HomePernikahanRamuan Kimia Penyatuan Jiwa
Foto Pengantin Muslim Romantis - Anugerah Hilya Karawang Foto Video Pernikahan 078

Ramuan Kimia Penyatuan Jiwa

Pernikahan 0 3 likes 764 views share

RAMUAN KIMIA PENYATUAN JIWA

Oleh : Ummu Rochimah
Dalam kehidupan berumah tangga, pasangan suami istri menjalani interaksi yang bersifat sangat spesifik. Tidak bisa disamakan antara satu pasangan dengan pasangan yang lain. Tidak pula bisa disamakan seperti interaksi di perusahaan atau organisasi.

Suami dan istri adalah dua tubuh, dua jiwa, dua hati, dua akal, dua perasaan, dua cara pandang, dua keinginan, dua harapan yang kemudian disatukan dalam sebuah wadah yang bernama keluarga.

Penyatuan ini dapat diumpamakan seperti penyatuan gula dan air dalam satu gelas menjadi suatu larutan yang baru. Gula dengan sifatnya yang manis dapat membuat air yang semula tawar menjadi memiliki rasa. Begitupun air dengan sifat netralnya dapat menjadikan gula dapat dinikmati dengan kadar yang pas di lidah.

Bila air terlalu banyak sedang gula sangat sedikit, maka larutan menjadi kurang manis. Begitupun sebaliknya, bila gula terlalu banyak dibandingkan dengan airnya, maka larutan menjadi sangat manis dan gula tidak sepenuhnya larut. Keduanya membuat minuman menjadi tidak dapat dinikmati.

Begitulah penyatuan antara suami dan istri. Bila takarannya pas maka akan lahir pasangan yang harmonis, sedap dipandang mata dan enak untuk dinikmati. #ehh

Itulah kondisi ideal sebuah pernikahan.

Dalam kenyataannya, banyak pasangan suami istri yang mengalami kesulitan dalam menjalani proses penyatuan jiwanya. Walau pernikahan sudah berbilang tahun, namun keduanya merasakan masih ada ganjalan dan sekat yang terkadang mengganggu dalam interaksi mereka.

Kesatuan jiwa ini tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan usia pernikahan, ada pasangan yang relatif baru menikah tapi sudah memiliki kesatuan jiwa yang solid. Namun di sisi lain ada pasangan yang sudah berpuluh tahun berumah tangga, penyatuan jiwanya belum terwujud. Suami berada di suatu relung tempat dan istri di relung tempat lainnya. Keduanya tidak semakin mendekat, namun semakin kuat mempertahankan ego masing-masing sehingga yang ada adalah jarak satu sama lain semakin menjauh.

Diperlukan ‘ramuan khusus’ untuk bisa menyatukan dua bagian yang tidak sama ini. Ramuan yang dapat diciptakan sendiri oleh keduanya karena ramuan ini bercorak khas dan unik. Berbeda antara satu pasangan dengan pasangan lainnya.

Setiap pasangan suami istri harus berusaha menemukan ‘ramuan khusus’ itu agar semakin lama hidup berumah tangga semakin cinta, semakin mesra, semakin kompak, semakin kuat ikatannya, semakin sayang satu sama lain, semakin mudah dimengerti dan semakin mudah memahami satu sama lain.
Gejala-gejala Pasangan yang Belum Menemukan Rumus Kimia

Pasangan suami istri yang belum menemukan ‘ramuan khusus’ penyaruan jiwa, bahkan satu sama lain semakin menjauh dapat dilihat dan dirasakan dari lima gejala yang muncul di antara suami istri, yaitu

1. Pasangan suami istri yang mudah tersulut oleh konflik

Terkadang hanya karena masalah yang sangat sepele dan tidak prinsip sudah membuat suami dan istri terlibat konflik.

Banyak sekali konflik yang tidak produktif dan tidak semestinya terjadi dalam kehidupan pernikahan mereka. Masalah kebiasaan masing-masing yang mungkin tidak disukai oleh pasangan, dapat menimbulkan konflik di antara keduanya, hal ini dapat terjadi ketika proses saling mendekat satu sama lain tidak dilakukan.

Sedikit sekali ruang maaf dan pengertian yang dibangun bersama pasangan. Sehingga ketika ada sedikit celah konflik dapat membuat keduanya meradang. Membuat celah yang semula kecil menjadi lebar dan lebih besar. Celah itu akan membuat jarak antara keduanya semakin jauh.

2. Pasangan suami istri yang mudah sekali salah paham

Ketika terjadi sebuah pembicaraan atau komunikasi di antara keduanya, sering berujung pada ketidak mengertian satu sama lain, justru yang timbul adalah sikap salah paham di antara mereka.

Sesekali salah paham adalah hal biasa dalam interaksi manusia, terlebih karena suami dan istri berasal dari dunia yang berbeda, John Gray menyebutnya dengan istilah suami sebagai makhluk Mars dan istri berasal dari Venus, tentu berbeda dalam cara pandang, sangat wajar muncul saling ketidak pahaman. Namun ketika hal ini berlangsung terus menerus tanpa upaya perbaikan satu sama lain, akhirnya dapat membuat keduanya malas untuk berkomunikasi satu sama lain. Ujung-ujung semakin tidak ada saling memahami di antara keduanya.

3. Pasangan suami istri yang tidak mau saling mengalah

Setiap timbul gejala konflik, selalu berakhir dengan pertengkaran yang kadang tidak mudah untuk dilerai karena tidak ada pihak yang mau mengalah. Keduanya bersikeras pada pendapat dan sikap serta ego masing-masing. Berharap pasangan lah yang memulai untuk mengalah.

Hingga keduanya pun merasa heran dan timbul pertanyaan dalam hatinya, mengapa pasangannya tidak pernah mau mengalah?

4. Pasangan suami istri yang selalu merasa dirinya benar

Terkadang suami dan istri selalu menganggap bahwa dirinyalah yang benar sedangkan pasangannya adalah pihak yang bersalah. Ia kokoh pada pemikirannya ini. Mempertahankan sikap “saya benar” atau “kamu yang salah”.

Sampai akhirnya keduanya akan merasa heran dan bertanya dalam hatinya masing-masing, mengapa pasangannya tidak pernah merasa bersalah?

5. Pasangan suami istri yang selalu menganggap dirinya yang selalu mengalah

Inilah kondisi yang sering terjadi, ditemui pada banyak pasangan suami istri. Masing-masing, suami atau istri merasa selama ini sudah menjadi pihak yang lebih sering mengalah dari pasangan.

Suami merasa ia sudah selalu mengalah. Di sisi lain istri pun merasa demikian, ia memganggap selama ini dirinya selalu mengalah. Hingga kemudian timbul dalam benak keduanya suatu tuduhan bahwa pasangannya sebagai orang yang tidak pernah mau mengalah.

Mbulettt kan…???

Inilah lima gejala pasangan yang belum menemukan ‘ramuan khusus’ rumus kimia yang dapat menyatukan jiwa suami dan istri. Ketika gejala-gejala ini muncul dlaam kehidupan pernikahan, maka harus segera dicarikan obatnya sehingga bisa segera diakhiri gejala-gejala ini.

Penyatuan jiwa antara suami dan istri menjadi salah satu indikasi langgeng dan harmonisnya kehidupan berumah tangga. Rumah tangga yang kokoh adalah rumah tangga yang dibangun oleh suami dan istri yang sekalipun berbeda tubuh tapi memiliki satu jiwa.