HomePernikahanTerapi Ampuh Membangun Rumah Tangga Bahagia
d5983b6669df591717670841332f3f4f

Terapi Ampuh Membangun Rumah Tangga Bahagia

Pernikahan 0 1 likes 700 views share

TERAPI AMPUH MEMBANGUN RUMAH TANGGA BAHAGIA

 

Oleh : Ummu Rochimah

 

Perjalanan kehidupan rumah tangga merupakan satu perjalanan panjang dan memiliki durasi waktu yang sangat lama. Diawali dari terjadinya sebuah ijab kabul, dimulailah perjalanan panjang itu. Perlahan-lahan rumah tangga itu meninggalkan pelabuhan rumah kedua orang tuanya yang telah memberinya kenyamanan selama masa lajangnya menuju ke pulau harapan untuk membangun rumah dan pelabuhannya sendiri, berdua dengan pasangannya.

Bukanlah perkara ringan untuk dapat tetap berlayar menuju pulau harapan, mengarungi samudera luas yang belum dikenali karakter ombak dan gelombangnya. Menjaga kemudi kapal agar bisa tetap fokus ke tujuan disamping harus mampu menahan deburan ombak yang menghantam sisi-sisi kapal . Ditambah lagi dengan munculnya tantangan-tantangan dalam perjalanan. Dengan bertambahnya anggota keluarga, kebutuhan rumah tangga yang pastinya akan iktu bertambah, interaksi hubungan antara suami dengan istri yang tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan di awal. Semuanya itu dapat mendatangkan tekanan dan stress bagi suami maupun istri dalam menjalani kehidupan rumah tangganya.

Dalam kurun waktu lima puluh tahun ini terjadi perubahan yang sangat besar dalam hal perubahan peran suami dan istri. Dulu, para suami bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga. Kebanggaan dan keberhasilan yang dia rasakan, ditambah dengan kasih sayag dan dukungan yang didapat di rumah telah membantunya mengatasi berbagai tekanan hidup sehari-hari.

Sedangkan para  istri saat itu lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus rumah dan keluarga sambil bersosialisasi dan bermasyarakat. Meskipun pekerjaan sebagai ibu rumah tangga bukanlah suatu pekerjaan yang ringan, namun tersedianya waktu untuk melakukan hal-hal yang perlu dikerjakan menjadika nya mampu menyesuaikan irama hidupnya sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan stresnya.

Di sini tidak untuk mempermasalahkan antara istri bekerja di luar rumah atau hanya mengurus rumah dan keluarga, karena pergaulan masyarakat dunia yang terus berubah dan menuntut kita untuk mampu menyesuaikan dengan pergaulan global tersebut.

Dengan terjadinya perubahan perilaku hidup secara global di semua belahan dunia, membuat keseimbangan hidup berumah tangga ikut terpengaruh.  Meningkatnya beban biaya kehidupan mau tidak mau telah ikut berperan dalam mengeluarkan istri dari rumahnya untuk ikut mencari nafkah bersama dnegan suami. Secara langsung hal ini akan mempengaruhi irama perjalanan kehidupan rumah tangga.

Berkurangnya waktu bagi istri untuk mengurus rumah dan keluarganya serta berkurangnya waktu untuk sosialisasi dan bermasyarakat akan membawa dampak meningkatnya stres di kalangan istri. Saat seorang istri yang turut bekerja pulang ke rumah, ia akan dihinggapi beban untuk menjadikan rumahnya tetap rapih, anak-anak dan suami terpenuhi kebutuhannya. Hal ini akan menjadi stress baru baginya. Untuk itu ia perlu jenis dukungan yang baru dari pasangannya. Inilah sumber stres baru dalam kehidupan rumah tangga masa kini.

Stress membuat perbedaan antara laki-laki dan perempuan menjadi semakin dalam. Tanpa adanya stress saja, kadang kala suami dan istri tidak bisa memahami perbedaan yang ada pada mereka. Jika ditambah dengan beban stres yang muncul sebagai dampak perubahan peran, tentu dapat mengakibatkan semakin memperdalam perbedaan yang ada.

 

Mengenali Gejala Stres Istri

Perempuan pada umumnya akan mengalami  perubahan keseimbangan yang disebabkan berubahnya hormon-hormon perempuan selama siklus menstruasi berlangsung. Ini peristiwa alamiah yang terjadi pada perempuan umumnya. Sejatinya dalam diri laki-laki maupun perempuan terdapat hormon-hormon yang sama seperti hormone estrogen, progesterone, oksitosin dan testoreton. Yang membedakannya hanya dari segi jumlahnya saja. Jadi dalam diri setiap manusia tanpa terkecuali ada sisi feminin dan sisi maskulin.

John Gray, Ph.D mengelompokkan karakteristik feminin dan maskulin sebagai berikut. karaktersistik dari sisi feminin  antara lain : bergantung, emosional, merawat, rentan, kooperatif, berdasarka bisikan hati, mencintai, menerima, tulus, memercayai, dan cepat tanggap. Sedangkan karakteristik dari sisi maskulin, yaitu : mandiri, menjaga jarak emosi, pemecah masalah, tangguh, kompetitif, berdasarkan analisis, berdaya, tegas, kompeten, percaya diri, dan bertanggung jawab. Karakter-karakter ini dimiliki oleh siapa saja tidak peduli ia seorang laki-laki mapun perempuan.

Tubuh perempuan memiliki kemampuan dalam menyeimbangkan antara hormon-hormon yang ada dalam dirinya saat ia mampu merangkul sisi feminin. Lalu ketika ia mendapat dukungan yang dia butuhkan untuk mengungkapkan sisi maskulin dan feminine secara utuh dan seimbang maka tingkat stress nya akan menurun.

Seorang istri yang ikut ambil bagian dalam upaya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hal ini secara alamiah akan mempengaruhi keseimbangan hormon-hormon tersebut di atas. Pekerjaan di luar rumah, baik itu di kantor atau di luar ruangan lainnya akan meningkatkan hormon yang lebih menonjolkan sisi maskulin seseorang. Sehingga akan terjadi ketimpangan hormon jika ia tidak mampu meningkatkan hormon dari sisi femininnya. Ketika ini terjadi, ia akan leibh rentan terhadap berbagai gejala stress.

Berikut ini gejala umum stress yang dapat dialami seorang istri saat terjadi ketidak seimbangan hormon pada sisi feminin, antara lain :

  1. merasa terbebani,
  2. sering berputar-putar pada pikiran negatif,
  3. mengalami kelelahan baik fisik maupun lelah jiwa,
  4. mengalami kesulitan tidur,
  5. sering menyimpan dendam,
  6. merasa tidak puas terhadap apapun,
  7. gairah seksual menurun atau menjadi rendah,
  8. memiliki kekerasan hati dan menjadi keras kepala,
  9. sulit untuk melakukan perubahan,
  10. dan gejala yang terberat adalah mengalami depresi.

Inilah gejala umum yang terjadi pada istri atau perempuan umumnya ketika ungkapan berlebihan dari sisi maskulin yang menekan sisi feminin dirinya.

 

Terapi Ampuh Menghilangkan Stres Istri

Salah satu hormon yang dapat menciptakan kebahagiaan bagi seorang istri atau perempuan yatiu hormon oksitosin, sering disebut juga sebagai hormon bahagia atau hormon cinta. Hormon ini dapat menurunkan kadar stress bagi seorang istri . Istri atau perempuan dapat memproduksi oksitosin ketika mereka menerima dukungan yang dapat mengungkapkan sisi feminin dalam dirinya.

Salah satu terapi yang ampuh untuk menghilangkan stress pada istri adalah ketika ia menemukan tempat untuk berbagi perasaan. Ia akan berusaha mencari tempat untuk berbagi perasaan. Dalam ruang-ruang konseling seringkali dijumpai istri atau perempuan yang berbagi perasaan dan mengeluhkan suaminya kepada konselor menemukan dirinya mengalami penurunan stress yang cukup signifikan dibandingkan sebelum ia berbagi perasaan walaupun konselor tidak melakukan apapun kecuali mendengarkan dan tidak menyangkal perasaannya.

Tentu ini menjadi salah satu terapi yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri. Istri berbagi perasaan tanpa beban atau mengeluhkan pasangan tanpa menuntut pasangan berubah saat itu juga dan di sisi lain suami mendengarkan dengan tulus tanpa menyalahkan perasaan pasangan saat itu.

Seorang suami perlu mengingat bahwa mendengarkan perasaan istri bukan saja langkah pertama dalam memecahkan masalah. Bagi istri yang sedang dilanda stres, didengarkan saja perasaannya tanpa suami harus melakukan apapun sudah menjadi jalan keluar dari stresnya.

Suami istri harus terus berlatih mengenai hal ini, istri berlatih untuk berbagi perasaan tanpa mengeluh tetnang pribadi suami dan suami  berlatih mendengarkan semua perasaan istri tanpa menyalahkan perasaannya saat itu

Ketika suami mampu mendengarkan istrinya tanpa merasa terbebani oleh pemecahan masalah, otomatis dia menjadi lebih berempati, penuh kasih sayang dan termotivasi untuk senantiasa menolong istrinya. Dengan berlatih mendengarkan secara tulus tanpa harus mengatakan sesuatu atau melakukan apa pun, suami dapat membantu istri untuk beralih dari perasaan kesal atau stres kepada perasaan bahagia atau lebih baik. Dengan demikian stress seorang istripun akan semakin berkurang.

Istri juga perlu mengingat bahwa mengeluh tentang pribadi pasangannya tidak akan memberikan jalan keluar apapun. Ia harus belajar untuk berbagi masalah dan tidak mengeluhkan tentang pribadi pasangannya, hal ini akan membuatnya mampu menemukan daya untuk memunculkan sisi terbaik dirinya di hadapan pasangan.

Perlu diketahui bersama oleh pasangan suami dan istri, bahwa rumah tangga akan menjadi lebih tenang dan nyaman ketika mereka berdua dapat mengelola stres dengan baik. Stres yang tidak dikelola dengan baik oleh orang tua dapat berdampak buruk bagi perkembangan jiwa anak-anaknya.

 

Sumber bacaan :

John Gray, Ph.D. 2018.  Beyond Mars and Venus.Membangun Hubungan Ideal di Zaman yang Semakin Kompleks. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

  1. Thariq Kamal An Nu’aimi. 2015. Psikologi Suami Istri.Mitra Pustaka. Yogyakarta