HomeRuang KeluargaTampil Indah untuk Istri Adalah Sunnah Nabi Saw
www.pinterest.com

Tampil Indah untuk Istri Adalah Sunnah Nabi Saw

Ruang Keluarga 0 0 likes 445 views share

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Rasulullah Saw memberikan contoh teladan kepada kita dalam semua bidang kehidupan. Termasuk dalam kehidupan berumah tangga. Beliau Saw adalah sosok suami yang sangat romantis dan pandai menyenangkan semua istri. Jika ingin mendapatkan keluarga yang bahagia, harmonis, sakinah, mawadah wa rahmah, sudah ada contoh teladan dalam diri dan keluarga beliau untuk kita ikuti dan kita teladani.

Salah satu teladan yang beliau ajarkan kepada kita adalah, beliau Saw selalu memperhatikan penampilan dalam berinteraksi dengan para istri. Kadang-kadang kita menemukan sebagian kalangan suami yang menuntut istri mereka untuk selalu tampil cantik dan wangi di rumah, sebagaimana anjuran untuk para istri salihah yang “menyenangkan jika dipandang”. Namun mereka sendiri tidak melakukan apa yang mereka tuntutkan terhadap sang istri. Sebagian suami memahami, yang harus memperhatikan penampilan hanyalah istri, karena istri wajib menyenangkan suami dengan penampilan indahnya.

Padahal, justru sebagai suami mereka harus memberikan contoh pertama kali sebelum menuntut kepada istri. Jika ingin istri tampil cantik, indah dan wangi, hendaknya para suami pun tampil dengan sebaik-baiknya untuk istri. Sikap suami yang peduli dengan kerapian, keindahan, kebersihan, harum-haruman, dan kesegaran, akan membuat istri menjadi bahagia. Jika istri bahagia, maka ia pun akan melakukan semua hal untuk suami tercinta tanpa merasa terpaksa.

Memperhatikan Penampilan Adalah Wujud Mu’asyarah Bil Ma’ruf

Para suami mendapatkan perintah langsung dari Allah Ta’ala untuk bergaul dengan istri secara patut. Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan bergaullah dengan mereka dengan baik (QS. An Nisa’ : 19).

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan maksud ayat tersebut, “Indahkanlah penampilan kalian semampu kalian. Sebagaimana kalian menyenangi ia (istri kalian) berhias diri, maka hendaknya kalian juga berbuat demikian di hadapannya”. Kemudian Ibnu Katsir menukilkan ayat Allah dalam surat Al Baqarah ayat 228 : Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut”..

Ibnu Abbas berkata, “Sesungghnya aku senang berhias untuk istriku sebagaimana aku suka ia berhias untukku, karena Allah berfirman : Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut” (Riwayat Ath-Thabari dalam tafsirnya II/453, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra VII/295 no 14505,  dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf IV/196 no 19263).

Di antara contoh dari Nabi Saw dalam menjaga keindahan dan penampilan diri di hadapan istri adalah:

  1. Selalu Wangi Ketika Berada di Dekat Istri

Nabi Saw selalu menjaga wewangian tubuh, maka bersiwak selalu beliau lakukan setelah pulang dari bepergian dan bertemu istri beliau. Dari Aisyah Ra, ia berkata, “Nabi Saw jika masuk ke dalam rumahnya, maka yang pertama kali beliau lakukan adalah bersiwak” (HR Muslim I/220 no 253).

Dalam kisah yang panjang tentang pengharaman madu, ada sebuah ungkapan dari A’isyah: “Nabi Saw sangat merasa berat jika ditemukan dari beliau bau —yang tidak enak” (HR Al-Bukhari VI/2556 no 6571).

Hendaknya para suami memperhatikan bau badan, bau mulut dan bau dari bagian-bagian tubuh lainnya, agar selalu wangi sehingga menyenangkan istri. Para istri akan jijik jika bercumbu dengan suami dalam kondisi yang penuh bau tidak sedap di sekujur tubuhnya. Akan lebih menggairahkan bagi suami dan istri melakukan cumbu rayu yang sangat intim, apabila bau yang muncul dari tubuh mereka adalah wewangian dan kesegaran.

Bagaimana akan mengobrol dengan santai dan betah berlama-lama, jika yang keluar dari mulut suami adalah bau-bauan busuk. Maka rajinlah bersiwak atau menggosok gigi, mengenakan wangi-wangian, agar istri selalu nyaman dan bahagia berada di dekat suami. Istri akan betah berlama-lama untuk bercengkerama dan mengobrol dengan suami, jika kondisi suami selalu segar dan wangi. Bukan bau keringat, bukan bau sampah, bukan bau kotoran bekas makanan.

  1. Mengenakan Pakaian yang Bagus di Hadapan Istri

Nabi Saw sangat menjaga penampilan di hadapan istri. Beliau memiliki pakaian yang bagus dan indah, sehingga penampilan beliau sangat terjaga saat bertemu dengan para istri. Ini adalah contoh untuk para suami, bahwa mereka perlu memiliki pakaian yang bagus dan indah, agar tampak segar dan menarik di hadapan istri. Tentu saja harus sesuai kemampuan dan tidak berlebih-lebihan.

Anas bin Malik berkata, “Pakaian yang paling senang dipakai oleh Rasulullah saw adalah Hibarah” (HR Al-Bukhari no 5476 dan Muslim no 2079). Berkata Ibnu Baththal, “Hibarah adalah pakaian dari negeri Yaman yang terbuat dari kain Quthn, dan ia merupakan pakaian termulia di sisi mereka” (Fathul Bari X/277).

Al-Qurthubi menjelaskan tentang pakaian Hibarah, “Dinamakan Hibarah karena pakaian tersebut menghias dan mengindahkan (pemakainya)” (Fathul Bari X/277). Bahkan ketika Rasulullah Saw wafat, beliau ditutupi dengan kain Hibarah (HR Al-Bukhari no 5477). Ini semua menandakan “kelas’ pakaian Nabi Saw. Di negeri Yaman, Hibarah adalah pakaian yang paling bagus. Ini yang dikenakan oleh Nabi Saw untuk tampil di hadapan para istri.

Beliau Saw memang sangat memperhatikan keindahan penampilan. Suatu ketika beliau Saw melihat seseorang memakai pakaian yang usang, maka beliau berkata kepadanya, “Apakah engkau memiliki harta?” Orang itu berkata, “Iya Rasulullah, aku memiliki seluruh jenis harta”. Maka Rasulullah Saw bersabda, “Jika Allah memberikan harta kepadamu, maka hendaknya terlihat tanda harta tersebut pada dirimu. (HR An-Nasai no 5223 dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Ibnu Hajar mengomentari hadits ini, “Hendaknya ia memakai pakaian yang sesuai dengan kondisinya, yaitu baju yang indah dan bersih agar orang-orang yang membutuhkan tahu keadaannya untuk meminta kepadanya. Dengan tetap memperhatikan niat (yang baik dan tidak untuk bersombong) serta tidak sampai kepada derajat pemborosan” (Fathul Bari X/260).

Hal ini juga berlaku dalam interaksi dengan istri. Kenakan pakaian yang bagus, menarik dan menyenangkan ketika bertemu istri. Jangan hanya berpakaian bagus ketika bekerja di kantor, dan ketika di dalam rumah berpakaian asal-asalan dan tidak memperhatikan keindahan, kerapian serta kepatutan.

 

Sumber Bacaan:

Istifadah ilmu dari Al Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja dalam web beliau www.firanda.com