HomeRuang KeluargaRebut Kembali Perhatian Suami Anda Dari Game Online
ilustrasi : www.pinterest.com

Rebut Kembali Perhatian Suami Anda Dari Game Online

Ruang Keluarga 0 1 likes 14.8K views share

Bagian Kedua

Pada postingan sebelumnya Suami Kecanduan Game Online, Istri Harus Ngapain? telah saya sampaikan beberapa kondisi yang bisa menjelaskan mengapa suami bisa kecanduan game online. Pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang harus dilakukan istri saat suami mengalami kecanduan game online? Tindakan apa yang semestinya dilakukan istri pada waktu itu? Membiarkannya asyik dengan game online? Meninggalkannya? Mengkritik, mencela dan memarahinya? Melaporkan ke Pengadilan Agama?

Sebagai istri yang baik, tentu anda ingin membantu suami anda agar ia bisa menjadi pemimpin yang baik. Bisa menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab. Kecanduan game online akan menyebabkan suami kehilangan kehangatan bersama keluarga, bahkan akan menjadi contoh yang negatif bagi anak-anak kelak. Untuk itu istri harus melakukan sejumlah upaya dalam rangka membantu suami bisa sembuh dari kecanduan game online. Karena istri adalah orang yang paling dekat, paling akrab dan paling intim, serta paling mengerti kondisi suami dibanding orang lain.

Secara umum ada dua tahap yang bisa dilakukan istri untuk menghadapi suami yang kecanduan game online, agar bisa berhenti dan sembuh dari kecanduan online. Keduanya berbentuk sikap positif istri, yang akan membuat suami merasa nyaman dalam proses penyembuhan tersebut. Yang pertama adalah Tahap Pengkondisian, dan yang kedua adalah Tahap Pengalihan. Kita akan bahas satu persatu.

Tahap Pertama: Pengkondisian

Yang dimaksud dengan tahap pengkondisian adalah upaya yang dilakukan istri untuk mendekat kepada suami semakin dekat, sehingga suami tidak merasa terusik dan terganggu oleh tindakan istri. Tahap Pengkondisian ini sangat penting untuk menjadi modal dalam menjalankan Tahap Pengalihan nanti, dengan cara yang halus dan tidak menyinggung perasaan maupun harga diri lelaki. Apabila tahap pertama ini berhasil dijalankan dengan baik, maka suami akan mudah menuruti keinginan istri dan bisa terhindar dari kecandan game online.

Biasanya, ketika menjumpai suami yang kecanduan game, istri langsung tampak panik, menunjukkan ekspresi marah, emosi, menyalahkan dan mencela suami. Maksud dari tindakan istri ini adalah agar suami mau bertaubat dan berhenti main game online. Alih-alih mengobati kecanduan suami, tindakan ini justru semakin membuat suami menarik diri, mengurung dalam “goa” keasyikan yang tidak mau diganggu dan diintervensi oleh istri. Jika itu yang terjadi, maka akan semakin sulit bagi istri untuk bisa membantu suami mengobati kecanduannya terhadap game online.

Berikut ini adalah beberapa petunjuk bagi istri, agar bisa mendekati dan masuk ke hati suami, sehingga suami bisa “ditaklukkan” hatinya dengan tindakan yang menyenangkan dari istri. Harapannya, akan bisa diolah menjadi modal bagi istri dalam rangka mengajak suaminya terbebas dan sembuh dari kecanduan game online.

  1. Pelajari kondisi apa yang menyebabkan suami kecanduan game online

Seperti dalam postingan sebelumnya, ada beberapa kondisi yang membuat suami kecanduan game online. Cobalah istri mencermati dan mempelajari, sekiranya kondisi apa yang membuat suaminya kecanduan game online. Ini sekaligus merupakan upaya istri untuk melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Apakah perilaku suami itu disebabkan oleh karena diri sang istri, atau faktor tekanan pihak luar, atau situasi dalam diri suami sendiri.

Tentu tidak mudah untuk menentukan kondisi mana yang membawa suami kecanduan game online, karena sering kali bukan merupakan faktor tunggal. Ada sejumlah faktor dan kondisi yang ikut mempengaruhi dengan besaran saham yang berbeda-beda. Namun, menjadi penting bagi istri untuk mencoba menelisik kondisi yang menyebabkan suami kecanduan game online, agar ia semakin tepat dalam bersikap, dan lebih tepat pula dalam memberikan support.

  1. Jangan mencela dan menghina suami

Termasuk tindakan pengkondisian yang penting adalah sikap sopan istri ketika berinteraksi dengan suami. Hendaknya para istri bersikap tenang, tidak emosional, tidak mengeksplorasi emosi dan kemarahan kepada suami atas sikap suami yang lebih peduli game online daripada istri dan anak-anak. Sikap emosi dan kemarahan akan memancing istri untuk sampa ke tingkat mencela dan bahkan menghina suami. Apabila suami dicela dan dihina, akan membuat suami membentuk lapis-lapis benteng perlawanan serta pertahanan dalam dirinya. Ia pun siap menyerang balik sang istri. Suasana ini semakin memperuncing dan memperumit masalah.

“Abang ini lelaki yang menjengkelkan dan menyebalkan. Jadi suami yang romantis dan tanggung jawab kepada keluarga dong, Bukan romantis terhadap game online”. Ungkapan seperti ini tentu maksudnya baik, sebagai “nasihat dan peringatan” tulus dari istri, tetapi akan cepat ditangkap suami sebagai celaan dan hinaan. Suami tidak akan menerima hal tersebut sebagai nasehat, namun dia merasa sedang docela dan dihina oleh istri. Harga diri sebagai lelaki bisa tersingung dan membuat dirinya membuat jarak demarkasi yang semakin jauh dari istri.

Celaan dan hinaan sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah. Kecanduan game online pada suami tidak akan sembuh hanya dengan mencela dan menghina suami, apalagi di depan publik. Misalnya saking marah dan emosi, atau saking inginnya memberi efek jera pada suami, ada istri yang mempermalukan suami di hadapan teman-teman atau keluarga besarnya.

“Suamiku ini persis seperti anak kecil. Sukanya main game online melulu. Tidak peduli lagi sama istri dan anak-anak. Suami macam apa ini?” ungkap istri sambil menuding suaminya di hadapan teman-teman suami.

Walaupun maksudnya baik, namun ungkapan seperti ini di hadapan teman-teman suami cenderung ditangkap sebagai celaan dan hinaan yang sangat menyakitkan dan melukai harga diri laki-laki. Kondisinya justru akan semakin parah, suami akan semakin asuik dengan dunia game onlinenya.

  1. Jangan mengingkari keasyikannya

Tindakan pengkondisian berikutnya adalah berusaha untuk memahami perasaan keasyikan suami. Saat suami asyik main game online —sebagai orang yang kecanduan— ia tentu akan merasa sangat ayik. Cobalah memahami keasyikan ini, untuk tetap menjaga kedekatan hubungan dengan suami. Jangan pernah mengingkari keasyikan suami saat ia tengah main game online. Ungkapan pertanyaan beriku adalah contoh mengingkari keasyikan suami.

“Aku gak pernah ngerti, apa sih asyiknya main game online? Masa’ sih main game seperti itu saja dibilang mengasyikkan?”

“Apa enaknya main game online? Itu kan membuang waktu secara sia-sia dan tidak produktif. Jadi apa manfaatnya?”

“Ayolah Bang, lakukan kegiatan lain yang lebih asyik. Ngapain menghabiskan waktu seharian hanya bermain game seperti itu….”

“Kata-kata mutiara” yang dimaksudkan sebagai nasehat tersebut, memiliki nilai mengingkari keasyikan suami. Semakin perasaan ini ditolak dan diingkari, akan membuat suami semakin nekat menunjukkan keasyikannya dalam “menjalankan” game online. Apalagi ketika istri mengucapkan kata-kata seperti ini setiap hari. Suami akan merasa tidak nyaman, dan justru membuat dirinya semakin tidak peduli lagi dengan kata-kata seperti itu. Sebagus apapun isi nasehat dan peringatan dari istri, akan mudah tertolak oleh suami jika menggunakan kalimat yang menegasi atau mengingkari keasyikan suami.

Ini bukan hanya soal kecanduan game online. Seperti itu pula untuk jenis kecanduan hal-hal yang lain, dimana suami sangat asyik dengan sesuatu hingga mengabaikan istri dan anak-anak. Misalnya kecanduan mancing, sampai berhari-hari pergi memancing tanpa mempedulikan kerepotan istri dalam mengurus anak-anak. Jika ingin mengingatkan dan menegur, jangan menampakkan pengingkaran atas keasyikan suami.

Yang harus dilakukan pada tahap pertama ini justru menunjukkan pengakuan dan pengertian atas keasyikan suami. Dengan demikian suami merasa nyaman di samping istri, dan tidak bersikap memusuhi istri. Ingat, tujuan dari tahap pengkondisian ini adalah untuk menciptakan kedekatan hubungan dengan suami, semakin dekat, sehingga istri bisa lebih mudah masuk ke hati suami untuk mengobati kecanduan terhadap game online.

  1. Jangan menggurui

Salah satu sifat umum laki-laki adalah “menganggap penting keahlian”, berbeda dengan perempuan yang lebih menganggap penting kebersamaan. Karena laki-laki cenderung menganggap penting keahlian, maka dalam berkomunikasi jangan sampai menyinggung  atau menyerang perasaan keahliannya. Bagi laki-laki, kalimat-kalimat nasehat dari istri yang terkesan menggurui akan sangat menyinggung dirinya. Suami bisa merasa tidak dihargai, merasa diperlakukan sebagai anak kecil atau orang bodoh. Ini membuat nasehat istri menjadi tertolak bukan karena isinya, tapi karena rasa bahasanya.

Contoh kalimat menggurui itu seperti ini :

“Abang tahu gak sih, main game online itu perbuatan laghwi. Begitu kata ustadz yang biasa memberi pelajaran kepada aku. Game online itu termasuk perbuatan sia-sia dan tidak ada gunanya.”

“Jangan buang waktu dengan mubazir dong Bang. Ada sangat banyak kegiatan produktif yang bisa Abang lakukan untuk mengisi waktu luang. Bukan main game online kayak anak kecil begitu”.

“Abang akan cepat rusak matanya kalau terlalu sering terkena radiasi dari laptop atau gadget terus menerus. Itu tidak bagus untuk kesehatan”.

Kesan yang cepat ditangkap oleh suami adalah, sang istri menganggap dirinya tidak tahu hal-hal seperti itu sehingga harus diberi tahu. Kesan lain yang ditangkap suami adalah, istri sok merasa tahu segala sesuatu, sedangkan suami dianggap bodoh, sehingga harus diberi tahu. Suasana pembicaraan yang terkesan menggurui itu tidak akan efektif untuk mengubah perbuatan suami, bahkan yang terjadi bisa menyinggung perasaan keahlian suami. Ia merasa dilecehkan dan dianggap tidak tahu, dampaknya ia justru bisa menarik diri ke dalam goa keasyikannya sendiri lebih lama dan lebih dalam.

  1. Jangan mudah menyalahkan dan menasehati

Diantara sifat umum perempuan adalah “suka memberi nasehat tanpa diminta”. Hal ini tampak pada perilaku keseharian dalam kehidupan berumah tangga yang suka mengomentari segala sesuatu tindakan suami. Dalam contoh kasus suami kecanduan game online, hendaknya para istri menahan diri untuk tidak mudah mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan suami. Walaupun sang istri merasa yakin perbuatan suami itu salah dan dirinya benar, namun pernyataan yang cenderung bersifat menyalahkan akan melahirkan barier atau sekat interaksi dan komunikasi.

Lakukan komunikasi dan interaksi yang lebih bersahabat, sehingga suami merasa tidak menjadi sasaran obyek nasehat kebaikan setiap hari. Apabila suami merasa selalu disalah-salahkan terus setiap hari oleh istri, selalu dinasehati terus setiap hari, maka tujuan tahap pengkondisian ini tidak akan tercapai. Suami akan bersifat defensif dengan membela diri, atau bahkan balik ganti menyalahkan istri. Di antara contoh pembelaan diri suami saat merasa selalu disalahkan adalah :

“Aku kan tidak selingkuh, aku selalu setia dengan kamu. Aku cuma main game online. Bukankah banyak suami yang game-nya berbentuk selingkuh dengan banyak perempuan. Masak gak boleh main game online?”

“Aku itu normal, tapi kok kamu perlakukan seperti penjahat. Aku tidak mabuk, tidak nge-drug, tidak pesta miras. Aku kan cuma main game online. Kok kamu persoalkan terus tiap hari seperti ini?”

“Salahku itu apa? Aku tidak pernah memukul atau menyakiti kamu. Aku hanya butuh sedikit hiburan untuk menghilangkan kepenatan kerja. Dan itupun aku lakukan di rumah, bukan pergi dari rumah”.

Ungkapan yang cepat menyalahkan dan menasehati suami akan cenderung disikapi dengan pertahanan diri dan balik menyerang istri. Jika suasana setiap hari selalu seperti ini, akan membuat tahapan pengkondisian menjadi gagal. Suasana bisa rusak oleh pembelaan diri suami yang merasa selalu menjadi sasaran melempar kesalahan dari istri.

  1. Perbaiki penampilan dan pelayanan kepada suami

Prinsipnya sederhana : bikinlah suasana hati suami happy bersama anda. Ingat, ini adalah tahap pengkondisian. Pastikan suami anda nyaman bersama dengan anda. Tentu saja dibutuhkan kesabaran yang luar biasa besarnya dari istri untuk menemani suami yang sedang kecanduan game online. Tapi karena tujuan akhirnya adalah untuk mengobati kecanduan game tersebut secara bertahap, maka berbagai upaya pendekatan kepada suami harus tetap dilakukan dengan penuh kesabaran.

Mungkin saja selama ini istri sudah merasa memberikan pelayanan yang optimal kepada suami, namun karena ada situasi yang “tidak normal”, maka justru diperlukan perbaikan kualitas maupun kuantitas penampilan dan pelayanan kepada suami. Buatlah hatinya senang dengan penampilan dan pelayanan anda. Lakukan berbagai upaya untuk merebut kembali perhatian suami kepada anda. Bukankah dulu ada masa dimana suami pernah memiliki perhatian yang penuh kepada anda? Lalu mengapa sekarang game online lebih menarik perhatiannya?

Jangan sampai itu terjadi karena kualitas penampilan dan pelayanan anda yang monoton dan tidak lagi mengasyikkan baginya. Maka perbaikilah penampilan dan pelayanan kepada suami. Sehingga ia merasa nyaman dan asyik bersama anda. Jika suami asyik bersama anda, ia tidak perlu mencari keasyikan lainnya. Manjakan suami anda dengan indahnya penampilan dan bagusnya pelayanan. Saat suami merasa puas dengan penampilan dan pelayanan istri, ia akan lebih mudah terbuka untuk melakukan perbaikan. Situasi hatinya akan ‘good mood’ sehingga mudah dimasuki sang istri.

  1. Belajar dan memperbaiki diri bersama suami

Sekalipun selama ini istri merasa lebih baik, lebih salihah, lebih religius daripada suami, namun hal itu tidak layak untuk menjadi bahan bergaining kepada suami. Perasaan lebih baik itu bahkan bisa menjadi blunder saat terekspresikan secara vulgar di hadapan suami, dalam bentuk tuntutan kepada suami untuk memperbaiki diri. Tuntutan seperti ini pun menjadi bahan yang sangat sensitif pada suami, dan bisa semakin menjauhkan perasaan suami dari istri.

“Aku kan sudah ikut pengajian rutin kepada ustadzah, kamu harus belajar juga dong. Jangan aku doang yang mengerti agama, kamu juga harus mengerti. Cari ustadz sana di masjid, biar kamu bisa belajar agama”.

“Kamu sih gak pernah shalat, makanya main game melulu kerjanya. Sana belajar shalat dulu biar kamu jadi lelaki salih, bisa jadi imam keluarga. Kalau suami kerjanya main game melulu, seperti apa nanti anak-anak kita?”

Ungkapan nasehat seperti itu isinya jelas bagus. Namun pilihan kosa kata dan suasana saat mengekspresikan menjadikan kebaikan isi itu hilang, yang ditangkap adalah tuntutan berlebihan dari “istri salihah” yang memaksa agar suaminya menjadi salih. Hendaknya istri mengajak suami dalam bentuk kebersamaan, bukan tuntutan. Dengan demikian tidak menampakkan seolah-olah ada istri sempurna yang kecewa kepada suami yang sangat tidak mengerti kebaikan agama. Namun lebih mengesankan keinginan untuk menjadi baik bersama-sama.

“Bang, ayuk bareng-bareng belajar kepada ustadz, agar bisa menjadi bekal kita berdua untuk mendidik anak-anak kita sampai dewasa”.

“Bang, temani aku yuk untuk mengaji kepada ustadz, sehingga kita lebih mengerti ajaran agama dengan baik. Kita berdua sangat memerlukan bimbingan ustadz”.

Ajakan yang melibatkan kebersamaan dengan suami terasa lebih nyaman karena tidak menimbulkan kesan “kasta”, bahwa istri merasa lebih baik dari suami. Namun keduanya merasa memerlukan bimbingan demi kebaikan semua. Ajakan yang halus dan sopan seperti ini pun tidak ada jaminan akan segera direspon positif oleh suami, apalagi jika dilakukan dengan memberikan kesan bahwa sang suami bermasalah karena tidak mengerti ajaran agama. Ajakan yang mengandung unsur pelecehan atau penghinaan akan lebih mudah tertolak daripada ajakan yang bersifat kebersamaan.

Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam tahap pengkondisian. Sampai dengan tahap ini, harapannya suami bisa menerima istri dengan penerimaan yang baik. Tidak ada penolakan dari suami yang disebabkan perkataan dan perbuatan istri yang emosional lantaran tidak senang menghadapi suami kecanduan game online. Ini adalah bab membangun suasana awal yang kondusif bagi perbaikan di masa yang akan datang.

Jika suasana sudah terbangun dengan kondusif, langkah berikutnya adalah proses pengalihan. Dari kecanduan game online menuju kegiatan yang lebih positif dan produktif. Tahap Pengalihan ini bisa dilakukan dengan beberapa tindakan. Ikuti penjelasannya di tautan berikut Ini Yang Harus Anda Lakukan Jika Suami Kecanduan Game Online!