HomeRuang KeluargaTravelling Hebat Bersama Keluarga
Ilustrasi: pixabay.com

Travelling Hebat Bersama Keluarga

Ruang Keluarga 0 0 likes 262 views share

Oleh: Ratna Sari Dewi*

Setiap orang pasti pernah melakukan perjalanan. Baik berupa rekreasi ke tempat-tempat wisata di berbagai area seperti di gunung, pantai, mengunjungi keluarga di berbagai daerah, atau hanya sekedar jalan-jalan saja melihat daerah yang belum pernah dikunjungi. Pastinya dari setiap perjalanan tersebut ada kesan tersendiri yang kita rasakan. Ada yang menyenangkan, ada yang membosankan bahkan ada yang membuat kita kecewa. Dapat menikmati atau tidak tergantung kondisi dan rasa hati kita saat menjalaninya.

 Travelling dapat dilakukan sendiri, bersama teman atau rombongan, atau bersama keluarga. Bisa hanya sekedar hobi, mengisi liburan, atau  acara kantor/organisasi. Pada tulisan ini saya lebih mengkhususkan pada travelling bersama keluarga. Beberapa orang mengatakan bahwa jika bepergian bersama keluarga, terkesan repot, lama, dan membutuhkan biaya yang lebih besar. Belum lagi jika ada anggota keluarga yang masih balita. Terbayang persiapannya seperti apa. Pergi sehari barang bawaan seperti seminggu, pergi seminggu seperti sebulan.

Untuk keluarga muslim ada sentuhan khusus yang harus disisipkan pada setiap perjalanannya. Karena sepatutnya menjadi acuan setiap muslim bahwa setiap pekerjaan sejatinya dapat bernilai ibadah. Agar letih, lelah, suka dan duka tidak hanya sekedar rasa dan cerita.

Artikel ini dibuat berdasar pengalaman keluarga kami. Berawal dari hobi saya dan suami yang sama yaitu travelling, kemudian suami ikut komunitas mobil double cabin, maka hobi ini semakin tersalurkan. Banyak acara-acara yang diadakan komunitas ini di tempat-tempat yang tidak pernah kami datangi, sehingga semakin menantang kami untuk  ikut serta dan tentunya diusahakan bersama keluarga. Dari pulau ke pulau kami tempuh melalui jalur darat dan laut.

Agar travelling bersama keluarga nyaman, memang lebih baik menggunakan kendaraan pribadi atau sewa mobil pribadi. Apalagi jika jarak tempuhnya jauh dan berhari-hari.

Lengkapi kendaraan dengan hal-hal yang diperlukan, disesuaikan dengan kebutuhan anggota keluarga kita. Misalkan, perlu berapa bantal dan selimut untuk tidur anak-anak selama di perjalanan, perlukah alas tidur bila membawa bayi dan lain-lain. Jika tujuannya ke destinasi  alam terbuka, dipikirkan untuk membawa tenda, alas duduk atau kursi-meja lipat, alat masak, bahan yang akan dimasak, dan perlengkapan makan. Tidak lupa membawa persediaan air disesuaikan dengan berapa anggota keluarga yang kita bawa, berapa lama perjalanan dan kemudahan mendapatkan air di tempat tujuan. Wadah air bisa berupa botol, tumbler, atau galon besar/kecil.

Travelling dan Anak
Membawa anak-anak khususnya yang berusia kurang dari dua belas tahun ikut serta dalam travelling harus diperhatikan beberapa hal:

  1. Usia anak: usia akan berpengaruh pada kebutuhan anak. Jika membawa balita, ada kebutuhan khusus yang harus diperhatikan seperti diapers, makanan khusus, tempat makan/misting untuk menyimpan makanannya, alat makan khusus, baju ganti, mainan/boneka kesukaan dan obat-obatan seperti: minyak telon, minyak kayu putih, pre/probiotik, kantong plastik cadangan juga tisu kering dan basah. Perlengkapan balita ini baiknya dalam satu wadah terpisah dari anggota keluarga lainnya dan tidak disimpan di bagasi untuk memudahkan jika sewaktu-waktu diperlukan. Untuk anak di atas balita biasanya kebutuhannya hampir sama dengan dewasa.
  2. Karakter anak: Harus tahu juga karakter anak selama di rumah dan bagaimana cara mengatasinya sehingga tahu apa yang harus disiapkan.
  3. Makanan kesukaan dan minuman: siapkan makanan cemilan dan minuman agar anak tidak rewel atau bosan selama perjalanan. Orang tua bisa menyiapkan cemilan-cemilan sehat seperti buah-buahan, puding, kukis, telur puyuh rebus, sosis goreng, baso ikan goreng dan lain-lain.
  4. Jarak dan lamanya waktu tempuh: hal ini berhubungan dengan mencari tempat istirahat. Mungkin anak akan buang air besar/kecil, bermain dan berlari-lari bersama adik kakaknya, mengganti diapers, baju atau bahkan mandi.

Travelling dan Kebersamaan
Travelling salah satu cara yang baik untuk merekatkan kebersamaan keluarga. Dengan travelling, kita juga bisa mengetahui karakter dari setiap anggota keluarga kita. Egois, pemarah, bosenan, tidak sabar, perhatian, fair, pelit atau suka berbagi dan lain-lain. Seringnya travelling bersama dapat mengarahkan sifat-sifat jeleknya pada kebaikan. Selama perjalanan, buatlah cerita-cerita atau permainan yang melibatkan seluruh anggota keluarga seperti tebak kata, hitung pohon A atau mobil B yang kita temui, tebak lagu dan masih banyak yang lainnya. Siapkan lagu-lagu yang baik dan murotal Alquran untuk menemani perjalanan.

Travelling dan Ruhiyah
“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Q.S. Al-Mulk: 15)

Travelling hakikatnya tidak hanya menikmati keindahan yang alam suguhkan saja, bukan sekedar piknik menghabiskan waktu liburan atau istirahat dari segala aktivitas, bukan juga sekedar life style, atau hanya sekedar ambil foto di berbagai destinasi dan menunjukkan tingkat sosial ekonomi kita. Sejatinya travelling yang kita lakukan juga dapat menambah keimanan kita karena melihat bukti-bukti nyata keagungan-Nya, menambah rasa syukur karena kesempatan dan rizki-Nya kita bisa menikmatinya, juga menjadi sumber inspirasi kebaikan yang bisa kita lakukan. Semua diniatkan kebaikan semoga tercatat sebagai ibadah disisi-Nya dan berharap ada keberkahan-Nya yang menyertai.

Travelling dan Kepedulian
Di sini saya ingin menyuguhkan sentuhan berbeda dari travelling yang kita lakukan dengan orang kebanyakan. Ini terinspirasi dari seringnya travelling kami yang anti-mainstream dari segi destinasi yang dikunjungi, rute dan lamanya perjalanan. Destinasi yang kami kunjungi biasanya alamnya masih terjaga, belum banyak sentuhan modernisasi seperti pantai-pantai yang tersebar di selatan Pulau Jawa, bumi perkemahan di gunung-gunung, danau di atas gunung seperti Danau Kelimutu di Flores dan pulau-pulau yang kami singgahi dengan jalur darat dan laut. Destinasi tersebut menyimpan keindahan yang belum banyak diketahui orang. Rute yang dilalui untuk menuju kesana pun bukan rute yang utama. Medannya pun kadang butuh keahlian khusus untuk mengendarai mobilnya. Di tengah perjalanan seperti ini kadang kami istirahat bukan di rest area resmi tapi dimana saja yang memungkinkan kami berhenti. Begitu pula untuk salat, kami sering salat di masjid-masjid daerah terpencil yang dilalui atau di destinasi tujuan. Dari sinilah terbersit ide untuk berbagi. Yang sudah kami lakukan adalah berbagi mukena dan sandal untuk masjid-masjid tersebut. Berharap travelling kami berikutnya bisa berbagi lebih banyak dan lebih variatif juga bisa mengajak teman-teman di komunitas kami.

Semoga tulisan ini menginspirasi keluarga muslim yang ingin melakukan travelling ke berbagai penjuru di Indonesia. Karena ternyata negeri kita ini Allah ciptakan begitu indah. Ayo mari teman-teman kita travelling. Selamat menikmati indahnya alam negeri ini bersama keluarga.

*Penulis adalah peserta Wonderful Writing Class yang diampu oleh Ust. Cahyadi Takariawan dan tim.