HomePranikahRelung-Relung Jiwa Saat Jatuh Cinta (Bagian 5)
heart-700141_1280

Relung-Relung Jiwa Saat Jatuh Cinta (Bagian 5)

Pranikah 0 3 likes 524 views share

Jatuh Cinta Berkali-kali

Tidak salah ungkapan banyak orang yang menyatakan bahwa “tempat jatuh” bagi lelaki dan perempuan berbeda. Dalam konteks relasi lelaki dan perempuan, konon, keputusan jatuh cinta pada lelaki banyak dipengaruhi oleh pertimbangan fisik. Sedangkan perempuan lebih detail dalam memutuskan pilihan pasangan hidup.

Lelaki mudah terpedaya oleh sesuatu yang menarik di penglihatannya, ini menyangkut aspek fisik. Kecantikan wajah, kemulusan kulit, kemolekan tubuh, mudah membuat lelaki terpengaruh untuk memutuskan tertarik dan jatuh cinta kepada perempuan. Adapun perempuan mudah terpedaya oleh sesuatu yang masuk melalui perasaannya, seperti merasa dilindungi, diperhatikan, diistimewakan, didengarkan, dan lain sebagainya.

Profesor Alexander Gordon, seorang psikolog dan anggota British Psychological Society, mengatakan perbedaan di antara dua gender ini sangat mencolok. Lelaki cenderung melihat hal-hal dangkal seperti fisik untuk membantu mereka memutuskan ‘jatuh cinta’ atau tidak. Sedangkan perempuan sedikit lebih rumit, dan mempertimbangkan baik dan buruk sebelum menetapkan pilihan.

“Perempuan mungkin mengajukan lebih banyak pertanyaan pada diri mereka setelah bertemu seseorang. Pertanyaan seperti apakah dia akan membuat saya merasa aman dan akan dia menjadi ayah yang baik bagi anak-anak saya,” katanya kepada Daily Mail. “Perempuan membuat keputusan yang lebih ketat ketimbang lelaki soal pilihan seumur hidup ini,”  ungkap Gordon menambahkan.

Sebuah jajak pendapat dilakukan oleh Alexander Gordon pada lebih dari 1.500 lelaki dan 1.500 perempuan Inggris berusia 16 hingga 86 tahun saat peluncuran novel Elizabeth Noble, ‘The Way We Were’. Novel tersebut berkisah sepasang kekasih di masa kanak-kanak yang bertemu kembali saat dewasa.

Karena pengaruh ketertarikan kepada aspek fisik ini, membuat banyak lelaki mudah jatuh cinta. Menurut temuan Alexander Gordon, lelaki Inggris rata-rata bisa jatuh cinta lebih dari tiga kali dalam hidupnya, sementara perempuan Inggris jatuh cinta rata-rata hanya sekali. Dan, lebih banyak lelaki yang mengakui mencintai perempuan yang tak mencintai mereka.

Lelaki bisa melakukan usaha untuk “mengejar” perempuan yang menarik hatinya. Padahal sepanjang perjalanan hidupnya, akan selalu bertemu hal-hal menarik dan lebih menarik lagi. Jika kecenderungan ini diikuti, akan membuat ia sering jatuh cinta kepada perempuan yang berbeda-beda. Kondisi ini tentu akan menimbulkan sejumlah masalah, apabila ia sudah berumah tangga.

Kendati perempuan cenderung lebih setia, namun bisa terpedaya oleh perhatian yang diberikan lelaki lain kepada dirinya, terutama ketika suaminya tidak memberikan perhatian seperti yang diharapkan. Ternyata harapan dan kebutuhan terhadap perhatian didapatkan dari lelaki lain, ini akan menjadi cobaan berat baginya.

Benteng yang sangat kuat adalah keimanan. Iman akan membuat seseorang lebih mampu menjaga diri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar norma agama dan kepatutan. Selain itu, bagi yang sudah berkeluarga, saling percaya, saling menjaga, saling terbuka antara suami dengan isteri akan menjadi benteng yang efektif untuk menjaga keutuhan rumah tangga mereka.

Para suami hendaknya memberikan perhatian yang penuh kepada isteri, agar potensi cinta dan ketertarikannya dicurahkan hanya kepada sang isteri. Dengan demikian, ia bisa jatuh cinta berkali-kali kepada perempuan yang sama, yang menjadi isterinya. Ia akan terjauhkan dari fenomena jatuh cinta berulang kali kepada banyak perempuan, karena terpedaya oleh kemolekan tubuh dan kecantikan wajah.

Namun, studi tersebut juga menemukan bahwa lelaki dan perempuan sepakat: cinta pertama akan menjadi salah satu kenangan paling lama dalam hidup. Dan satu dari empat orang mengaku tak pernah pulih sepenuhnya dari patah hati.