HomePernikahanRaihlah Pintu Surga dengan Rida Suamimu
Ilustrasi: pixabay.com

Raihlah Pintu Surga dengan Rida Suamimu

Pernikahan 0 0 likes 223 views share

Oleh: Yuyun Kustriandrini*

 

Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” (Nabi Muhammad, tentang Khadijah)

Inilah keistimewaan Khadijah r.a. yang selalu disebut dan dikenang oleh Rasulullah saw. Kepribadian Khadijah begitu menawan hati Rasulullah. Selama hidup beliau adalah wanita salihah yang berbakti kepada suaminya. Dalam setiap aktivitas Rasulullah, Khadijah selalu mendampingi. Mulai dari menyiapkan perbekalan, memastikan keselamatan beliau, bahkan menyiapkan air wudu beliau. Saat Rasulullah mengadukan kegundahan hatinya, Khadijah selalu siap menghibur dan menentramkan hingga hati beliau tenang. Saat Rasulullah menghadapi tekanan dan ujian dari kaum kafir, Khadijah mendukung dan membela dengan apa pun yang dia bisa berikan termasuk harta miliknya. Sehingga pantas jika Allah mengabarkan kepada Rasulullah  bahwa Khadijah diberikan ganjaran rumah dari emas di surga yang tenang dan nyaman.

Menjadi wanita seperti Khadijah tentu dambaan setiap muslimah, seorang istri yang dibanggakan oleh Rasulullah suaminya dan mendapat kemuliaan dari Allah swt. Bagi wanita yang memiliki suami sesungguhnya peluang meneladani Khadijah sangat terbuka. Apalagi Allah sudah memberikan petunjuknya yang jelas dalam sebuah hadis, Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa rida terhadapnya, maka ia akan masuk surga.” (H.R. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Imam Tirmidzi).

Inilah yang menjadi sebuah alasan kuat agar muslimah berjuang mendapatkan rida suaminya, karena disitulah letak rida Allah dan menjadi kunci pintu surganya. Kenapa rida suami? Hal ini karena dalam Islam suami adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kehidupan istri dan keluarganya. Ia juga bertanggung jawab mendidik dan membimbing istri dan anak-anaknya dalam kebenaran dan ketaatan kepada Allah swt. Karena tanggung jawab yang besar inilah seorang wanita harus taat dan mendapatkan rida suaminya. Juga agar keduanya bisa bersinergi dalam membangun keluarga yang saleh dalam rangka taat kepada Allah swt.

Pernyataan ini sebagaimana Firman Alloh, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. An-Nisa: 34).

Meraih rida suami bukan suatu hal yang mudah. Pasalnya dalam hubungan suami istri banyak ujian atau masalah yang bisa terjadi karena mereka berdua tetap saja seorang insan yang memliki kekurangan dan hawa nafsu. Di sinilah seorang wanita dituntut menundukkan nafsu dan perasaannya mendahulukan imannya hingga ia bisa melakukan yang terbaik agar ia mendapatkan rida dari suaminya. Nah apa saja kunci terpenting yang harus dilakukan seorang wanita kepada suaminya agar suaminya rida?

  1. 1. Taat kepada suaminya
    Dalam sebuah hadis Rasulullah menyampaikan, “Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (H.R. Ahmad)

    Sepanjang suami menghendaki sesuatu yang halal dan tidak bertentangan dengan aturan Allah maka seorang istri sudah sepatutnya taat kepada suami. Menerima dengan lapang keputusan suami dan menjalankan apa saja kebijakan suami dalam rumah tangga akan membuat rumah tangga tentram dan suami lebih tenang dalam menjalankan tugasnya. Taat inilah yang membuat suami rida karena istrinya memberikan dukungan di setiap langkahnya.

  1. 2. Qonaah terhadap setiap pemberian suami
    Suami bisa jadi memiliki keterbatasan dalam memberikan nafkah atau hak istri, terkadang dia harus membanting tulang demi menghidupi istri dan anaknya Menjadi  istri yang qonaah, merasa cukup dengan apa yang ada akan membuat hati suami  merasa lebih tenang dalam bekerja. Karena berapa pun nafkah yang diperolehnya, istrinya menyambut dengan senyum dan bersikap qonaah dalam menerimanya. Istri yang qonaah akan berucap,, “Alhamdulillah hari ini ayah mendapatkan rezeki Allah semoga barokah ya Ayah.” Ungkapan ini tentu akan menyenangkan dan mengobati rasa lelah suami dalam bekerja. berbeda jika sepulang kerja sang ayah disambut dengan keluhan istri tentang harga-harga yang mahal, tentang ini itu yang belum bisa terbeli. Tentu sang suami semakin gusar hatinya dan seakan bertambah lelah.

    Dalam sebuah hadis Rasulullah pernah menyatakan bahwa penduduk neraka kebanyakan wanita. Para sahabat pun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)? Beliau menjawab, ‘Karena kekufuran mereka. Kemudian mereka bertanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah? Beliau menjawab, ‘Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’” (H.R. Bukhari)

    Hadis di atas semakin menguatkan bahwa istri yang bersikap qonaah terhadap pemberian suami tentu akan membuat suami rida pada sang istri.

  1. 3. Menjaga kehormatan diri dan keluarga
    Istri adalah pakaian suami dan sebaliknya suami adalah pakaian bagi istri. Maka menjaga kehormatan diri suami dan keluarga adalah kewajiban istri. Jika istri pandai menjaga kehormatan maka suami merasa tenang saat meninggalkan rumah untuk bekerja. Istri tidak sembarangan membuka aib suami. Ia pun menjaga kehormatan dirinya,  menundukkan pandangan dan menjaga sikapnya sebagai muslimah dengan batasan-batasan syariat Islam. Karena baginya, laki-laki satu-satunya yang berhak atas dirinya adalah suaminya. Memiliki istri yang demikian tentu akan melahirkan perasaan rida pada diri suaminya.
  1. 4. Empati dan memberikan dukungan kepada suami
    Dalam sebuah ikatan pernikahan kedua sejoli adalah pasangan yang saling belajar dan saling memberi. Kondisi yang dihadapi memang belum tentu ideal, bisa saja dalam perjalanan pernikahan bertemu dengan berbagai masalah. Di sinilah tugas seorang istri, berempati dengan kondisi suaminya dan memberikan dukungan sebisa mungkin. Karena bagaimanapun, tanggung jawab suami lebih berat dari seorang istri. Empati dan dukungan akan meringankan beban suami, membuat suami lebih tenang dan lebih percaya diri dalam mengemban tugas amanahnya sebagai pemimpin keluarga.
  1. 5. Menyenangkan hati suami
    Istri adalah hak suami, maka menjadi ladang pahala bagi seorang istri dengan melakukan segala cara yang membuat suaminya senang dan bahagia, Bisa diwujudkan dengan  tutur kata yang manis, senyum yang menenangkan, penampilan yang terbaik dan pelayanan yang prima. Istri yang menyenangkan tentu akan melahirkan kasih sayang suaminya dan jika  suaminya senang dan bahagia insyaallah ia akan rida terhadap istrinya.

Lima kunci di atas memang sepintas seperti hal yang sederhana, tapi tahukah kita kenapa Allah memberikan ganjaran surga bagi wanita yang taat dan diridai suaminya? Ini karena menjadi wanita yang taat, wanita yang qonaah, wanita yang menyenangkan bukan hal yang mudah. Tapi itulah tantangannya. Jadi, mari kita berlomba meraih pintu surga. Jadikan diri kita istri terbaik bagi suami kita, hingga rida suami akan mengantarkan kita mendapat rida-Nya.

*Penulis adalah peserta Wonderful Writing Class yang diampu oleh Ust. Cahyadi Takariawan dan tim.