitu mendahulukan kepentingan pasangan daripada kepentingannya sendiri. Tujuan pernikahan dan berumah tangga adalah mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sebuah keluarga yang memberikan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, dan kesejahteraan lahir dan batin, pada semua anggotanya.

Untuk mewujudkan tujuan pernikahan tersebut, maka pasangan suami istri harus bekerjasama dalam mengupayakan terciptanya keluarga yang samara. Masing-masing harus memahami kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi. Karena kebutuhan keluarga adalah tiang utama dalam sebuah rumah tangga. Pemenuhannya merupakan kewajiban sedangkan kekurangannya dapat menjadi awal suatu ketidakstabilan dalam rumah tangga. Inilah tips kesembilan dari sepuluh tips merawat cinta kasih di antara suami istri, yaitu saling memenuhi kebutuhan pasangan.

Secara garis besar, kebutuhan keluarga terbagi menjadi dua, pertama kebutuhan materi seperti kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Dan kedua kebutuhan  non materi atau  kebutuhan emosional, yang lebih banyak berhubungan dengan rasa nyaman dan ketenangan anggota keluarga, seperti saling mencintai, menghargai, melindungi, menghormati, mempercayai, dan lain-lain.

Untuk pemenuhan kebutuhan materi, secara keumuman lebih banyak dibebankan kepada suami, karena secara hukum syariat Islam, seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya, sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bag kaum perempuan, oleh karena itu Allah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisa : 34).

Namun dalam suatu kondisi tertentu, tidak dilarang seorang istri untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan materi keluarga, misal dalam kondisi suami mengalami sakit yang menghalangi dirinya untuk mencari nafkah maka seorang istri bisa mengambil alih peran suami dalam mencari nafkah. Sedangkan untuk kebutuhan non materi atau kebutuhan emosional, tidak ada pembebanan secara khusus kepada salah satu dari pasangan suami istri. Untuk hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan keduanya.

Kebutuhan Emosional Suami Istri

Dalam diri setiap individu baik suami maupun istri ada perasaan yang menyentuh diri dan sangat berpengaruh pada tindakannya. Dengan dasar pengaruh ini lah seseorang itu bertindak. Suami  dan istri memiliki kebutuhan emosional yang harus diwujudkan. Dan kebutuhan emosional antara seorang suami  dan istri sama sekali berbeda.

Dalam realitas kehidupan suami istri, banyak pasangan yang tidak mengetahui tentang perbedaan kebutuhan emosional ini. Sehingga mengakibatkan ketidak pahaman satu sama lain dalam membantu pasangan untuk mendapatkan kebutuhannya. Yang kemudian terjadi adalah, ketika seorang suami ingin melakukan suatu tindakan dengan tujuan untuk membahagiakan pasangannya ia memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang laki-laki. Bukan sesuatu yang dibutuhkan oleh perempuan. Demikian pula sebaliknya. Maka dapat diperkirakan sebuah prahara akan menimpa rumah tangga tersebut.

Suami dan istri masing-masing membayangkan bahwa kebutuhan emosioanal pasangannya sama dengan kebutuhan dirinya. Walaupun sebenarnya seorang suami atau istri mempunyai niat yang baik, ingin memberikan cinta, kasih sayang, pertolongan, bantuan kepada pasangannya. Namun karena ketidak tahuan terntang perbedaan kebutuhan emosional antara laki-laki dan perempuan, mengakibatkan kesalahpahaman di antara keduanya.

Untuk itu perlu dipahami oleh pasangan suami istri mengenai perbedaan kebutuhan emosional laki-laki dan perempuan. Dr. Thariq Kamal An-Nu’aimi dalam bukunya “Psikologi Suami Istri”, mengutarakan ada enam kebutuhan emosional dasar  laki-laki dan perempuan. Kebutuhan emosional ini seperti sebuah siklus, saling berpasangan dan saling mempengaruhi. Saat seorang suami terpenuhi kebutuhan emosionalnya, maka ia akan terdorong untuk memenuhi kebutuhan emosianal pasangannya. Begitu pun sebaliknya, saat seorang istri terpenuhi kebutuhan emosionalnya, maka secara alamiah ia akan tergerak untuk memenuhi kebutuhan emosional suaminya.

Adapun enam kebutuhan emosional laki-laki dan perempuan menurut Dr. Thariq Kamal An-Nu’aimi, yaitu:

  1. Perempuan butuh perhatian, laki-laki butuh dipercaya

“Biar papa yang cuci piring, mama istirahat saja,” ucap seorang suami demi melihat istrinya akan mencuci piring setelah mereka makan malam.  Atau perkataan,”Yuk, dede mainnya sama ayah,” ujar sang ayah saat melihat istrinya kewalahan menghadapi rengekan anak mereka.

Perhatian-perhatian kecil seperti ini menjadi sangat berarti bagi seorang istri. Ketika seorang suami menampakkan perhatiannya kepada sang istri, maka seorang istri akan merasa diperhatikan dan dicintai oleh suaminya. Bila seorang suami dapat menerima dan menjadikan istrinya seorang yang istimewa baginya, berarti ia telah berhasil mewujudkan kebutuhan emosional pertama sang istri yaitu kebutuhan akan perhatian.

Setelah kebutuhan emosional istri ini terpenuhi, yaitu merasa diperhatikan oleh suaminya, maka ketika itu perasaan percaya kepada suami akan muncul. Dan ini berarti ia memenuhi kebutuhan emosional pertama seorang suami. Kepercayaan seorang istri pada suami yaitu, bahwa suaminya akan mampu untuk mencintai dan membahagiakan dirinya. Bagi seorang suami, jika semakin dipercaya oleh istrinya, maka ia akan lebih memperhatikan kebutuhan istrinya.

  1. Perempuan butuh dimengerti, laki-laki butuh penerimaan

Seorang suami yang bersedia mendengarkan dengan menunjukkan perhatian dan kasih sayang saat istrinya berbicara, misalnya tentang keriuhan dalam mengasuh anak dan mengelola rumah tangga walau tanpa menawarkan sebuah solusi apapun terhadap masalah tersebut, sebenarnya ia sudah memenuhi kebutuhan emosional kedua dari seorang istri, yaitu butuh untuk dimengerti dan didengarkan.

Ketika seorang istri didengarkan oleh suaminya maka ia akan merasa bahwa suaminya memahami dirinya dan mendengarkan keluhannya sehingga akan semakin bertambah kecenderungannya. Dan saat itu, seorang istri akan mudah memberikan penerimaan kepada suaminya. Penerimaan inilah yang dibutuhkan seorang suami. Seorang suami butuh untuk diterima sebagaimana apa adanya.

  1. Perempuan butuh dihormati, laki-laki butuh dihargai

Saat seorang suami mengingat pada beberapa acara yang berkesan bagi seorang istri, misalnya hari ulang tahun, perayaan pernikahan, makanan kesukaan atau hal-hal kecil lainnya. Hal ini akan menambah perasaan dihormati bagi sang istri. Dengan munculnya perasaan dihormati bagi seorang istri, maka ia akan mengakui kebaikan sang suami dan mulailah ia menghargai segala usaha yang telah dilakukan oleh suami dalam menghormati dirinya.

Adapun laki-laki, mereka merasa dicintai apabila dihargai oleh istri. Semua kerja keras yang dilakukan untuk keluarga, menjadi terbalas oleh penghargaan yang diberikan istri. Penghargaan seperti inilah yang dapat memenuhi kebutuhan emosional seorang laki-laki. Semakin banyak ia mendapatkan penghargaan dari pasangannya, akan semakin mendorongnya untuk semakin menghormati pasangannya.

  1. Perempuan butuh kesetiaan dan pengorbanan, laki-laki butuh dikagumi

Ketika seorang suami memberikan apa-apa yang diinginkan dan disukai istrinya dengan perasaan senang dan bahagia saat memberikannya, menjadikan istrinya sebagai seorang yang istimewa dan menjadi prioritas bagi dirinya, maka ia telah memenuhi kebutuhan dasar yang keempat bagi perempuan, yaitu kesetiaan dan pengorbanan. Saat seorang istri telah terpenuhi kebutuhan akan kesetiaan dan pengorbanan ini, akan muncul dalam dirinya kekaguman kepada pasangannya.

Seorang suami akan merasa dikagumi oleh pasangannya jika ia melihat tanda-tanda kekaguman dari pasangannya berupa ungkapan yang menunjukkan rasa takjub, rasa senang dan bahagia. Seorang laki-laki akan merasakan kekaguman perempuan saat perempuan menyukai kepribadiannya, sifat amanahnya, keterusterangannya, ketekunannya, dan lain-lain. Kekaguman seorang istri kepada suaminya akan membuat sang suami merasa tentram berada bersamanya, seiring perasaan tentram ini akan meningkatkan rasa pengorbanan dan kesetiaan seorang suami kepada istrinya.

  1. Perempuan butuh diberikan hak-hak dirinya, laki-laki butuh pengakuan

Saat seorang istri sedang merasa kesal dan marah, seorang suami cukup mendengarkan dan menerima perasaannya, hal ini akan membuat sang istri merasa dicintai oleh suaminya. Ini yang disebut memvalidasi perasaan dan memberikan hak perempuan untuk merasakan emosi yang sedang dialami.

Seorang suami yang secara terus menerus memvalidasi perasaan istrinya, maka akan muncul dalam diri sang istri ungkapan pengakuan terhadap suaminya. Pengakuan ini adalah kebutuhan emosional kelima bagi seorang suami. Setiap orang mengetahui bahwa seorang laki-laki ingin menjadi pahlawan bagi perempuan. Sebutan pahlawan ini dapat diperoleh dari pengakuan seorang perempuan, berupa pengakuan akan kebaikannya, pengakuan bahwa ia adalah satu-satunya orang yang dapat menolong dirinya, dan lain-lain.

Penting untuk dicatat bahwa, menjadi sesuatu yang penting bagi seorang istri untuk menunjukkan sikap menyetujui sebagai bentuk pengakuan terhadap suami, walau ia sebenarnya tidak sepakat dengan pendapat sang suami. Sebagai contoh, ketika seorang suami pulang dari bekerja, dan kebetulan hari itu ia mendapatkan  gajinya, lalu di perjalanan ia berhenti di sebuah rumah makan dan membelikan makanan untuk istrinya, namun saat tiba di rumah ternyata sang istri sudah memasak makanan untuk dirinya.

Secara lahiriah apa yang dilakukan oleh sang suami seolah-olah sia-sia, namun yang harus diperhatikan adakah niat dari seorang suami yang ingin membahagiakan istrinya dengan membawakan makanan. Sikap yang harus ditunjukan oleh seorang istri adalah dengan menyetujui tindakan suami dengan sebuah ungkapan,”Terima kasih sudah membawakan makanan untuk ku, kebetulan saya memasak sedikit hari ini, dengan makanan yang kamu bawa menjadi cukup untuk kita semua.”

  1. Perempuan butuh penguatan cinta, laki-laki butuh dorongan

Ketika seorang suami menganggap cukup begitu ia telah memberikan sekali saja kebahagiaan kepada istrinya, tanpa diikuti dengan pengulangan-pengulangan selanjutnya. Lalu berharap sang istri akan mencintainya selama-lamanya. Ini merupakan sebuah kesalahan besar yang sering terjadi pada seorang suami.

Padahal, dalam pandangan seorang istri, pengulangan-pengulangan wujud cinta itu perlu sebagai bentuk kepedulian, perhatian, pengertian, penghormatan, pengorbanan seorang suami. Dengan cara inilah seorang istri merasakan penguatan cinta sebagai kebutuhan emosionalnya. Sedangkan kebutuhan emosional suami berupa dorongan motivatif, yang dapat dipenuhi dengan cara seorang istri mempercayainya. Mempercayai kemampuan dan karakter seorang suami, mempercayai kecintaan suami terhadap dirinya, hal ini akan membuat seorang suami merasa terdorong dan bersemangat untuk terus menerus melakukan penguatan cinta kepada sang istri.

Inilah enam kebutuhan emosional dasar dari pasangan suami istri yang harus terpenuhi agar perjalanan pernikahan dapat tetap terjalin harmonis. Kebutuhan emosional ini tidak dapat berjalan sesuai harapan bila hanya salah satu saja yang menjalankannya, karena kebutuhan ini saling berkaitan dan mempengaruhi, maka pasangan suami istri harus senantiasa berusaha untuk saling memenuhi kebutuhan pasangannya. Tidak hanya berharap dipenuhi kebutuhannya oleh pasangannya. Semakin banyak ia memenuhi kebutuhan pasangan, maka akan semakin banyak pula kebutuhannya yang akan terpenuhi.

“Siapa yang memberi ia akan mendapatkannya”.

 

Setiabudi, 2 Agustus 2017

 

 

Bahan Bacaan

Sheikh Abu Al Hamd Rabee’, Membumikan Harapan Keluarga Islam Idaman, LK3I, Jakarta, 2015

Dr. Thariq Kamal An-Nu’aimi, Psikologi Suami Istri, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2015