HomePernikahanPujilah Pasangan Anda, dan Lihat Hasilnya
ilustrasi : www.pinterest.com

Pujilah Pasangan Anda, dan Lihat Hasilnya

Pernikahan Ruang Keluarga 0 6 likes 1.4K views share

Bagian Kedua dari Serial “10 Tips Merawat Cinta Kasih Suami Istri”

Oleh : Ummu Rochimah

 

 

 

Pada postingan sebelumnya telah saya sampaikan tips pertama dan kedua untuk merawat cinta kasih pasangan suami istri. Kali ini, akan saya sampaikan tips ketiga dari sepuluh tips merawat cinta kasih dalam kehidupan pernikahan.

Tips Ketiga

Saling memuji untuk berbagai kebaikan yang ada pada pasangan

Tips ketiga dalam merawat cinta kasih suami istri yaitu keduanya saling memberi pujian kepada pasangan. Bahkan untuk hal-hal kecil dan rutin yang dilakukan pasangan, hendaknya diberikan apresiasi berupa pujian. Tidak perlu menunggu hal-hal besar dan istimewa baru bisa memuji, karena ada sangat banyak kebaikan dan sisi positif yang ada pada pasangan kita, atau yang dilakukan oleh pasangan kita setiap harinya.

Lisan merupakan salah satu nikmat yang Allah berikan kepada manusia, dengan lisan manusia dapat menyampaikan pesan-pesannya kepada orang lain secara jelas dan terstruktur, dengan lisan manusia dapat meraih ketakwaan di sisi Allah. Namun dengan lisan pula manusia dapat menyakiti atau menghancurkan orang lain, bila lisannya berisi ucapan-ucapan buruk, dan lisan pula akan dapat mengantarkan manusia kepada neraka.

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia mendengar Rasulullah Muhammad saw bersabda:

“Sesungguhnya seseorang hamba itu niscayalah berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia fikirkan – baik atau buruknya -, maka dengan sebab perkataannya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara sudut timur dan sudut barat” (Muttafaq ‘alaih).

Oleh karena itu, lisan  seperti dua mata pedang, ia dapat memberi kebaikan kepada orang lain, bila kata-kata yang keluar dari nya adalah suatu kebaikan. Namun ia juga dapat melahirkan bahaya besar apabila kata-kata yang diucapkan adalah perkara yang bathil. Maka manusia wajib menjaga dan mengendalikannya,  karena jika tidak dia akan menjadi ‘alat pembunuh’ yang berbahaya akibat apa yang keluar darinya.

Makna Pujian

Salah satu produk lisan adalah pujian. Pada dasarnya setiap orang itu senang dipuji, karena pujian itu adalah suatu bentuk pernyataan positif tentang seseorang dan bentuk pengakuan tentang keberadaan seseorang, pujian juga akan melahirkan rasa percaya diri pada orang yang dipuji. Seorang anak yang tidak pernah mengalami pujian dari orang lain akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengungkapkan perasaannya atau akan sulit dia untuk memuji dan menghargai orang lain, bahkan terlebih lagi terkadang ia menjadi bingung untuk merespon suatu pujian.

Seperti contoh, Mike Tyson. Pada suatu acara Oprah di Metro TV, Tyson tampil berbeda dari Tyson yang lalu. Dia menyesali perbuatan masa lalunya yang penuh kekerasan dan perbuatan pelecehan seksualnya dulu. Dalam acara tersebut banyak yang memberikan pujian, simpati dan respek atas sikapnya saat ini.

Tyson yang tak pernah menerima pujian sejak kecil tampak bingung. Tatkala pembawa acara, Oprah bertanya,”Banyak yang simpati padamu, bagaimana perasaanmu?”

Berkali-kali Tyson menggelengkan kepalanya dan berkata,”I don’t know…” Lalu ia terdiam, menunduk, menggeleng lagi, karena benar-benar tak mengerti cara merespon pujian.

“Aku tak tahu… Bukan begitu caraku dibesarkan, semua serba keras, berkelahi, bekerja keras…” Ia kebingungan sampai Oprah menenangkan dengan menggenggam tangannya.

Dalam Islam pun Rasulullah saw terkadang memberikan pujian kepada para sahabatnya, contohnya pujian terhadap Abu Bakar ash Shiddiq, “Wahai Abu Bakar, jangan menangis, sesungguhnya orang terbaik terhadapku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar, kalau seandainya aku mengambil khalil (sahabat kesayangan) dari umatku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalilku.” (Hadits shahih riwayat Bukhari)

Atau pujian tentang Umar bin Khattab r.a, “Jika syaithan berpapasan denganmu pada suatu jalan, niscaya dia akan mencari jalan lain yang engkau lalui”  (hadits shahih riwayat Muslim).

Pujian Rasa Istimewa

Banyak di antara pasangan suami istri tidak merasa perlu untuk memberikan pujian kepada pasangannya dengan berbagai macam alasan, misalnya ‘ahh seperti orang baru pacaran saja pake memuji’ atau ‘tidak dipuji juga dia tetap cinta pada saya’ dan lain-lain. Padahal dari dampak yang muncul dengan memberi pujian kepada orang lain, yaitu menumbuhkan rasa percaya diri, merasa menjadi orang yang berarti, menumbuhkan sikap simpati dalam diri, maka sudah sepatutnya pasangan suami istri harus sering memberi pujian kepada pasangannya, karena pasangan hidup adalah seseorang yang akan menghabiskan sebagian besar hidup bersama dirinya.

Seperti misalnya seorang suami yang memuji masakan istrinya, walaupun mungkin dari segi citarasa belum sekelas masakan warung padang, tapi pujian itu sebagai bentuk apresiasi terhadap kesungguhan sang istri menyiapkan makanan untuknya.
“Masakan mama paling enak sedunia.”  Sambil wajah tersenyum lebar. Mungkin hal ini terkesan berlebihan, tapi yakinlah seorang istri akan sangat bahagia mendengar pujian dari sang suami.

Begitupun sebaliknya, seorang istri jangan sungkan atau merasa tidak perlu memuji suami manakala ia membantu membereskan rumah yang berantakan karena keaktifan sang anak dalam mengeksplorasi rumahnya, karena menganggap hal itu menjadi bagian dari kewajiban suami juga.

“Waahh… abi hebat! Ruang tamu ini menjadi wangi kembali setelah abi turun tangan.” Sambil tersenyum bahagia dan memeluk suami dengan erat. Hal-hal seperti ini harus sering dilakukan oleh pasangan suami istri karena ungkapan-ungkapan berupa pujian kepada pasangan akan melahirkan getar-getar halus dalam hati masing-masing dan itu akan memperkuat rasa cinta dan sayang di antara keduanya. Ada perasaan bangga menjadi seorang yang berarti bagi seseorang yang dicintainya.

Berikan pujian-pujian dengan bahasa yang istimewa, seperti misalnya “Kamu manis deh, gula saja kalah manis.” Terlihat sangat gombal, lebay, berlebihan, tapi ternyata hal ini dapat bekerja untuk menggetarkan serat-serat cinta yang ada dalam hati orang yang mencintainya.

Janganlah pelit untuk memberikan pujian kepada pasangan, memuji hanya jika ada perlunya, jika semakin sedikit pujian yang diberikan kepada pasangan akan memberi dampak semakin sedikit getaran cinta dalam hatinya, bahkan lama-lama bisa menghilang. Bila kepada orang lain saja mudah memberikan pujian, maka seharusnya akan semakin mudah dan sering mengungkapkan pujian kepada orang yang dicintai dan mencintaimu.

Untuk mereka yang belum terbiasa, cobalah! Buang jauh-jauh rasa jaim di hadapan pasangan, semakin sering dilakukan akan semakin mudah untuk memberi pujian pada pasangan tercinta.

Mulai hari ini, pujilah pasangan anda, dan lihat hasilnya. Cinta kasih akan semakin mekar bersemi bersama pasangan tercinta.

 

Setiabudi, 1 Juli 2017

BERSAMBUNG